Ramadhan

Zakat Fitrah: Niat, Besaran, Waktu, dan Penerimanya

Zakat Fitrah Niat, Besaran, Waktu, dan Penerimanya

Zakat fitrah adalah kewajiban yang ditunaikan setiap muslim menjelang akhir Ramadhan. Ibadah ini menyucikan orang yang berpuasa sekaligus membantu kaum miskin agar ikut bergembira di hari raya. Berikut panduan lengkapnya.

Pengertian dan Hukum Zakat Fitrah

Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan karena berakhirnya bulan Ramadhan. Hukumnya wajib bagi setiap muslim yang memiliki kelebihan makanan pokok untuk hari raya. Ibnu Umar RA meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ mewajibkan zakat fitrah satu sha’ atas hamba sahaya dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak kecil dan dewasa dari kaum muslimin (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Ibnu Abbas RA menjelaskan bahwa zakat fitrah menjadi penyuci bagi orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan kata-kata kotor, serta sebagai makanan bagi orang miskin (HR. Abu Dawud). Zakat termasuk bagian dari rukun Islam. Perbedaannya dengan sedekah dan wakaf dapat dibaca di Perbedaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf.

Niat Zakat Fitrah

1. Niat untuk Diri Sendiri

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu an ukhrija zakâtal fithri ‘an nafsî fardhan lillâhi ta’âlâ.

Aku berniat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah Ta’ala.

Untuk anggota keluarga yang menjadi tanggungan, niat disesuaikan dengan menyebut nama orang yang dizakati. Niat adalah amalan hati, dan lafalnya hanya membantu menghadirkan niat.

Besaran Zakat Fitrah

Ukuran zakat fitrah adalah satu sha’ makanan pokok. Satu sha’ setara sekitar 2,5 kg hingga 3 kg, tergantung jenis bahan. Di Indonesia, umumnya dipakai ukuran 2,5 kg beras per jiwa. Sebagian ulama (misalnya mazhab Hanafi) membolehkan membayar dengan uang yang senilai. Untuk besaran rupiah, ikuti ketetapan resmi lembaga zakat atau Kementerian Agama setempat setiap tahunnya.

Waktu Menunaikan Zakat Fitrah

  • Waktu wajib: sejak terbenam matahari pada akhir Ramadhan.
  • Waktu utama: setelah subuh pada hari raya hingga sebelum sholat Id. Rasulullah ﷺ memerintahkan agar zakat fitrah ditunaikan sebelum orang keluar untuk sholat Id (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
  • Waktu boleh: satu atau dua hari sebelum hari raya, sebagaimana dilakukan para sahabat.
  • Makruh/haram: menundanya hingga setelah sholat Id tanpa uzur, sehingga nilainya menjadi sedekah biasa.

Penerima Zakat Fitrah

Penerima zakat disebutkan dalam QS. At-Taubah: 60:

إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

Innamash shadaqâtu lil fuqarâ’i wal masâkîni wal ‘âmilîna ‘alaihâ wal mu’allafati qulûbuhum wa fir riqâbi wal ghârimîna wa fî sabîlillâhi wabnis sabîl, farîdhatan minallâh, wallâhu ‘alîmun hakîm.

Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, miskin, amil zakat, orang yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah, dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.

Ulama menekankan agar zakat fitrah diprioritaskan bagi fakir dan miskin, karena tujuannya mencukupi mereka di hari raya.

Amalan Terkait di Akhir Ramadhan

Lengkapi akhir Ramadhan dengan amalan lain: Lailatul Qadar, sholat tarawih, dan doa dan dzikir Ramadhan. Pahami pula keutamaan dan makna bulan puasa serta doa niat berpuasa dan berbuka.

Kesimpulan

Zakat fitrah adalah penyempurna puasa sekaligus bentuk kepedulian sosial. Tunaikan tepat waktu dan salurkan kepada yang berhak agar Ramadhan kita ditutup dengan keberkahan.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Baca juga

Lihat Kisah Para Nabi

Kunjungi Kisah Para Nabi