Di antara seluruh malam dalam setahun, ada satu malam yang nilainya melebihi seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini menjadi incaran kaum muslimin di sepuluh malam terakhir Ramadhan. Berikut penjelasan keutamaan, tanda, dan amalannya.
Pengertian Lailatul Qadar
Lailatul Qadar berarti malam kemuliaan atau malam penetapan. Pada malam inilah Al-Quran mulai diturunkan. Pembahasan tentang turunnya wahyu dapat dibaca di Nuzulul Qur’an: Sejarah Turunnya Wahyu Pertama dan kisahnya di Kisah Wahyu Pertama di Gua Hira.
Dalil Keutamaan Lailatul Qadar
Allah menegaskan keutamaannya dalam QS. Al-Qadr: 1-3:
إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ ٱلْقَدْرِ ﴿١﴾ وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ ﴿٢﴾ لَيْلَةُ ٱلْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ﴿٣﴾
Innâ anzalnâhu fî lailatil qadr. Wa mâ adrâka mâ lailatul qadr. Lailatul qadri khairum min alfi syahr.
Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.
Ayat lain yang berkaitan adalah QS. Ad-Dukhan: 3 dan QS. Al-Baqarah: 185 yang menyebut Al-Quran turun di bulan Ramadhan.
Rasulullah ﷺ juga bersabda bahwa siapa yang menghidupkan Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Kapan Lailatul Qadar Terjadi?
Tidak ada tanggal pasti. Rasulullah ﷺ memerintahkan umatnya mencarinya pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, terutama malam-malam ganjil (HR. Al-Bukhari). Hikmahnya agar kita bersungguh-sungguh beribadah di seluruh malam tersebut.
Tanda-tanda Lailatul Qadar
- Malamnya tenang, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin.
- Paginya matahari terbit putih tanpa sinar yang menyilaukan (HR. Muslim dari Ubay bin Ka’b).
Tanda-tanda ini bukan syarat memperoleh keutamaannya. Siapa yang beribadah sungguh-sungguh, Allah yang menentukan balasannya.
Amalan di Malam Lailatul Qadar
- Menghidupkan malam. Aisyah RA menyebut bahwa pada sepuluh malam terakhir Rasulullah ﷺ menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
- Sholat malam. Lihat niat sholat tahajud, tata cara tarawih, dan keutamaan witir.
- Memperbanyak istighfar dan dzikir. Baca Sayyidul Istighfar dan doa dan dzikir di bulan Ramadhan.
- I’tikaf. Rasulullah ﷺ beri’tikaf di sepuluh malam terakhir Ramadhan.
- Membaca Al-Quran. Perbanyak tilawah di malam-malam ini.
Doa Lailatul Qadar
Aisyah RA bertanya kepada Rasulullah ﷺ doa apa yang dibaca jika bertemu Lailatul Qadar. Beliau mengajarkan doa berikut (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah):
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘annî.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai maaf, maka maafkanlah aku.
Kesimpulan
Lailatul Qadar adalah kesempatan emas yang tidak boleh dilewatkan. Hidupkan sepuluh malam terakhir Ramadhan dengan sholat, doa, dzikir, dan Al-Quran, lalu mohonlah ampunan kepada Allah.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.









