Di sebuah gua kecil di puncak Jabal Nur, di luar kota Makkah, seorang lelaki berusia empat puluh tahun sedang menyendiri. Tidak ada yang tahu bahwa malam itu akan menjadi titik balik sejarah manusia. Dari sanalah wahyu pertama turun, dan peradaban dunia berubah selamanya. Peristiwa itu dikenal sebagai Nuzulul Qur’an.
Nuzulul Qur’an adalah peristiwa turunnya Al-Qur’an dari Allah SWT kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui Malaikat Jibril AS, yang diawali dengan wahyu pertama di Gua Hira pada bulan Ramadhan.
Ringkasan Nuzulul Qur’an
- Wahyu pertama: lima ayat awal Surat Al-‘Alaq (QS. Al-‘Alaq: 1-5).
- Tempat: Gua Hira, Jabal Nur, dekat Makkah.
- Waktu: bulan Ramadhan; di Indonesia diperingati pada 17 Ramadhan.
- Lama turunnya: sekitar 23 tahun (13 tahun di Makkah, 10 tahun di Madinah).
- Perantara: Malaikat Jibril AS.
Pengertian Nuzulul Qur’an
Secara bahasa, nuzul berarti turun dan Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Dalam ilmu Al-Qur’an (‘ulumul Qur’an), istilah Nuzulul Qur’an mencakup dua hal: turunnya Al-Qur’an secara keseluruhan, dan turunnya wahyu pertama kepada Rasulullah ﷺ.
Dalil Turunnya Al-Qur’an di Bulan Ramadhan
Al-Qur’an menegaskan bahwa kitab ini diturunkan pada bulan Ramadhan:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ
Syahru Ramadhāna alladzī unzila fīhil Qur’ānu hudal lin-nās.
“Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.” (QS. Al-Baqarah: 185)
Allah juga menyebut malam turunnya:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Innā anzalnāhu fī lailatil qadr.
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. (QS. Al-Qadr: 1)”
Karena itu para ulama menyimpulkan bahwa Al-Qur’an mulai diturunkan pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.
Dua Tahap Turunnya Al-Qur’an
Menurut penjelasan yang banyak dinukil dari Ibnu Abbas RA dan dipegang mayoritas ulama, Al-Qur’an turun dalam dua tahap.
1. Turun secara sekaligus ke langit dunia
Pada tahap pertama, Al-Qur’an diturunkan secara utuh dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia, pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan. Tahap ini menunjukkan kemuliaan Al-Qur’an dan kedudukannya di sisi Allah.
2. Turun secara bertahap kepada Nabi Muhammad ﷺ
Pada tahap kedua, Al-Qur’an diturunkan kepada Rasulullah ﷺ sedikit demi sedikit melalui Jibril AS, mengikuti peristiwa dan kebutuhan umat. Proses ini berlangsung sekitar 23 tahun, yaitu 13 tahun di Makkah dan 10 tahun di Madinah.
Kisah Wahyu Pertama di Gua Hira
Kebiasaan Nabi berkhalwat
Menjelang usia 40 tahun, Rasulullah ﷺ gemar menyendiri (tahannuts) di Gua Hira untuk beribadah dan merenung. Beliau gelisah melihat kerusakan akidah dan akhlak masyarakat Makkah kala itu. Perbekalan beliau bawa dari rumah, dan beliau kembali kepada Khadijah RA bila bekalnya habis.
Jibril datang membawa perintah “Iqra’”
Suatu hari di bulan Ramadhan, Malaikat Jibril AS datang dan berkata, “Bacalah!” Rasulullah ﷺ menjawab, “Aku tidak bisa membaca.” Jibril memeluk beliau dengan kuat, melepaskannya, lalu mengulangi perintah yang sama hingga tiga kali. Setelah itu turunlah lima ayat pertama Surat Al-‘Alaq. Anda dapat membaca dan mendengarkan surat ini lengkap di Al-Qur’an digital Islamipedia.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Iqra’ bismi rabbikal-ladzī khalaq. Khalaqal-insāna min ‘alaq. Iqra’ wa rabbukal-akram. Alladzī ‘allama bil-qalam. ‘Allamal-insāna mā lam ya‘lam.
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu itulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq: 1-5)
Perhatikan bahwa wahyu pertama dibuka dengan perintah membaca dan menuntut ilmu, bukan dengan hukum atau larangan.
Pulang dengan gemetar, ditenangkan Khadijah
Rasulullah ﷺ pulang dalam keadaan gemetar dan berkata, “Selimuti aku, selimuti aku.” Khadijah RA menenangkan beliau dengan kata-kata yang menyentuh: Allah tidak akan menghinakanmu, karena engkau menyambung silaturahmi, menanggung beban orang lain, menolong yang papa, memuliakan tamu, dan membantu orang yang tertimpa musibah.
Khadijah lalu membawa beliau kepada sepupunya, Waraqah bin Naufal, seorang yang memahami kitab-kitab terdahulu. Waraqah membenarkan bahwa yang datang itu adalah malaikat yang sama yang pernah turun kepada Nabi Musa AS.
Masa jeda wahyu (fatratul wahyi)
Setelah wahyu pertama, wahyu sempat terhenti beberapa waktu. Rasulullah ﷺ merasa sedih, lalu Jibril kembali datang dan turunlah awal Surat Al-Muddatstsir yang memerintahkan beliau bangun dan memberi peringatan. Sejak saat itu dimulailah dakwah beliau.
Kapan Nuzulul Qur’an? Perbedaan Pendapat tentang Tanggalnya
Para ulama sepakat bahwa Al-Qur’an mulai turun pada bulan Ramadhan, tetapi berbeda pendapat tentang tanggalnya. Tiga pendapat yang paling dikenal:
| Pendapat | Keterangan |
|---|---|
| 17 Ramadhan | Paling populer di Indonesia dan dijadikan dasar peringatan Nuzulul Qur’an. |
| 21 Ramadhan | Dipegang sebagian ulama. |
| 24 Ramadhan | Dinukil dari sebagian riwayat. |
Perbedaan ini wajar, dan tidak ada nash tegas yang memastikan tanggalnya. Yang lebih penting adalah menyadari bahwa Al-Qur’an turun di Ramadhan. Peringatan Nuzulul Qur’an di Indonesia umumnya berupa pengajian, tadarus, dan tausiyah. Perlu diingat bahwa Rasulullah ﷺ dan para sahabat tidak mengkhususkan tanggal ini dengan ibadah tertentu, jadi pelaksanaannya sebaiknya tidak disertai keyakinan adanya amalan khusus yang tidak ada dalilnya.
Mengapa Al-Qur’an Turun Secara Bertahap?
Allah menjelaskan hikmahnya dalam Al-Qur’an:
وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلًا
Wa qur’ānan faraqnāhu litaqra’ahu ‘alan-nāsi ‘alā mukthin wa nazzalnāhu tanzīlā.
“Dan Al-Qur’an itu telah Kami turunkan berangsur-angsur agar engkau membacakannya kepada manusia perlahan-lahan.” (QS. Al-Isra: 106)
Di antara hikmah turunnya secara bertahap:
- Meneguhkan hati Rasulullah ﷺ. Allah berfirman dalam QS. Al-Furqan: 32 bahwa ayat diturunkan berangsur agar hati beliau kuat menghadapi tekanan dakwah.
- Memudahkan hafalan dan pemahaman. Umat yang saat itu banyak tidak bisa baca-tulis dapat menghafal dan memahami ayat demi ayat.
- Menjawab peristiwa dan pertanyaan. Banyak ayat turun sebagai respons atas kejadian atau pertanyaan sahabat, yang dipelajari dalam ilmu asbabun nuzul.
- Pembinaan hukum secara bertahap. Syariat diturunkan selangkah demi selangkah sehingga mudah diterima masyarakat.
- Bukti kebenaran Al-Qur’an. Meski turun dalam rentang 23 tahun dan menghadapi beragam situasi, isinya tetap selaras dan tidak bertentangan.
Ayat Makkiyah dan Madaniyyah
Ayat yang turun sebelum hijrah disebut Makkiyah, dan yang turun setelah hijrah disebut Madaniyyah.
- Makkiyah: fokus pada tauhid, hari akhir, kisah umat terdahulu, dan pembinaan akhlak. Ayat-ayatnya cenderung pendek dan tegas.
- Madaniyyah: banyak memuat hukum syariat, muamalah, keluarga, dan tatanan masyarakat. Ayat-ayatnya cenderung lebih panjang.
Ayat yang Pertama dan Terakhir Turun
Mayoritas ulama berpendapat ayat pertama yang turun adalah lima ayat awal Surat Al-‘Alaq. Untuk ayat terakhir, terdapat beberapa pendapat, antara lain QS. Al-Baqarah: 281 menurut riwayat dari Ibnu Abbas, dan sebagian ulama menyebut ayat lain. Karena adanya perbedaan riwayat ini, sebaiknya tidak disampaikan secara mutlak.
Pelajaran dari Nuzulul Qur’an
- Ilmu adalah pintu pertama. Wahyu pertama dibuka dengan “Iqra’”. Islam sangat menghargai ilmu dan membaca.
- Membaca harus bernilai ibadah. Perintah membaca disertai “dengan nama Tuhanmu”, artinya ilmu harus berpijak pada keimanan.
- Dukungan orang terdekat sangat berarti. Khadijah RA menjadi penenang di saat Rasulullah ﷺ paling guncang.
- Perubahan besar berawal dari perenungan. Rasulullah ﷺ menyepi, merenung, dan menyiapkan diri sebelum menerima amanah.
- Al-Qur’an adalah petunjuk sepanjang zaman. Ia diturunkan sebagai hudan (petunjuk), bukan sekadar bacaan.
Amalan Menyambut Nuzulul Qur’an
Cara terbaik menghidupkan peringatan ini adalah kembali dekat dengan Al-Qur’an:
- Memperbanyak tilawah dan menargetkan khatam di bulan Ramadhan.
- Mempelajari terjemah dan tafsir, bukan hanya membaca.
- Menghafal ayat atau surat pilihan secara konsisten.
- Menghadiri kajian dan tadarus bersama.
- Mengamalkan isi Al-Qur’an dalam keseharian, mulai dari kejujuran dan akhlak hingga ibadah.
- Mengajarkan Al-Qur’an kepada keluarga, terutama anak-anak.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Apa itu Nuzulul Qur’an?
Peristiwa turunnya Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad ﷺ melalui Malaikat Jibril, yang dimulai dengan wahyu pertama di Gua Hira.
Kapan Nuzulul Qur’an diperingati?
Di Indonesia umumnya diperingati pada 17 Ramadhan, meski ulama berbeda pendapat tentang tanggal pastinya.
Apa wahyu pertama yang turun?
Lima ayat pertama Surat Al-‘Alaq (QS. Al-‘Alaq: 1-5).
Di mana wahyu pertama turun?
Di Gua Hira, Jabal Nur, dekat Makkah.
Berapa lama Al-Qur’an diturunkan?
Sekitar 23 tahun.
Apakah ada shalat khusus Nuzulul Qur’an?
Tidak ada dalil yang menetapkan shalat atau amalan khusus pada malam Nuzulul Qur’an. Yang dianjurkan adalah memperbanyak ibadah umum, terutama tilawah dan tadabbur.
Penutup
Nuzulul Qur’an bukan sekadar peringatan sejarah. Ia adalah pengingat bahwa Allah menurunkan petunjuk agar manusia keluar dari kegelapan menuju cahaya. Dari satu perintah “Bacalah”, lahirlah peradaban ilmu dan akhlak yang menerangi dunia. Tugas kita hari ini adalah membaca, memahami, dan mengamalkannya.
Ingin menyimak kisah wahyu pertama secara runtut dari Gua Hira hingga dakwah dimulai? Baca Kisah Wahyu Pertama di Gua Hira. Untuk bacaan Islami lainnya seputar Al-Qur’an, doa, dan ibadah, kunjungi Islamipedia.
Wallahu a’lam bish-shawab.









