Berita

Dana Investasi Syariah HSBC Diduga Mengalir ke Perusahaan yang Terkait Militer Israel

Dana syariah hsbc

Dana investasi syariah HSBC yang menjadi tempat sebagian besar skema pensiun halal di Inggris tercatat memegang saham lebih dari 100 juta dolar AS di perusahaan-perusahaan yang oleh Middle East Eye (MEE) dikaitkan dengan militer Israel. Temuan itu berasal dari analisis laporan semesteran dana tersebut untuk paruh pertama 2026, ditambah laporan Hyphen soal saham Palantir.

Dana Syariah Terbesar di Inggris

Dana yang dimaksud adalah Islamic Global Equity Index Fund milik HSBC. MEE menyebutnya sebagai dana syariah terbesar di Inggris, dan mayoritas skema pensiun halal di negara itu menaruh dananya di sana. Dana ini dikelola secara pasif. Menurut lembar fakta HSBC, ia berupaya meniru indeks Dow Jones Islamic Market Titans 100 dengan bobot yang kurang lebih sama.

Hyphen lebih dulu melaporkan bahwa dana tersebut membeli saham Palantir senilai 38,3 juta dolar AS. MEE kemudian menelaah laporan semesteran dana itu dan menemukan pembelian di beberapa perusahaan lain yang dikaitkan dengan industri militer Israel.

Daftar Kepemilikan yang Disorot

Perusahaan Nilai saham Kaitan yang disebutkan media
Palantir 38,3 juta dolar AS Bermitra dengan Kementerian Pertahanan Israel sejak Januari 2024 untuk “misi terkait perang”
RTX (induk Raytheon) 35,7 juta dolar AS Bekerja sama dengan Rafael memproduksi pencegat sistem Iron Dome
Analog Devices 20,3 juta dolar AS Mengirim komponen ke Elbit Systems pada 2024
Honeywell International 18,9 juta dolar AS Komponen disebut ditemukan dalam rudal yang menghantam sekolah di Gaza, Juni 2024
Rolls-Royce 17,6 juta dolar AS Disebut memasok mesin untuk tank Merkava dan kendaraan lapis baja Eitan

Laporan lanjutan yang merangkum temuan MEE menyebut total kelima posisi ini sekitar 131 juta dolar AS. Angka itu sekitar 4 persen dari aset dana yang diperkirakan senilai 3,2 miliar dolar AS, menurut hitungan Eastern Herald dari data dengan tanggal berbeda.

RTX dan Raytheon

Raytheon, anak usaha RTX, bekerja sama dengan perusahaan senjata Israel, Rafael, untuk membuat pencegat bagi sistem pertahanan rudal Iron Dome. RTX disebut sebagai produsen senjata terbesar kedua di dunia.

Campaign Against the Arms Trade, organisasi Inggris yang menentang perdagangan senjata internasional, menggambarkan Raytheon sebagai pemasok utama rudal serta barang dan jasa bagi militer Israel. Organisasi itu juga menilai perusahaan tersebut terlibat dalam perang Israel di Gaza. MEE melaporkan bahwa Raytheon memasok ribuan rudal ke Israel, termasuk jenis yang dilaporkan dipakai dalam serangan di Gaza, serta sistem senjata dan komponen untuk jet tempur F-15, F-16, dan F-35. RTX tidak menanggapi permintaan komentar MEE.

Analog Devices dan Elbit

Analog Devices adalah produsen semikonduktor asal Amerika Serikat. Menurut MEE, pada 2024 perusahaan ini mengirim komponen penting kepada Elbit Systems, produsen senjata terbesar di Israel. Elbit disebut memasok 80 persen peralatan angkatan darat Israel dan 85 persen drone tempur yang dipakai militernya.

Analog Devices menyatakan kepada MEE bahwa sahamnya diperdagangkan di pasar bebas dan perusahaan tidak mengarahkan atau mengendalikan keputusan investasi dana mana pun. Perusahaan menambahkan bahwa produknya dijual ke seluruh dunia untuk beragam keperluan, dan seluruh penjualannya tunduk pada hukum pengendalian ekspor dan sanksi yang berlaku, termasuk ketentuan perizinan pemerintah bila diwajibkan.

Honeywell

Honeywell International, konglomerat Amerika yang merancang sensor dan perangkat pemandu untuk persenjataan, juga masuk dalam daftar. Menurut Al Jazeera, Honeywell memproduksi unit pengukuran inersia, yaitu komponen yang membantu penargetan presisi, yang ditemukan pada sebuah rudal yang menghantam sekolah di Gaza pada Juni 2024. Serangan itu menewaskan sedikitnya 40 warga Palestina, termasuk 14 anak dan sembilan perempuan.

Unit bisnis Honeywell di Inggris juga menerima tiga lisensi untuk mengekspor komponen pesawat ke Israel pada 2022 dan 2023. Honeywell tidak menanggapi permintaan komentar MEE.

Palantir

Sejak 2020, Palantir, perusahaan analisis dan pengawasan data asal Amerika, memenangkan kontrak senilai lebih dari 670 juta poundsterling di sektor sipil dan pertahanan Inggris. Pada Januari 2024 perusahaan itu mengumumkan kemitraan dengan Kementerian Pertahanan Israel untuk penggunaan teknologinya dalam misi terkait perang.

Pada April 2025, CEO Palantir Alex Karp menanggapi tuduhan bahwa teknologi perusahaannya memfasilitasi pembunuhan warga Palestina di Gaza. Menurut kutipan yang dimuat MEE, ia menyatakan bahwa sebagian besar sasarannya adalah teroris.

Laporan Pelapor Khusus PBB Francesca Albanese pada Juli 2025 menyatakan ada alasan kuat untuk meyakini Palantir menyediakan teknologi kepolisian prediktif otomatis, infrastruktur pertahanan inti untuk membangun dan menyebarkan perangkat lunak militer dengan cepat dan berskala besar, serta platform kecerdasan buatan yang memungkinkan integrasi data medan perang secara waktu nyata untuk pengambilan keputusan otomatis.

Tanggapan dan Konteks

MEE melaporkan bahwa HSBC tidak menjawab permintaan komentar. Rolls-Royce menyatakan tidak akan mengomentari tindakan para investor. Sementara itu, hubungan kelima perusahaan dengan militer Israel adalah klaim MEE dan Hyphen yang belum diverifikasi secara independen oleh Eastern Herald. Lembar fakta HSBC juga tidak merinci posisi-posisi ini maupun cara Dewan Pengawas Syariah menilainya.

Ibrahim Khan, salah satu pendiri Islamic Finance Guru, menilai kriteria dana tersebut “bisa dan seharusnya diubah”, tetapi menurutnya HSBC perlu didorong memperbaikinya, bukan langsung ditinggalkan.

Kasus ini membuka pertanyaan lama dalam keuangan syariah. Penyaringan syariah pada dana indeks umumnya menilai bidang usaha utama perusahaan dan rasio keuangannya. Perusahaan yang bukan produsen senjata murni, tetapi pemasok komponen bagi industri militer, bisa saja lolos dari saringan itu. Sebagian pihak menilai standar tersebut perlu diperketat. Sebagian lain menunjuk pada sifat pasif dan lintas negara dana indeks, yang cenderung mengikuti komposisi indeks acuannya.

Catatan redaksi: artikel ini disusun ulang dari laporan MEE dan Hyphen, dengan tambahan konteks dari Eastern Herald dan lembar fakta HSBC. Naskah asli yang Anda berikan menyebut analisis untuk paruh pertama “2024”, sedangkan laporan terbaru yang saya temukan menyebut paruh pertama 2026, sehingga artikel ini memakai 2026. Sebagian besar klaim bersumber dari MEE, Hyphen, dan Al Jazeera. Mohon periksa laporan asli MEE dan Hyphen sebelum terbit, termasuk apakah HSBC atau Palantir sudah memberi tanggapan.

Sumber

  • Eastern Herald, “HSBC’s Islamic Fund Holds $131m in Five Firms Linked to Israel’s Military”, 14 Oktober 2026: https://easternherald.com/2026/10/14/hsbc-islamic-fund-five-firms-israel-military/
  • Pak Observer, “UK’s HSBC Islamic Investment Fund faces heat over $100 Million in Investments in Israel-Linked Firms”: https://pakobserver.net/?p=782466
  • HSBC Asset Management, lembar fakta Islamic Global Equity Index Fund: https://www.assetmanagement.hsbc.co.uk/api/v1/download/document/lu1313573898/gb/en/factsheet
  • Laporan asli Middle East Eye dan Hyphen: belum dapat dibuka langsung, mohon dilengkapi tautannya.

Baca juga

Lihat Kisah Para Nabi

Kunjungi Kisah Para Nabi