Haji & Umrah

Doa dan Bacaan Haji dan Umrah: Talbiyah, Thawaf, Sa’i, Arafah, hingga Jumrah

Doa dan Bacaan Haji dan Umrah Talbiyah, Thawaf, Sa'i, Arafah, hingga Jumrah
Doa dan Bacaan Haji dan Umrah Talbiyah, Thawaf, Sa'i, Arafah, hingga Jumrah

Saudaraku seiman, selain gerakan dan urutan, haji dan umrah juga kaya dengan doa dan dzikir. Tidak semua doa yang beredar di buku panduan memiliki dasar yang kuat, sehingga artikel ini hanya memuat doa-doa yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits shahih. Di luar itu, Anda bebas berdoa dengan bahasa sendiri, karena doa yang tulus dari hati juga sangat berharga di Tanah Suci.

1. Niat ihram

Untuk umrah:

لَبَّيْكَ عُمْرَةً

Labbaika ‘umratan.

Untuk haji:

لَبَّيْكَ حَجًّا

Labbaika hajjan.

Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu untuk umrah (atau untuk haji).

2. Talbiyah

Talbiyah dibaca sejak berniat ihram sampai memulai thawaf (untuk umrah) atau hingga melempar jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah (untuk haji).

لَبَّيْكَ اللّٰهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk, la syarika lak.

Artinya: Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu.

Sumber: HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma.

3. Saat thawaf

Takbir ketika sejajar Hajar Aswad

اللّٰهُ أَكْبَرُ

Allahu akbar.

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan bahwa ketika thawaf Rasulullah ﷺ memberi isyarat kepada Hajar Aswad lalu bertakbir (HR. Al-Bukhari).

Doa di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.

Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.

Sumber: QS. Al-Baqarah ayat 201, dan diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Abdullah bin As-Sa’ib bahwa Rasulullah ﷺ membacanya di antara dua rukun tersebut.

Selain itu, selama thawaf Anda dianjurkan memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa dengan bahasa yang Anda pahami.

4. Doa Nabi Ibrahim setelah membangun Ka’bah

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Rabbana taqabbal minna innaka antas sami’ul ‘alim.

Artinya: Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. (QS. Al-Baqarah: 127)

Doa ini sangat pantas dibaca saat berada di sekitar Ka’bah, karena merupakan doa orang yang membangunnya.

5. Saat sa’i di Shafa dan Marwah

Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa ketika mendekati Shafa, Rasulullah ﷺ membaca firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 158, lalu berkata:

أَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللّٰهُ بِهِ

Abda’u bima bada’allahu bih.

Artinya: Aku mulai dengan apa yang Allah mulai dengannya.

Kemudian beliau naik ke Shafa hingga melihat Ka’bah, menghadap kiblat, mengesakan dan membesarkan Allah, lalu membaca:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir. La ilaha illallahu wahdah, anjaza wa’dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzaba wahdah.

Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada Tuhan selain Allah semata. Dia telah menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan pasukan sekutu sendirian.

Beliau mengulanginya tiga kali dengan berdoa di antaranya (HR. Muslim). Hal yang sama beliau lakukan ketika berada di Marwah.

6. Di Arafah

Rasulullah ﷺ bersabda bahwa sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah, dan sebaik-baik ucapan yang beliau dan para nabi sebelumnya ucapkan adalah:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.

Sumber: HR. At-Tirmidzi dari Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, dinilai hasan oleh sejumlah ulama.

Selama wukuf, gunakan waktu untuk berdoa panjang, beristighfar, dan menangis kepada Allah. Sampaikan hajat dunia dan akhirat Anda, serta doakan keluarga dan kaum muslimin.

7. Saat melempar jumrah

Setiap kali melempar satu kerikil, ucapkan:

اللّٰهُ أَكْبَرُ

Allahu akbar.

Jabir radhiyallahu ‘anhu menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ bertakbir bersamaan dengan setiap lemparan tujuh kerikil di jumrah Aqabah (HR. Muslim). Pada hari-hari tasyriq, setelah melempar jumrah Ula dan Wustha, beliau berdiri menghadap kiblat dan berdoa dengan lama.

Adab berdoa di Tanah Suci

  • Mulailah dengan memuji Allah dan bershalawat kepada Nabi ﷺ.
  • Berdoalah dengan khusyuk dan penuh harap, tidak tergesa-gesa.
  • Sampaikan hajat dengan bahasa sendiri. Tidak ada kewajiban membaca doa tertentu selain yang memang ditentukan.
  • Jauhi doa yang tidak jelas dasarnya, dan jangan merasa ibadah kurang karena tidak menghafal banyak doa.
  • Doakan orang tua, keluarga, guru, dan kaum muslimin, serta jangan lupa meminta ampunan.

Penutup

Doa adalah inti ibadah. Tanah Suci adalah tempat doa dikabulkan, tetapi yang terpenting adalah keikhlasan dan kesungguhan hati. Semoga Allah mengabulkan doa-doa kita dan menerima ibadah haji dan umrah kita.

Baca juga