Akhlaq & Tasawuf

Wujud Asli Iblis Seperti Apa Gerangan? Ini Penjelasan Al-Qur’an dan Hadis

Wujud Asli Iblis Seperti Apa Gerangan Ini Penjelasan Al Qur'an dan Hadis

Iblis merupakan sosok yang sering disebut dalam Al-Qur’an dan kisah penciptaan Nabi Adam AS. Ia dikenal sebagai makhluk yang menolak perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Adam karena kesombongannya. Sejak saat itu, Iblis menjadi musuh manusia dan bertekad menyesatkan keturunan Adam dari jalan yang benar.

Namun, pernahkah kita bertanya-tanya, seperti apa wujud asli Iblis sebenarnya? Apakah Iblis memiliki tanduk, sayap, tubuh yang menyeramkan, atau rupa tertentu sebagaimana yang sering digambarkan dalam film dan cerita populer?

Pertanyaan ini menarik untuk dibahas. Akan tetapi, sebagai seorang muslim, kita perlu membedakan antara keterangan yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis sahih dengan gambaran yang berkembang melalui cerita rakyat, mitos, atau imajinasi manusia.

Lantas, apa yang sebenarnya dijelaskan oleh Islam mengenai wujud asli Iblis?

1. Iblis Berasal dari Golongan Jin

Salah satu keterangan paling penting tentang Iblis terdapat dalam Surah Al-Kahfi ayat 50. Allah SWT berfirman:

Ia (Iblis) adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya.

Ayat tersebut menegaskan bahwa Iblis berasal dari golongan jin, bukan malaikat.

Allah SWT juga menjelaskan bahwa Iblis menolak perintah untuk bersujud kepada Nabi Adam AS. Penolakan itu bukan karena ia tidak mengetahui perintah Allah, melainkan karena kesombongan dan keengganannya untuk menaati perintah tersebut.

Dalil: QS. Al-Kahfi: 50.

Keterangan ini penting karena sebagian orang menganggap Iblis pada awalnya adalah malaikat. Padahal, Al-Qur’an secara tegas menyebutkan bahwa Iblis termasuk golongan jin.

Meskipun berada di tengah para malaikat ketika perintah bersujud kepada Adam disampaikan, hal itu tidak mengubah asal-usulnya sebagai jin.

2. Iblis Diciptakan dari Api

Al-Qur’an juga memberikan keterangan tentang bahan penciptaan Iblis. Ketika Allah SWT menanyakan alasan Iblis menolak bersujud kepada Adam, Iblis menjawab:

Aku lebih baik daripada dia. Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.

Keterangan tersebut terdapat dalam Surah Sad ayat 76.

Dalil: QS. Sad: 76.

Dalam Surah Al-A’raf ayat 12, Allah SWT juga mengabadikan perkataan Iblis yang membandingkan asal penciptaannya dengan Nabi Adam AS.

Dari ayat-ayat tersebut, kita mengetahui bahwa Iblis menyebut dirinya diciptakan dari api, sedangkan Adam diciptakan dari tanah.

Namun, ada hal yang perlu dipahami: mengetahui bahwa Iblis diciptakan dari api tidak berarti kita mengetahui secara pasti bentuk tubuhnya.

Sumber penciptaan bukanlah gambaran lengkap mengenai rupa suatu makhluk. Karena itu, tidak tepat jika seseorang memastikan bahwa tubuh Iblis berwarna merah menyala, dipenuhi api, atau memiliki bentuk tertentu hanya berdasarkan ayat tersebut.

3. Apakah Wujud Asli Iblis Menyeramkan?

Pertanyaan ini sering muncul karena gambaran Iblis dalam film, ilustrasi, dan cerita masyarakat biasanya sangat menakutkan.

Ada yang menggambarkannya bertanduk, bermata merah, memiliki sayap besar, atau bertubuh menyerupai monster. Namun, apakah semua ciri tersebut benar-benar dijelaskan dalam sumber Islam yang sahih?

Sejauh keterangan Al-Qur’an dan hadis sahih yang menjadi dasar pembahasan ini, tidak ada uraian terperinci yang memastikan bentuk fisik asli Iblis, termasuk ukuran tubuh, warna kulit, jumlah tanduk, atau bentuk wajahnya.

Oleh karena itu, gambaran-gambaran tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta agama.

Islam mengajarkan agar kita berhati-hati ketika membicarakan perkara gaib. Sesuatu yang tidak dijelaskan secara terperinci oleh wahyu tidak seharusnya dipastikan hanya berdasarkan dugaan.

Dengan demikian, jawaban yang paling tepat bukanlah mengarang bentuk Iblis, melainkan mengakui batas pengetahuan manusia mengenai perkara tersebut.

4. Mengapa Manusia Tidak Bisa Melihat Iblis dalam Wujud Aslinya?

Iblis termasuk golongan jin, sedangkan jin merupakan makhluk gaib yang tidak dapat dilihat manusia dalam keadaan biasa.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A’raf ayat 27:

Sesungguhnya ia (setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.

Dalil: QS. Al-A’raf: 27.

Ayat ini memberikan peringatan kepada manusia mengenai keberadaan setan dan bahayanya mengikuti godaan mereka. Ayat tersebut juga menunjukkan adanya perbedaan kemampuan melihat antara manusia dan jin dalam keadaan yang disebutkan.

Namun, ayat ini tidak berarti bahwa jin sama sekali tidak mungkin menampakkan diri dalam bentuk tertentu. Hal yang perlu dibedakan adalah wujud asli mereka dan kemungkinan penampakan dalam bentuk lain.

Karena itu, kita tidak dapat menjadikan setiap cerita penampakan sebagai bukti tentang rupa asli Iblis. Cerita semacam itu perlu diperiksa sumber dan kebenarannya.

5. Apakah Iblis Memiliki Sayap, Tanduk, dan Bentuk Seperti Monster?

Gambaran Iblis dengan tanduk, sayap besar, kuku panjang, dan wajah menyeramkan sudah lama ditemukan dalam berbagai karya seni serta budaya populer.

Akan tetapi, gambaran visual tersebut tidak otomatis berasal dari Al-Qur’an atau hadis sahih.

Dalam membahas wujud asli Iblis, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:

  • Tanduk: Tidak ada dasar yang cukup untuk memastikan bahwa Iblis memiliki tanduk dalam wujud aslinya.

  • Sayap: Kita tidak boleh memastikan bentuk atau jumlah sayap Iblis tanpa dalil yang sahih.

  • Warna tubuh: Al-Qur’an menjelaskan asal penciptaannya dari api, tetapi tidak memberikan deskripsi lengkap mengenai warna tubuh Iblis.

  • Bentuk wajah dan ukuran tubuh: Tidak terdapat uraian terperinci yang dapat dijadikan dasar untuk memastikan ciri-ciri tersebut.

Penting untuk membedakan antara gambaran artistik yang dibuat untuk menyampaikan pesan moral dan informasi yang benar-benar didukung oleh sumber agama.

Kita boleh membicarakan Iblis sebagai makhluk yang harus diwaspadai godaannya, tetapi tidak seharusnya menetapkan ciri fisik yang tidak memiliki dasar yang jelas.

6. Apa Perbedaan Iblis, Setan, dan Jin?

Ketiga istilah ini sering digunakan secara bergantian dalam percakapan sehari-hari. Padahal, pemakaiannya memiliki perbedaan.

Jin adalah golongan makhluk yang diciptakan Allah SWT. Di antara mereka ada yang beriman dan ada pula yang ingkar. Karena itu, tidak tepat menyamakan seluruh jin dengan Iblis atau setan.

Iblis adalah sosok yang menolak perintah Allah untuk bersujud kepada Adam dan kemudian menjadi musuh manusia. Al-Qur’an secara tegas menyebutkan bahwa Iblis termasuk golongan jin.

Sementara itu, setan merupakan sebutan bagi makhluk yang membangkang dan menyesatkan. Istilah ini dapat digunakan untuk setan dari kalangan jin maupun manusia, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-An’am ayat 112.

Dalil: QS. Al-An’am: 112.

Dengan memahami perbedaan ini, kita tidak mudah terjebak dalam anggapan bahwa setiap jin adalah jahat atau bahwa semua gambaran setan selalu merujuk pada wujud fisik Iblis.

7. Bahaya Iblis Bukan Terletak pada Rupanya, Melainkan pada Godaannya

Mengetahui seperti apa wujud asli Iblis memang dapat menimbulkan rasa ingin tahu. Namun, hal yang jauh lebih penting adalah memahami bahaya yang ditimbulkannya bagi kehidupan manusia.

Iblis bertekad menyesatkan manusia. Dalam Surah Al-A’raf ayat 16–17, Al-Qur’an menggambarkan tekadnya untuk menghalangi manusia dari jalan Allah dan mendatangi mereka dari berbagai arah.

Dalil: QS. Al-A’raf: 16–17.

Godaan setan dapat membuat seseorang meremehkan dosa, membenci kebenaran, bersikap sombong, memutus hubungan persaudaraan, atau menunda-nunda tobat.

Karena itu, perhatian utama seorang muslim seharusnya bukan membayangkan rupa Iblis, melainkan mengenali cara-cara godaan yang dapat menjauhkan dirinya dari ketaatan kepada Allah.

Allah SWT memerintahkan manusia untuk tidak mengikuti langkah-langkah setan dan mengingatkan bahwa setan adalah musuh yang nyata.

Salah satu cara melindungi diri adalah dengan menjaga salat, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, memohon perlindungan kepada Allah, serta berusaha menjauhi perbuatan yang dilarang agama.

8. Bagaimana Cara Melindungi Diri dari Godaan Setan?

Islam memberikan tuntunan agar manusia memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan. Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:

Membaca isti’azah

Ketika menghadapi godaan atau gangguan setan, seorang muslim dianjurkan memohon perlindungan kepada Allah dengan membaca:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Latin: A’udzu billahi minasy-syaithanir-rajim.

Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.

Bacaan ini mengingatkan bahwa perlindungan sejati berasal dari Allah SWT.

Memperbanyak zikir

Mengingat Allah merupakan bagian penting dalam menjaga hati agar tetap terarah kepada kebaikan. Biasakan membaca zikir yang diajarkan Rasulullah ﷺ, baik pada pagi dan petang maupun dalam berbagai aktivitas sehari-hari.

Membaca Al-Qur’an

Membaca dan memahami Al-Qur’an membantu seorang muslim mengenali perintah Allah, menjauhi larangan-Nya, dan memperkuat keimanan.

Menjaga salat dan menjauhi maksiat

Salat merupakan kewajiban utama yang membantu seorang muslim menjaga hubungannya dengan Allah. Selain itu, berusaha meninggalkan maksiat dan segera bertobat ketika melakukan kesalahan merupakan bagian dari upaya melindungi diri dari godaan setan.

Semua amalan tersebut hendaknya dilakukan dengan keyakinan bahwa Allah adalah tempat memohon pertolongan, bukan karena rasa takut berlebihan terhadap cerita-cerita yang tidak jelas sumbernya.

Kesimpulan

Lantas, wujud asli Iblis seperti apa gerangan?

Berdasarkan Al-Qur’an, kita mengetahui bahwa Iblis termasuk golongan jin dan menyebut dirinya diciptakan dari api. Namun, sumber-sumber utama Islam yang dibahas di sini tidak memberikan deskripsi terperinci yang memastikan bentuk fisik asli Iblis, seperti tanduk, warna kulit, jumlah sayap, atau bentuk wajahnya.

Karena itu, gambaran Iblis yang beredar dalam film, ilustrasi, dan cerita populer tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta agama.

Hal yang lebih penting untuk dipahami adalah bahwa Iblis merupakan musuh manusia yang berusaha menyesatkan dari jalan Allah SWT. Seorang muslim hendaknya memperkuat iman, menjaga ibadah, memperbanyak zikir, dan memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan.

Semoga Allah SWT melindungi kita dari godaan Iblis dan setan, menjaga hati kita agar tetap teguh dalam keimanan, serta membimbing kita untuk senantiasa berada di jalan yang diridai-Nya.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Baca juga