QS. Al-A'raf Ayat 27

Tempat Tertinggi · Surat ke-7 · 206 ayat

27

يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطٰنُ كَمَآ اَخْرَجَ اَبَوَيْكُمْ مِّنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءٰتِهِمَا ۗاِنَّهٗ يَرٰىكُمْ هُوَ وَقَبِيْلُهٗ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْۗ اِنَّا جَعَلْنَا الشَّيٰطِيْنَ اَوْلِيَاۤءَ لِلَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ

Yā banī ādama lā yaftinannakumusy-syaiṭānu kamā akhraja abawaikum minal-jannati yanzi‘u ‘anhumā libāsahumā liyuriyahumā sau'ātihimā, innahū yarākum huwa wa qabīluhū min ḥaiṡu lā taraunahum, innā ja‘alnasy-syayāṭīna auliyā'a lil-lażīna lā yu'minūn(a).

Wahai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali kamu tertipu oleh setan sebagaimana ia (setan) telah mengeluarkan ibu bapakmu dari surga dengan menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya aurat mereka berdua. Sesungguhnya ia (setan) dan para pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak (bisa) melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu (sebagai) penolong bagi orang-orang yang tidak beriman.

Tafsir QS. Al-A'raf Ayat 27

Ayat ini menyerukan kepada anak cucu Adam agar mereka jangan sampai lalai dan lengah, melupakan dan menyia-nyiakan dirinya, tidak menyucikan dan agar membentengi dirinya dengan takwa. Hendaknya mereka selalu mengingat Allah, karena kalau tidak, hatinya akan berkarat sebagaimana berkaratnya besi. Dengan demikian, mereka akan mempunyai kekuatan yang membaja untuk menghadapi bujukan dan rayuan setan dan selamatlah mereka dari tipu dayanya dan tidak akan mengalami nasib buruk seperti yang telah dialami ibu bapak manusia, yaitu Adam a.s. dengan istrinya, sehingga keduanya dikeluarkan dari surga, pakaiannya tanggal sehingga auratnya kelihatan. Setan dan pengikutnya turun temurun memusuhi terus menerus anak-cucu Adam. Dia senantiasa mengintip dan memperhatikan, di mana ada kelemahan mereka, di sanalah dia memasukkan jarumnya sebagai godaan dan tipuan. Dialah musuh yang sangat berbahaya, karena dia melihat mereka, sedang mereka tidak melihatnya. Dia lebih berbahaya dari musuh biasa yang dapat dilihat karena musuh-musuh lahiriah itu dapat diketahui di mana adanya dan ke mana arah tujuannya, malah lebih berbahaya lagi dari musuh dalam selimut. Dia mengalir dalam tubuh manusia seperti mengalirnya darah, sebagaimana sabda Nabi Muhammad saw

"Sesungguhnya setan itu mengalir pada tubuh anak-cucu Adam sebagaimana mengalirnya darah dalam tubuh". (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Anas)

Setan itu tidak ubahnya dengan bahaya penyakit yang tidak kelihatan kecuali dengan mikroskop yang biasanya ditularkan oleh lalat atau nyamuk yang dimasukkan ke dalam makanan dan minuman atau ke dalam tubuh manusia melalui darah. Ia menembus masuk ke dalam tubuh tanpa diketahui yang akibatnya menyedihkan sekali, karena sukar akan dapat sembuh dalam waktu singkat dan ada kemungkinan tidak dapat sembuh sama sekali. Berbeda dengan penyakit yang dapat dilihat dengan mata kepala seperti kudis dan sebagainya, dengan cepat dapat diobati dan dalam waktu singkat dapat sembuh. Kekhawatiran yang berakibat buruk seperti tersebut di atas itu dapat terjadi hanya pada manusia yang kurang atau sama sekali tidak beriman, karena mereka itulah yang akan menjadi mangsanya dan kepada merekalah, Allah telah menjadikan setan sebagai pemiliknya.

Tentang Surat Al-A'raf

Surat Al A'raaf yang berjumlah 206 ayat termasuk golongan surat Makkiyah, diturunkan sebelum turunnya surat Al An'aam dan termasuk golongan surat Assab 'uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Dinamakan Al A'raaf karena perkataan Al A'raaf terdapat dalam ayat 46 yang mengemukakan tentang keadaan orang-orang yang berada di atas Al A'raaf yaitu: tempat yang tertinggi di batas surga dan neraka.