Sholat Isyraq dan sholat Awwabin merupakan dua di antara amalan sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mengenal waktu, tata cara, serta keutamaan dari kedua ibadah ini akan membantu seorang Muslim memaksimalkan hari-harinya dengan amalan shalih. Meskipun bukan sholat fardhu, keduanya memiliki keutamaan besar yang sayang untuk dilewatkan oleh setiap pemburu ridha Ilahi.
Pengertian Sholat Isyraq dan Sholat Awwabin
Sholat Isyraq adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu pagi ketika matahari sudah terbit dan naik se tinggi tombak atau sekitar setelah matahari keluar dan mulai meninggi. Sebagian ulama menyamakan sholat Isyraq dengan sholat Dhuha yang dikerjakan di awal waktunya, sementara sebagian lainnya membedakannya berdasarkan riwayat khusus. Istilah Isyraq sendiri berasal dari kata syaraqa yang berarti terbit.
Adapun sholat Awwabin adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu antara Maghrib dan Isya. Kata Awwabin berarti orang-orang yang sering kembali kepada Allah atau bertaubat. Waktu ini sering kali dilalaikan oleh banyak orang karena sibuk dengan urusan dunia atau istirahat setelah seharian beraktivitas, sehingga menghidupkannya dengan ibadah bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.
Hukum melaksanakan kedua sholat sunnah ini adalah sunnah muakkadah atau sangat dianjurkan. Dalam fikih Islam, amalan sunnah berfungsi untuk menambal kekurangan pada sholat fardhu sekaligus mengangkat derajat seorang hamba. Memahami ketentuan ini juga berkaitan erat dengan pengetahuan tentang Waktu-Waktu Terlarang untuk Sholat dalam Fikih Islam agar ibadah yang dilakukan sah dan sesuai tuntunan.
Dalil dan Dasar Hukum
Landasan pensyariatan sholat sunnah ini bersumber dari berbagai hadits shahih yang diriwayatkan oleh para imam ahli hadits. Mengenai keutamaan duduk berdzikir hingga matahari terbit lalu sholat, Nabi Muhammad ﷺ bersabda dalam sebuah riwayat bahwa barangsiapa yang sholat Subuh berjamaah lalu duduk berdzikir hingga matahari terbit kemudian sholat dua rakaat, maka baginya pahala seperti pahala haji dan umrah yang sempurna.
Sementara itu, dasar mengenai sholat Awwabin atau sholat sunnah ba’diyah Maghrib dan rangkaiannya bersandar pada amalan Nabi Muhammad ﷺ serta atsar dari para sahabat RA. Di samping itu, penting bagi setiap Muslim untuk senantiasa menjaga kewajiban utama seperti Waktu Sholat Subuh dan Batas Akhirnya dalam Fikih Islam sebelum menyempurnakannya dengan amalan sunnah seperti Isyraq.
Syarat dan Rukun Sholat Sunnah
- Beragama Islam, berakal, dan telah mencapai usia mumayyiz.
- Suci dari hadas kecil dan hadas besar yang mengharuskan wudhu atau mandi.
- Menutup aurat dan menghadap ke arah kiblat dengan sempurna.
- Masuknya waktu pelaksanaan sholat, yaitu setelah terbit matahari meninggi untuk Isyraq, dan setelah sholat Maghrib untuk Awwabin.
- Melaksanakan rukun-rukun sholat seperti niat, takbiratul ihram, berdiri bagi yang mampu, membaca Al-Fatihah, ruku, iktidal, sujud, dan diakhiri dengan salam.
Tata Cara Sholat Isyraq dan Awwabin Langkah demi Langkah
- Menjaga sholat Subuh berjamaah di masjid (khusus untuk amalan Isyraq) lalu tetap duduk berdzikir, membaca Al-Quran, atau mengingat Allah SWT sampai matahari terbit dan naik sedikit.
- Berdiri untuk melaksanakan sholat sunnah Isyraq sebanyak dua rakaat dengan niat karena Allah ta’ala, membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek pada setiap rakaatnya.
- Untuk sholat Awwabin, dikerjakan pada waktu antara Maghrib dan Isya minimal sebanyak dua rakaat atau lebih sesuai kemampuan, dengan tata cara sholat sunnah pada umumnya yang diakhiri salam setiap dua rakaat.
- Menyempurnakan rangkaian ibadah dengan memperbanyak doa, dzikir, dan memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala kesalahan.
- Memastikan gerakan dan rukun sholat dilakukan dengan thakninah atau tenang, serta menjauhi Hal-Hal yang Membatalkan Sholat: Ketentuan Fikih dan Panduan agar ibadah diterima secara sempurna.
Keutamaan Sholat Isyraq dan Awwabin
Keutamaan terbesar sholat Isyraq adalah mendapatkan pahala senilai haji dan umrah yang sempurna, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Tirmidzi. Pahala yang sangat besar ini merupakan karunia Allah SWT bagi hamba yang menyibukkan awal paginya dengan ketaatan, dzikir, dan sholat sunnah di saat banyak orang tertidur atau terlelap dalam urusan dunia.
Adapun sholat Awwabin memiliki keutamaan sebagai penyejuk malam dan sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di waktu yang sering dilalaikan manusia. Orang yang menghidupkan waktu antara Maghrib dan Isya dengan sholat sunnah dicatat sebagai golongan orang-orang yang senantiasa kembali kepada Allah dan bertaubat dari segala khilaf.
Kesalahan yang Sering Terjadi
- Mengabaikan sholat Subuh berjamaah lalu langsung mengerjakan sholat Isyraq, padahal keutamaan utama Isyraq didapatkan oleh mereka yang berdzikir sejak Subuh di tempat sholatnya. Cara memperbaikinya adalah dengan berusaha istiqamah sholat Subuh berjamaah di masjid.
- Melakukan sholat Isyraq tepat saat matahari baru saja terbit di ufuk timur sebelum meninggi, yang mana waktu tersebut termasuk waktu terlarang sholat. Cara memperbaikinya adalah menunggu beberapa belas menit hingga matahari benar-benar naik setinggi tombak.
- Berlebihan dalam menentukan jumlah rakaat sholat Awwabin tanpa dalil yang jelas atau meninggalkan kewajiban fardhu demi mengejar sunnah. Cara memperbaikinya adalah mengikuti batasan jumlah rakaat yang diajarkan para ulama serta mendahulukan perkara yang wajib.
Kesimpulan
Sholat Isyraq dan sholat Awwabin adalah dua amalan sunnah mulia yang dapat menghiasi awal dan akhir siang seorang Muslim dengan cahaya ketaatan. Dengan memahami waktu pelaksanaan, tata cara, serta keutamaannya, kita dapat mengisi waktu luang dengan aktivitas yang mendatangkan pahala berlimpah. Mari senantiasa istiqamah menjalankan sunnah-sunnah Nabi Muhammad ﷺ dalam kehidupan sehari-hari.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.
Rujukan
- HR. Tirmidzi
- HR. Muslim
- Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, Imam An-Nawawi










