Ibadah

Adzan dan Iqamah: Lafaz, Makna, serta Tata Caranya

Adzan dan Iqamah: Lafaz, Makna, serta Tata Caranya

Adzan dan iqamah merupakan dua syiar agung dalam Islam yang menandai dimulainya pelaksanaan ibadah sholat fardhu. Memahami lafaz, makna, serta tata cara yang benar dari keduanya sangat penting bagi setiap Muslim agar ibadah yang didahului dengannya dapat dilaksanakan sesuai dengan tuntunan sunnah Nabi Muhammad ﷺ.

Pengertian Adzan dan Iqamah

Secara bahasa, adzan berarti pemberitahuan atau pengumuman, sedangkan secara istilah syariat adzan adalah seruan tertentu untuk memberitahukan masuknya waktu sholat fardhu dengan lafaz-lafaz yang khusus. Adzan dikumandangkan agar kaum Muslimin segera bersiap mendirikan sholat secara berjamaah di masjid atau musala. Hukum adzan bagi sholat fardhu berjamaah adalah fardhu kifayah bagi penduduk suatu kawasan, yang berarti jika sebagian orang telah melakukannya, maka gugur kewajiban bagi yang lain.

Adapun iqamah secara bahasa berarti menegakkan sesuatu atau bangkit. Dalam istilah fikih, iqamah adalah seruan atau pemberitahuan kepada para jamaah bahwa sholat fardhu akan segera dimulai. Berbeda dengan adzan yang dikumandangkan dengan suara panjang dan lantang untuk memanggil orang dari kejauhan, iqamah biasanya dilafalkan dengan tempo yang lebih cepat dan suara yang cenderung tidak sepanjang adzan karena ditujukan kepada orang yang sudah berada di dalam tempat sholat.

Keduanya disyariatkan pada tahun pertama atau kedua hijriah setelah kaum Muslimin berpindah ke Madinah. Tata cara pensyariatan adzan ini melalui mimpi yang dialami oleh sebagian sahabat Nabi Muhammad ﷺ, yang kemudian disetujui oleh Rasulullah ﷺ sebagai cara resmi untuk memanggil umat Islam menunaikan kewajiban sholat lima waktu. Sejak saat itu, adzan dan iqamah menjadi identitas penting keislaman di setiap penjuru dunia.

Dalil dan Dasar Hukum

Dasar pensyariatan adzan dan iqamah dapat ditemukan dalam Al-Quran serta berbagai hadits shahih yang diriwayatkan oleh para sahabat. Di dalam Al-Quran, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman mengenai seruan ketika hendak mendirikan sholat:

وَاِذَا نَادَيْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ اتَّخَذُوْهَا هُزُوًا وَّلَعِبًا ۗذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَ

Wa iżā nādaitum ilaṣ-ṣalātittakhażūhā huzuwaw wa la‘ibā(n), żālika bi'annahum qaumul lā ya‘qilūn(a).

Apabila kamu menyeru untuk (melaksanakan) salat, mereka menjadikannya bahan ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka orang-orang yang tidak mengerti. (QS. Al-Ma'idah: 58)

Selain ayat tersebut, terdapat banyak hadits yang menjelaskan tata cara adzan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad ﷺ kepada para sahabatnya. Salah satu hadits yang masyhur adalah riwayat dari Abdullah bin Zaid RA dan Umar bin Khattab RA tentang mimpi seruan adzan. Rasulullah ﷺ juga bersabda kepada Bilal bin Rabah RA dan sahabat lainnya mengenai pentingnya menyampaikan seruan tersebut dengan jelas dan benar.

Para ulama mazhab sepakat bahwa adzan dan iqamah adalah bagian dari syiar Islam yang sangat ditekankan, khususnya untuk pelaksanaan sholat fardhu yang lima waktu secara berjamaah. Meninggalkan adzan secara sengaja bagi suatu komunitas Muslim di suatu tempat hukumnya adalah makruh tahrim atau bahkan berdosa jika mereka sepakat meninggalkannya secara total karena hal tersebut berarti meruntuhkan syiar yang tampak.

Syarat dan Rukun Adzan dan Iqamah

  • Masuk waktu sholat fardhu kecuali untuk sholat subuh yang kadang dibolehkan adzan pertama sebelum fajar shadiq dengan ketentuan ada adzan kedua setelahnya.
  • Dikumandangkan menggunakan bahasa Arab yang fasih sesuai dengan lafaz yang telah diajarkan oleh sunnah Nabi Muhammad ﷺ.
  • Dilakukan secara tertib dan beruntun sesuai urutan lafaz yang telah ditetapkan tanpa ada perubahan atau pengurangan makna.
  • Pelaku adzan (muadzin) harus seorang Muslim yang mumayyiz, berakal sehat, laki-laki, dan adil atau minimal dapat dipercaya.

Tata Cara Adzan dan Iqamah Langkah demi Langkah

  1. Muadzin menghadap ke arah kiblat dalam keadaan suci dari hadast besar maupun kecil serta berdiri tegak.
  2. Mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan telinga atau bahu, lalu memasukkan ujung jari telunjuk ke dalam kedua telinga saat mengumandangkan lafaz adzan.
  3. Melafalkan takbir sebanyak empat kali di awal, diikuti dua kali syahadat tauhid dan syahadat rasul dengan suara yang jelas dan lantang.
  4. Melanjutkan seruan ajakan menuju sholat dan kemenangan, serta menutup rangkaian adzan dengan lafaz takbir dan kalimat tauhid.
  5. Melakukan iqamah dengan tempo yang lebih cepat setelah jamaah berkumpul dan siap mendirikan sholat.

Keutamaan Adzan dan Iqamah

Mengumandangkan adzan memiliki keutamaan yang sangat besar di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan bahwa suara muadzin yang terdengar oleh segala sesuatu, baik manusia, jin, maupun makhluk lainnya, akan menjadi saksi baginya kelak di hari kiamat. Orang yang mengumandangkan adzan juga dijanjikan mendapatkan ampunan dosa sejauh suara radionya atau jangkauan suaranya terdengar.

Selain itu, terdapat anjuran bagi setiap Muslim yang mendengar adzan untuk menirukan apa yang diucapkan oleh muadzin, kecuali pada kalimat hayya ‘alash-shalah dan hayya ‘alal-falah di mana pendengar dianjurkan membaca laau hawla wala quwwata illa billah. Setelah selesai mendengarkan adzan, disunnahkan untuk membaca Doa Sesudah Adzan agar mendapatkan syafaat Nabi Muhammad ﷺ di hari akhir.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  • Mengubah lafaz adzan atau melagukannya secara berlebihan hingga merusak arti dan makhraj huruf aslinya, yang dapat diatasi dengan mempelajari ilmu tajwid dan makharijul huruf yang benar.
  • Mengumandangkan adzan sebelum masuk waktu sholat fardhu yang sebenarnya, kecuali untuk adzan pertama pada sholat subuh yang memiliki aturan tersendiri dalam fikih.

Kesimpulan

Adzan dan iqamah adalah syiar Islam yang menandai dimulainya ibadah sholat fardhu serta sarana untuk mengumpulkan kaum Muslimin agar senantiasa menegakkan sholat secara berjamaah. Mengetahui lafaz, makna, syarat, serta tata cara yang sesuai dengan sunnah akan membantu setiap Muslim menyempurnakan amal ibadahnya sehari-hari.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

Baca juga

Lihat Kisah Para Nabi

Kunjungi Kisah Para Nabi