Ibadah

Niat Shalat Subuh 2 Rakaat: Arab, Latin, Arti, dan Tata Caranya

Niat Shalat Subuh

Shalat Subuh merupakan salah satu shalat fardu lima waktu yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Shalat ini terdiri dari dua rakaat dan waktunya dimulai sejak terbit fajar shadiq hingga sebelum matahari terbit.

Memahami niat shalat Subuh, bacaan dalam setiap gerakan, serta urutan pelaksanaannya sangat penting agar ibadah dapat dilakukan dengan benar dan khusyuk. Panduan ini membahas shalat Subuh mulai dari takbiratul ihram, doa iftitah, Surah Al-Fatihah, rukuk, iktidal, sujud, doa qunut, tasyahud akhir, hingga salam.

Bacaan Niat Shalat Subuh

Niat shalat Subuh dilakukan di dalam hati, yaitu dengan menyengaja melaksanakan shalat fardu Subuh karena Allah SWT. Bagi yang terbiasa melafalkan niat, berikut salah satu redaksi yang umum digunakan.

Tulisan Arab

أُصَلِّي فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Bacaan Latin

Ushallī fardhaṣ-ṣubḥi rak‘ataini mustaqbilal-qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.

Artinya

“Aku berniat melaksanakan shalat fardu Subuh dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Taala.”

Melafalkan niat bukan syarat sah shalat menurut banyak ulama. Yang terpenting adalah niat di dalam hati ketika memulai shalat.

Berapa Rakaat Shalat Subuh?

Shalat fardu Subuh terdiri dari dua rakaat. Shalat sunnah qabliyah Subuh yang dikerjakan sebelum shalat fardu merupakan ibadah terpisah.

Keterangan Penjelasan
Jumlah rakaat 2 rakaat
Waktu Sejak terbit fajar shadiq hingga sebelum matahari terbit
Arah shalat Menghadap kiblat
Penutup Tasyahud akhir dan salam
Doa qunut Dianjurkan dalam mazhab Syafi’i pada rakaat kedua setelah iktidal

Tata Cara Shalat Subuh dan Bacaan Lengkapnya

1. Berdiri Menghadap Kiblat dan Takbiratul Ihram

Pastikan telah berwudu, pakaian dan tempat shalat suci, aurat tertutup, serta waktu Subuh telah masuk. Berdirilah menghadap kiblat jika mampu.

Hadirkan niat shalat Subuh di dalam hati, kemudian lakukan takbiratul ihram dengan mengangkat tangan sesuai tuntunan yang dipelajari.

Bacaan Arab

اللَّهُ أَكْبَرُ

Latin

Allāhu akbar.

Artinya

“Allah Mahabesar.”

Takbiratul ihram merupakan rukun shalat. Setelah mengucapkannya, mulailah rangkaian ibadah shalat.

2. Membaca Doa Iftitah

Setelah takbiratul ihram, bacalah doa iftitah. Doa ini hukumnya sunnah dan dibaca sebelum Surah Al-Fatihah. Jika memilih untuk tidak membacanya, shalat tetap sah.

Salah satu bacaan yang umum digunakan adalah sebagai berikut.

Tulisan Arab

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، وَتَبَارَكَ اسْمُكَ، وَتَعَالَى جَدُّكَ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ

Bacaan Latin

Subḥānakallāhumma wa biḥamdika, wa tabārakasmuka, wa ta‘ālā jadduka, wa lā ilāha ghairuk.

Artinya

“Maha Suci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Mahaberkah nama-Mu, Mahatinggi keagungan-Mu, dan tidak ada Tuhan selain Engkau.”

Ada beberapa redaksi doa iftitah yang dikenal dalam riwayat. Anda dapat mempelajarinya melalui artikel bacaan doa iftitah lengkap.

3. Membaca Taawuz dan Surah Al-Fatihah

Setelah doa iftitah, bacalah taawuz sebelum membaca Al-Qur’an. Kemudian, bacalah Surah Al-Fatihah sampai selesai.

Bacaan taawuz

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Latin

A‘ūdzu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm.

Artinya

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.”

Surah Al-Fatihah — Arab

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bacaan Latin

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.
Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn.
Ar-raḥmānir-raḥīm.
Māliki yaumid-dīn.
Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn.
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm.
Ṣirāṭallażīna an‘amta ‘alaihim, ghairil-maghḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn.

Artinya

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Pemilik hari pembalasan.

Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.

Tunjukilah kami jalan yang lurus.

Yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.

Setelah Al-Fatihah, ucapkan “amin” sesuai tuntunan yang dipelajari, kemudian bacalah surah atau beberapa ayat Al-Qur’an. Pada rakaat pertama, salah satu surah pendek yang dapat dibaca adalah Surah Al-Ikhlas.

Surah Al-Ikhlas Arab

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
اللَّهُ الصَّمَدُ
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Bacaan Latin

Qul huwallāhu aḥad.
Allāhuṣ-ṣamad.
Lam yalid wa lam yūlad.
Wa lam yakul lahū kufuwan aḥad.

Artinya

Katakanlah, “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”

Surah Al-Ikhlas hanyalah contoh. Anda boleh membaca surah pendek lain yang telah dihafal.

4. Rukuk dan Membaca Tasbih Rukuk

Setelah membaca Al-Fatihah dan surah, ucapkan takbir sambil bergerak menuju rukuk. Bungkukkan badan dengan tenang dan letakkan tangan pada lutut sesuai tuntunan shalat.

Bacaan Arab

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ

Bacaan Latin

Subḥāna rabbiyal-‘aẓīm.

Artinya

“Maha Suci Tuhanku Yang Mahaagung.”

Bacaan ini lazim dibaca tiga kali ketika rukuk. Pastikan posisi rukuk tenang dan tidak terburu-buru.

5. Iktidal dan Bacaan Setelah Rukuk

Bangkit dari rukuk sambil mengangkat badan hingga berdiri tegak. Ketika bangkit, bacalah:

Bacaan Arab

سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ

Bacaan Latin

Sami‘allāhu liman ḥamidah.

Artinya

“Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”

Setelah berdiri tegak, bacalah:

Bacaan Arab

رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ

Bacaan Latin

Rabbanā wa lakal-ḥamd.

Artinya

“Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”

Ada beberapa redaksi pujian iktidal yang sahih. Bacaan di atas merupakan salah satu bentuk ringkas yang umum digunakan. Berhentilah sejenak dalam posisi berdiri tegak sebelum turun untuk sujud.

6. Sujud Pertama dan Membaca Tasbih Sujud

Setelah iktidal, ucapkan takbir dan turun untuk sujud. Letakkan anggota sujud sesuai tuntunan, yaitu dahi bersama hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan ujung jari kedua kaki.

Bacaan Arab

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Bacaan Latin

Subḥāna rabbiyal-a‘lā.

Artinya

“Maha Suci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

Bacaan ini lazim diucapkan tiga kali. Lakukan sujud dengan tenang dan jangan terburu-buru bangkit.

7. Duduk di Antara Dua Sujud

Setelah sujud pertama, ucapkan takbir sambil bangkit untuk duduk di antara dua sujud. Duduklah dengan tenang, kemudian bacalah doa berikut.

Tulisan Arab

رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاجْبُرْنِي، وَارْفَعْنِي، وَارْزُقْنِي، وَاهْدِنِي، وَعَافِنِي، وَاعْفُ عَنِّي

Bacaan Latin

Rabbighfir lī, warḥamnī, wajburnī, warfa‘nī, warzuqnī, wahdinī, wa‘āfinī, wa‘fu ‘annī.

Artinya

“Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah kekuranganku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku.”

Terdapat beberapa redaksi doa duduk di antara dua sujud. Anda dapat mempelajari salah satu redaksi yang diajarkan oleh guru atau rujukan fikih tepercaya.

8. Sujud Kedua

Setelah duduk di antara dua sujud, ucapkan takbir dan lakukan sujud kedua.

Bacaan Arab

سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى

Bacaan Latin

Subḥāna rabbiyal-a‘lā.

Artinya

“Maha Suci Tuhanku Yang Mahatinggi.”

Bacaan sujud kedua sama seperti sujud pertama. Setelah selesai, ucapkan takbir sambil bangkit berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.

Tata Cara Shalat Subuh Rakaat Kedua

Pada rakaat kedua, urutan gerakannya hampir sama dengan rakaat pertama. Perbedaannya, doa iftitah tidak perlu diulang.

9. Membaca Al-Fatihah dan Surah Pendek

Setelah berdiri tegak, bacalah Surah Al-Fatihah. Kemudian, lanjutkan dengan surah atau ayat Al-Qur’an yang dihafal.

Sebagai contoh, Anda dapat membaca Surah Al-Kautsar.

Tulisan Arab

إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ

Bacaan Latin

Innā a‘ṭainākal-kautsar.
Faṣalli lirabbika wanḥar.
Inna syāni’aka huwal-abtar.

Artinya

“Sesungguhnya Kami telah memberimu nikmat yang banyak. Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu, dialah yang terputus.”

Surah Al-Kautsar hanyalah contoh bacaan. Anda boleh memilih surah pendek lainnya.

10. Rukuk, Iktidal, dan Sujud pada Rakaat Kedua

Setelah membaca Al-Fatihah dan surah, lakukan urutan berikut:

  1. Rukuk sambil membaca tasbih rukuk.
  2. Bangkit menuju iktidal sambil membaca Sami‘allāhu liman ḥamidah.
  3. Berdiri tegak dan membaca Rabbanā wa lakal-ḥamd.
  4. Turun untuk sujud pertama sambil membaca takbir.
  5. Membaca tasbih sujud.
  6. Duduk di antara dua sujud dan membaca doanya.
  7. Melakukan sujud kedua serta membaca tasbih sujud.

Bacaan setiap gerakan sama seperti yang dijelaskan pada rakaat pertama. Setelah sujud kedua, jangan berdiri kembali, melainkan duduk untuk tasyahud akhir.

Bacaan Doa Qunut Shalat Subuh

Dalam mazhab Syafi’i, membaca doa qunut pada rakaat kedua shalat Subuh setelah iktidal merupakan sunnah ab’ad. Terdapat perbedaan pendapat di antara ulama mengenai qunut Subuh, sehingga praktiknya dapat mengikuti tuntunan mazhab yang dipelajari.

Jika mengikuti tuntunan mazhab Syafi’i, berikut salah satu bacaan doa qunut yang umum digunakan.

Tulisan Arab

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلَا يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لَا يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، وَلَا يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Bacaan Latin

Allāhummahdinī fīman hadait, wa ‘āfinī fīman ‘āfait, wa tawallanī fīman tawallait, wa bārik lī fīmā a‘ṭait, wa qinī syarra mā qaḍait, fa innaka taqḍī wa lā yuqḍā ‘alaik, wa innahū lā yadzillu man wālait, wa lā ya‘izzu man ‘ādait, tabārakta rabbanā wa ta‘ālait.

Artinya

“Ya Allah, berilah aku petunjuk bersama orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan bersama orang-orang yang telah Engkau beri kesehatan. Lindungilah aku bersama orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berkahilah apa yang telah Engkau berikan kepadaku. Jagalah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan. Sesungguhnya Engkaulah yang menetapkan dan tidak ada yang dapat menetapkan atas-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau lindungi dan tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi. Mahaberkah Engkau, wahai Tuhan kami, dan Mahatinggi Engkau.”

Catatan: Lafaz di atas merupakan bentuk doa qunut yang masyhur. Dalam praktik shalat berjamaah, ada penyesuaian lafaz ketika imam berdoa untuk dirinya dan jamaah. Jika belum hafal, pelajari secara bertahap dari guru atau sumber fikih yang tepercaya.

Setelah membaca qunut sesuai tuntunan yang diikuti, lanjutkan dengan sujud. Jika tidak membaca qunut karena mengikuti pendapat fikih lain atau karena alasan tertentu, jangan langsung menganggap shalat tidak sah.

Bacaan Tasyahud Akhir Shalat Subuh

Setelah sujud kedua pada rakaat kedua, duduklah untuk tasyahud akhir. Pada bagian ini, bacalah tasyahud dan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Bacaan Tasyahud

Tulisan Arab

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

Bacaan Latin

At-taḥiyyātu lillāhi waṣ-ṣalawātu waṭ-ṭayyibāt. As-salāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadar-rasūlullāh.

Artinya

“Segala penghormatan, doa, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

Membaca Shalawat kepada Nabi

Tulisan Arab

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Bacaan Latin

Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.

Allāhumma bārik ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad, kamā bārakta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdun majīd.

Artinya

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.

Ya Allah, limpahkanlah berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”

Redaksi tasyahud dan shalawat memiliki beberapa variasi yang diriwayatkan. Pelajari bacaan sesuai tuntunan yang digunakan dalam pembelajaran shalat Anda.

Bacaan Salam Penutup Shalat Subuh

Setelah menyelesaikan tasyahud akhir dan shalawat, akhiri shalat dengan salam. Paling tidak, salam pertama ke arah kanan merupakan penutup yang wajib diperhatikan dalam tata cara shalat menurut tuntunan fikih yang umum diajarkan.

Tulisan Arab

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ

Bacaan Latin

Assalāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh.

Artinya

“Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.”

Ucapkan salam sambil menoleh ke kanan. Banyak umat Islam juga mengucapkan salam kedua sambil menoleh ke kiri.

Dengan salam, rangkaian shalat Subuh dua rakaat selesai.

Ringkasan Urutan Shalat Subuh

Agar lebih mudah dihafal, berikut ringkasan urutan shalat Subuh beserta bacaan utamanya.

Urutan Gerakan atau bacaan
1 Niat dalam hati dan takbiratul ihram
2 Doa iftitah (sunnah)
3 Taawuz dan Surah Al-Fatihah
4 Surah pendek atau ayat Al-Qur’an
5 Rukuk dan tasbih rukuk
6 Iktidal dan pujian setelah rukuk
7 Sujud pertama
8 Duduk di antara dua sujud
9 Sujud kedua
10 Berdiri untuk rakaat kedua
11 Al-Fatihah dan surah pendek
12 Rukuk, iktidal, dan doa qunut jika mengikuti tuntunan yang menganjurkannya
13 Sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua
14 Tasyahud akhir dan shalawat
15 Salam

Urutan di atas merupakan panduan ringkas. Setiap gerakan harus dilakukan dengan tuma’ninah, yaitu tenang dan tidak tergesa-gesa.

Tips Agar Shalat Subuh Lebih Khusyuk

  • Usahakan bangun lebih awal agar tidak terburu-buru.
  • Hafalkan bacaan shalat sedikit demi sedikit, dimulai dari Al-Fatihah, tasbih rukuk dan sujud, serta doa duduk di antara dua sujud.
  • Pelajari arti bacaan agar lebih memahami apa yang diucapkan.
  • Jaga ketenangan dan tuma’ninah pada setiap gerakan.
  • Jika menjadi makmum, ikuti gerakan imam dan jangan mendahuluinya.
  • Jika belum hafal doa sunnah tertentu, pelajari secara bertahap tanpa meninggalkan bacaan dan rukun shalat yang wajib.

FAQ Seputar Niat dan Bacaan Shalat Subuh

Apakah niat shalat Subuh harus diucapkan?

Tidak harus. Niat berada di dalam hati. Melafalkan niat merupakan praktik yang dikenal dalam sebagian tradisi fikih, tetapi bukan syarat sah menurut banyak ulama.

Apakah shalat Subuh hanya dua rakaat?

Benar. Shalat fardu Subuh terdiri dari dua rakaat. Shalat sunnah qabliyah Subuh merupakan ibadah terpisah yang dikerjakan sebelum shalat fardu.

Apakah doa iftitah wajib dibaca?

Tidak. Doa iftitah hukumnya sunnah. Jika ditinggalkan, shalat tetap sah.

Apakah doa qunut wajib dalam shalat Subuh?

Terdapat perbedaan pendapat ulama. Dalam mazhab Syafi’i, qunut Subuh pada rakaat kedua setelah iktidal merupakan sunnah ab’ad. Sebagian mazhab lain tidak menganggapnya sebagai amalan rutin dalam shalat Subuh.

Bagaimana jika belum hafal semua bacaan shalat?

Pelajari bacaan secara bertahap dengan bimbingan guru atau sumber tepercaya. Utamakan pemahaman terhadap rukun shalat dan bacaan yang harus dipenuhi, kemudian sempurnakan hafalan bacaan sunnah.

Apakah membaca surah yang sama pada kedua rakaat diperbolehkan?

Pada dasarnya, boleh membaca surah yang sama pada dua rakaat. Anda juga dapat memilih surah lain yang telah dihafal.

Kesimpulan

Shalat Subuh terdiri dari dua rakaat dengan rangkaian gerakan mulai dari takbiratul ihram hingga salam. Setiap gerakan memiliki bacaan yang perlu dipelajari, termasuk doa iftitah, Al-Fatihah, tasbih rukuk dan sujud, doa duduk di antara dua sujud, tasyahud akhir, serta salam. Doa qunut dapat dibaca sesuai tuntunan fikih yang diikuti.

Dengan memahami bacaan beserta artinya dan melakukan setiap gerakan secara tenang, diharapkan shalat Subuh dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan khusyuk. Pelajarilah bacaan secara bertahap dan rujuklah guru atau sumber fikih tepercaya jika terdapat perbedaan redaksi maupun praktik.

Semoga Allah SWT memudahkan kita menjaga shalat Subuh dan istiqamah dalam beribadah.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Selain mempelajari niat dan tata cara shalat Subuh, Anda juga dapat membaca panduan niat shalat Zuhur, niat shalat Asar, niat shalat Magrib, dan niat shalat Isya lengkap dengan bacaan Arab, Latin, arti, serta tata caranya.

Baca juga