Shalat Magrib merupakan salah satu shalat fardu lima waktu yang wajib dilaksanakan oleh umat Islam. Shalat ini terdiri dari tiga rakaat dan waktunya dimulai setelah matahari terbenam hingga berakhirnya waktu Magrib menurut ketentuan fikih.
Memahami niat shalat Magrib dan tata cara pelaksanaannya penting agar ibadah dapat dikerjakan dengan tertib. Berikut panduan bacaan niat shalat Magrib tiga rakaat dalam bahasa Arab, latin, dan artinya, disertai urutan gerakan serta bacaan yang umum digunakan.
Bacaan Niat Shalat Magrib
Niat shalat Magrib adalah kesengajaan dalam hati untuk melaksanakan shalat fardu Magrib karena Allah SWT. Berikut lafaz niat yang lazim digunakan sebagai panduan.
Tulisan Arab
أُصَلِّي فَرْضَ الْمَغْرِبِ ثَلَاثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
Bacaan Latin
Ushallī fardhal-maghribi tsalātsa raka‘ātin mustaqbilal-qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā.
Artinya
“Aku berniat melaksanakan shalat fardu Magrib tiga rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Taala.”
Catatan: Niat pada dasarnya berada di dalam hati. Melafalkan niat dengan bahasa Arab bukan syarat sah tersendiri. Redaksi lafaz niat dapat berbeda di kalangan umat Islam, sedangkan yang utama adalah kesengajaan untuk melaksanakan shalat Magrib.
Jumlah Rakaat dan Waktu Shalat Magrib
Shalat fardu Magrib terdiri dari tiga rakaat. Berikut ringkasan mengenai pelaksanaannya.
| Keterangan | Penjelasan |
|---|---|
| Hukum | Fardu |
| Jumlah rakaat | 3 rakaat |
| Waktu mulai | Setelah matahari terbenam |
| Waktu berakhir | Hingga masuk waktu Isya, menurut ketentuan fikih |
| Jenis bacaan bagi imam | Jahr pada dua rakaat pertama |
| Tasyahud | Tasyahud awal dan tasyahud akhir |
Waktu shalat Magrib dapat diketahui melalui jadwal shalat setempat. Sebaiknya shalat dilaksanakan tepat waktu dan tidak sengaja ditunda tanpa alasan yang dibenarkan.
Tata Cara Shalat Magrib 3 Rakaat
Tata cara shalat Magrib mengikuti urutan shalat fardu pada umumnya, dengan tiga rakaat dan tasyahud awal setelah rakaat kedua. Berikut langkah-langkahnya.
1. Berwudu dan Menghadap Kiblat
Sebelum shalat, pastikan telah bersuci dari hadas, pakaian dan tempat shalat suci, serta aurat tertutup. Menghadaplah ke arah kiblat dan pastikan waktu Magrib telah masuk.
2. Niat dan Takbiratul Ihram
Hadirkan niat shalat Magrib dalam hati, kemudian lakukan takbiratul ihram dengan mengucapkan:
Arab
اللَّهُ أَكْبَرُ
Latin: Allāhu akbar.
Artinya: Allah Mahabesar.
Setelah takbiratul ihram, mulailah membaca bacaan shalat.
3. Membaca Doa Iftitah
Setelah takbiratul ihram, doa iftitah dapat dibaca sebelum Surah Al-Fatihah. Salah satu bacaan yang umum digunakan adalah:
Arab
اللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Latin
Allāhu akbaru kabīrā, wal-ḥamdu lillāhi katsīrā, wa subḥānallāhi bukratan wa aṣīlā.
Artinya
“Allah Mahabesar dengan sebesar-besarnya. Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak. Mahasuci Allah pada waktu pagi dan petang.”
Doa iftitah hukumnya sunah. Ada beberapa versi doa iftitah yang dikenal dalam tuntunan shalat.
4. Membaca Taawuz dan Surah Al-Fatihah
Setelah doa iftitah, bacalah taawuz, kemudian Surah Al-Fatihah.
Taawuz — Arab
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Latin
A‘ūdzu billāhi minasy-syaithānir-rajīm.
Artinya
“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”
Surah Al-Fatihah — Arab
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ
إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ
اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ
Bacaan Latin
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.
Al-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn.
Ar-raḥmānir-raḥīm.
Māliki yaumid-dīn.
Iyyāka na‘budu wa iyyāka nasta‘īn.
Ihdinaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm.
Ṣirāṭal-lażīna an‘amta ‘alaihim gairil-magḍūbi ‘alaihim wa laḍ-ḍāllīn.
Artinya
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan.
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.
Tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat.
5. Membaca Surah Pendek
Pada rakaat pertama dan kedua, setelah Al-Fatihah, umumnya dibaca surah atau beberapa ayat Al-Qur’an. Salah satu contohnya adalah Surah Al-Ikhlas.
Arab
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ١
اللَّهُ الصَّمَدُ ٢
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ٣
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ ٤
Latin
Qul huwallāhu aḥad.
Allāhuṣ-ṣamad.
Lam yalid wa lam yūlad.
Wa lam yakun lahū kufuwan aḥad.
Artinya
Katakanlah, “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.”
Surah Al-Ikhlas hanya contoh. Anda boleh membaca surah atau ayat lain yang dihafal.
6. Rukuk dan Iktidal
Setelah membaca surah pada rakaat pertama, lakukan rukuk dengan tenang. Salah satu bacaan rukuk yang umum digunakan adalah:
Arab
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ
Latin
Subḥāna rabbiyal-‘aẓīm.
Artinya
“Mahasuci Tuhanku Yang Mahaagung.”
Kemudian bangkit untuk iktidal sambil mengucapkan:
Arab
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Latin
Sami‘allāhu liman ḥamidah.
Artinya
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya.”
Setelah berdiri tegak, bacalah:
Arab
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Latin
Rabbanā wa lakal-ḥamd.
Artinya
“Wahai Tuhan kami, bagi-Mu segala puji.”
7. Sujud Pertama, Duduk di Antara Dua Sujud, dan Sujud Kedua
Setelah iktidal, lakukan sujud pertama dengan tenang. Bacaan sujud yang umum adalah:
Arab
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْأَعْلَى
Latin
Subḥāna rabbiyal-a‘lā.
Artinya
“Mahasuci Tuhanku Yang Mahatinggi.”
Setelah itu, duduklah di antara dua sujud. Salah satu doa yang dapat dibaca adalah:
Arab
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَعَافِنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي
Latin
Rabbighfir lī, warḥamnī, wa ‘āfinī, wahdinī, warzuqnī.
Artinya
“Ya Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, sehatkanlah aku, tunjukilah aku, dan berilah aku rezeki.”
Kemudian lakukan sujud kedua dengan bacaan seperti sujud pertama. Setelah selesai, bangkit untuk rakaat kedua.
8. Rakaat Kedua
Pada rakaat kedua, baca Surah Al-Fatihah, kemudian surah atau ayat Al-Qur’an. Setelah itu, lakukan rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua sebagaimana pada rakaat pertama.
Setelah sujud kedua, duduklah untuk membaca tasyahud awal.
9. Tasyahud Awal
Berikut salah satu redaksi tasyahud yang umum digunakan dalam tradisi fikih Syafi’i.
Arab
التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ
Latin
At-taḥiyyātul-mubārakātuṣ-ṣalawātuṭ-ṭayyibātu lillāh. As-salāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh. As-salāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhiṣ-ṣāliḥīn. Asyhadu an lā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muḥammadar-rasūlullāh.
Artinya
“Segala penghormatan, keberkahan, doa, dan kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah kepadamu, wahai Nabi, beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”
Terdapat variasi redaksi tasyahud yang dikenal dalam riwayat dan mazhab fikih. Setelah selesai membaca tasyahud awal, berdirilah untuk rakaat ketiga.
10. Rakaat Ketiga
Pada rakaat ketiga, baca Surah Al-Fatihah. Dalam tata cara yang umum, tidak perlu menambahkan surah setelah Al-Fatihah pada rakaat ini.
Setelah membaca Al-Fatihah, lakukan rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk di antara dua sujud, dan sujud kedua. Pastikan setiap gerakan dilakukan dengan tenang.
11. Tasyahud Akhir dan Shalawat
Setelah sujud kedua pada rakaat ketiga, duduklah untuk tasyahud akhir. Bacalah tasyahud, kemudian shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
Salah satu bacaan shalawat yang umum digunakan adalah shalawat Ibrahimiyah.
Arab
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
Latin
Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad, kamā ṣallaita ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdum majīd.
Allāhumma bārik ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad, kamā bārakta ‘alā Ibrāhīma wa ‘alā āli Ibrāhīm, innaka ḥamīdum majīd.
Artinya
“Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
Ya Allah, limpahkanlah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia.”
12. Salam
Akhiri shalat dengan mengucapkan salam sambil menoleh ke kanan, kemudian ke kiri.
Arab
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ
Latin
As-salāmu ‘alaikum wa raḥmatullāh.
Artinya
“Semoga keselamatan dan rahmat Allah tercurah kepada kalian.”
Dengan salam, shalat Magrib tiga rakaat selesai.
Apakah Shalat Magrib Dibaca dengan Suara Keras?
Shalat Magrib termasuk shalat jahr. Dalam shalat berjemaah, imam mengeraskan bacaan Al-Fatihah dan surah pada dua rakaat pertama sesuai tuntunan shalat. Pada rakaat ketiga, bacaan dilakukan dengan suara pelan.
Bagi orang yang shalat sendiri, terdapat perincian praktik dalam pembahasan fikih. Ikutilah tuntunan mazhab atau guru agama yang dipercaya. Makmum hendaknya mengikuti tata cara shalat berjemaah sesuai tuntunan yang dipelajarinya.
Perbedaan Shalat Magrib dan Shalat Fardu Lainnya
Perbedaan utama shalat Magrib dibandingkan beberapa shalat fardu lainnya adalah jumlah rakaat dan waktu pelaksanaannya.
| Shalat | Jumlah rakaat fardu | Waktu pelaksanaan |
|---|---|---|
| Subuh | 2 | Sejak terbit fajar hingga sebelum matahari terbit |
| Zuhur | 4 | Setelah matahari tergelincir hingga masuk waktu Asar |
| Asar | 4 | Setelah masuk waktu Asar hingga matahari terbenam |
| Magrib | 3 | Setelah matahari terbenam hingga masuk waktu Isya |
| Isya | 4 | Setelah masuk waktu Isya hingga berakhir waktunya menurut fikih |
Shalat Magrib memiliki tasyahud awal setelah rakaat kedua dan tasyahud akhir pada rakaat ketiga. Bacaan serta gerakan lainnya mengikuti tata cara shalat fardu pada umumnya.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Shalat Magrib
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat melaksanakan shalat Magrib:
- Memulai shalat sebelum waktunya masuk. Pastikan matahari telah terbenam dan waktu Magrib sudah masuk.
- Terburu-buru dalam gerakan. Lakukan rukuk, iktidal, sujud, dan duduk dengan tenang serta tuma’ninah.
- Keliru menghitung rakaat. Shalat Magrib terdiri dari tiga rakaat, dengan tasyahud awal setelah rakaat kedua.
- Menganggap satu lafaz niat sebagai satu-satunya yang sah. Niat pada dasarnya berada di dalam hati.
- Menunda shalat tanpa alasan yang dibenarkan. Usahakan shalat segera setelah waktunya masuk.
Baca juga panduan shalat lainnya:
FAQ Seputar Niat Shalat Magrib
Berapa rakaat shalat Magrib?
Shalat fardu Magrib terdiri dari tiga rakaat.
Bagaimana bacaan niat shalat Magrib?
Lafaz yang umum digunakan adalah Ushallī fardhal-maghribi tsalātsa raka‘ātin mustaqbilal-qiblati adā’an lillāhi ta‘ālā. Niat utamanya tetap berada di dalam hati.
Apakah niat shalat Magrib harus dilafalkan dengan suara keras?
Tidak. Niat cukup dihadirkan dalam hati. Pelafalan niat bukan syarat sah tersendiri.
Kapan waktu shalat Magrib dimulai?
Waktu Magrib dimulai setelah matahari terbenam. Jadwal shalat setempat dapat digunakan sebagai acuan waktu.
Apakah shalat Magrib dibaca dengan suara keras?
Dalam shalat berjemaah, imam mengeraskan bacaan pada dua rakaat pertama. Pada rakaat ketiga, bacaan dilakukan dengan suara pelan.
Apakah rakaat ketiga shalat Magrib membaca surah pendek?
Dalam tata cara yang umum, rakaat ketiga cukup membaca Al-Fatihah tanpa surah tambahan.
Kesimpulan
Niat shalat Magrib adalah kesengajaan dalam hati untuk melaksanakan shalat fardu tiga rakaat karena Allah SWT. Shalat Magrib dimulai setelah matahari terbenam, memiliki tasyahud awal setelah rakaat kedua, serta tasyahud akhir dan salam pada rakaat ketiga.
Dengan memahami niat, waktu, bacaan, dan urutan gerakannya, semoga kita dapat menjaga shalat Magrib dengan lebih tertib dan khusyuk.
Wallahu a’lam bish-shawab.




