Perjalanan dan mobilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari setiap manusia, baik untuk perjalanan dekat menggunakan kendaraan pribadi maupun perjalanan jauh melintasi kota atau negara. Dalam panduan Islam, setiap aktivitas penting dianjurkan untuk dimulai dengan memohon perlindungan dan pertolongan Allah SWT agar senantiasa berada dalam keselamatan. Membaca doa naik kendaraan dan doa safar adalah bentuk pengakuan atas kelemahan diri manusia sekaligus wujud ketergantungan mutlak kepada Sang Pencipta yang menguasai seluruh alam semesta.
Bacaan Doa Naik Kendaraan: Arab, Latin, dan Artinya
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Subhânal-ladzî sakhkhara lanâ hâdzâ wa mâ kunâ lahû muqrinîn, wa innâ ilâ rabbinâ lamunqalibûn.
Maha Suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami, padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Tuhan kami lah kami akan kembali.
Bacaan tersebut didasarkan pada firman Allah SWT dalam QS. Al-Zukhruf: 13-14 yang mengajarkan manusia untuk mensyukuri nikmat sarana transportasi. Selain itu, ketika memulai perjalanan jauh atau safar, Nabi Muhammad ﷺ juga membaca tambahan doa safar yang memohon kemudahan, keselamatan, serta perlindungan dari segala keburukan selama di perjalanan maupun ketika pulang meninggalkan keluarga tercinta di rumah.
Kapan dan Bagaimana Membacanya
Waktu yang tepat untuk membaca doa naik kendaraan adalah ketika seseorang telah duduk dengan mantap di atas kendaraannya, baik itu mobil, sepeda motor, kereta, pesawat, maupun kapal laut. Saat kendaraan mulai bergerak atau mesin dinyalakan, di sinilah sunnah membaca doa tersebut dianjurkan. Adab berkendara dalam Islam juga menuntut seorang Muslim untuk membaca Doa Keluar Rumah terlebih dahulu ketika melangkah meninggalkan tempat tinggalnya menuju kendaraan yang akan ditumpangi.
Selain memperhatikan waktu membaca, seorang musafir juga hendaknya memperhatikan berbagai adab safar yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Di antara adab tersebut adalah berniat karena Allah SWT, memilih teman perjalanan yang baik, berpamitan kepada keluarga, serta memperbanyak dzikir dan doa selama berada di perjalanan. Perjalanan yang dimulai dengan dzikir kepada Allah SWT akan mendatangkan ketenangan jiwa serta menghindarkan diri dari perasaan cemas yang berlebihan menghadapi potensi bahaya di jalan raya.
Makna dan Penjelasan Doa
Kandungan makna dari doa naik kendaraan sangatlah dalam dan menyadarkan manusia akan kebesaran Allah SWT. Kalimat tasbih di awal doa merupakan pengakuan bahwa segala kemudahan dalam menciptakan sarana transportasi modern maupun hewan tunggangan di masa lalu murni berasal dari karunia Allah SWT. Manusia dengan akalnya hanya mampu merakit dan menggunakannya, namun tanpa izin dan kemudahan dari Allah SWT, manusia tidak akan pernah mampu menguasai sarana tersebut.
Bagian akhir doa yang berbunyi bahwa kepada Tuhan lah kita akan kembali mengingatkan setiap musafir tentang hakikat kehidupan dunia. Bahwa setiap perjalanan fisik di atas bumi ini pada hakekatnya adalah miniatur dari perjalanan akhir menuju kepada Allah SWT. Kesadaran ini akan menuntun seseorang untuk senantiasa berhati-hati, menjaga akhlak di jalan, tidak sombong ketika mengendarai kendaraan yang mewah, serta senantiasa tawakal menyerahkan diri kepada-petunjuk-Nya.
Keutamaan Membaca Doa Kendaraan dan Safar
- Mendapatkan perlindungan langsung dari Allah SWT selama berada di perjalanan darat, laut, maupun udara dari segala mara bahaya dan kecelakaan.
- Memperoleh ketenangan batin, menghilangkan rasa takut, serta menumbuhkan rasa tawakal yang kuat kepada Sang Pencipta.
- Menjadikan setiap gerak langkah dan perjalanan bernilai ibadah di sisi Allah SWT karena diawali dengan dzikir dan mengingat-Nya.
- Mempermudah urusan perjalanan dan mengantarkan musafir sampai ke tempat tujuan serta kembali ke rumah dalam keadaan selamat.
Doa Lain yang Berkaitan
Selain doa naik kendaraan, terdapat beberapa dzikir dan doa lain yang sangat bermanfaat diamalkan oleh seorang musafir selama menempuh perjalanan. Di antaranya adalah doa ketika melewati jalan menurun dengan membaca takbir dan ketika melewati jalan menanjak dengan membaca tasbih, sebagaimana dicontohkan dalam sunnah Nabi Muhammad ﷺ. Mengamalkan berbagai doa harian ini akan menyempurnakan penjagaan diri seorang Muslim sepanjang perjalanan safarnya.
Kesimpulan
Membaca doa naik kendaraan dan doa safar merupakan amalan sunnah yang sangat penting untuk diamalkan oleh setiap Muslim ketika hendak bepergian, baik jarak dekat maupun jauh. Dengan mengawali perjalanan melalui dzikir dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT, seorang hamba telah meletakkan tumpuannya kepada Zat yang Maha Kuasa dan Maha Melindungi. Semoga setiap perjalanan yang kita lakukan senantiasa mendatangkan keberkahan, keselamatan, dan bernilai ibadah.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.
Rujukan
- QS. Al-Zukhruf: 13-14
- HR. Abu Daud dan Tirmidzi
- HR. Muslim
- Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab, Imam An-Nawawi
- Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq










