Saudaraku yang dirahmati Allah, makan adalah aktivitas yang kita lakukan setiap hari. Sayangnya, karena terlalu sering, kita kerap melakukannya tanpa kesadaran. Islam mengajarkan agar hal yang rutin ini diubah menjadi ibadah dengan niat yang baik dan doa yang diajarkan Rasulullah ﷺ. Dengan begitu, setiap suap membawa rasa syukur dan keberkahan.
Doa sebelum makan
Sebelum makan, cukup ucapkan:
بِسْمِ اللّٰهِ
Bismillah.
Artinya: Dengan menyebut nama Allah.
Umar bin Abi Salamah radhiyallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ berkata kepadanya yang saat itu masih kecil: Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat denganmu (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Jika lupa membaca basmalah di awal
Bila baru teringat di tengah makan, ucapkan:
بِسْمِ اللّٰهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
Bismillahi awwalahu wa akhirahu.
Artinya: Dengan nama Allah di awal dan di akhirnya.
Sumber: HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi.
Doa sesudah makan
Ada dua doa yang bisa dipilih.
Pilihan pertama
الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هٰذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ
Alhamdulillahilladzi ath’amani hadza wa razaqanihi min ghairi haulin minni wa la quwwah.
Artinya: Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan merezekikannya kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku.
Keutamaan: Rasulullah ﷺ bersabda bahwa siapa yang makan lalu membaca doa ini, diampuni dosanya yang telah lalu (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).
Pilihan kedua
الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ، غَيْرَ مَكْفِيٍّ وَلَا مُوَدَّعٍ وَلَا مُسْتَغْنًى عَنْهُ رَبَّنَا
Alhamdulillahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, ghaira makfiyyin wa la muwadda’in wa la mustaghnan ‘anhu rabbana.
Artinya: Segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, baik, dan penuh berkah. Pujian yang tidak pernah cukup, tidak ditinggalkan, dan tidak lepas dari kebutuhan kepada-Nya, wahai Tuhan kami.
Sumber: HR. Al-Bukhari dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu.
Doa untuk tuan rumah
Saat menjadi tamu dan telah selesai menikmati hidangan, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa untuk pemilik rumah:
اللّٰهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيمَا رَزَقْتَهُمْ، وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ
Allahumma barik lahum fima razaqtahum, waghfir lahum warhamhum.
Artinya: Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada mereka, ampunilah mereka, dan rahmatilah mereka.
Sumber: HR. Muslim dari Abdullah bin Busr radhiyallahu ‘anhu.
Adab makan lainnya
- Makan dan minum dengan tangan kanan. Sebagaimana pesan Rasulullah ﷺ dalam hadits Umar bin Abi Salamah di atas.
- Tidak berlebihan. Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Al-A’raf ayat 31: Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan.
- Tidak mencela makanan. Jika suka, makanlah. Jika tidak suka, tinggalkan tanpa menghina (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
- Duduk dengan tenang dan mengambil dari yang terdekat. Ini menjaga kesopanan, terlebih saat makan bersama.
- Menjaga porsi. Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa tidak ada wadah yang lebih buruk untuk diisi penuh daripada perut, dan cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang menegakkan tulang punggungnya (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Mengajarkan kepada anak
Biasakan anak mengucapkan bismillah sebelum makan dan alhamdulillah sesudahnya sejak dini. Contoh dari orang tua adalah pelajaran terbaik. Ketika anak melihat orang tuanya selalu berdoa sebelum menyuap, kebiasaan itu akan tertanam tanpa perlu banyak ceramah.
Penutup
Makan yang diawali basmalah dan diakhiri hamdalah bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menumbuhkan syukur di hati. Semoga setiap suapan kita menjadi sebab turunnya keberkahan dari Allah.




