Doa & Dzikir

Doa dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya

Doa dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya
Doa dan Dzikir Setelah Sholat Fardhu Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Selesai salam bukan berarti sholat sudah benar-benar selesai. Rasulullah ﷺ mencontohkan dzikir dan doa setelah sholat fardhu, dan amalan ini mudah dilakukan dalam beberapa menit saja. Artikel ini merangkum bacaan dzikir setelah sholat secara berurutan, lengkap dengan tulisan Arab, latin, arti, jumlah bacaan, dan sumber riwayatnya.

Ringkasan urutan dzikir setelah sholat

  1. Istighfar 3 kali
  2. Allahumma antas salam
  3. Tahlil dan doa la mani’a lima a’thaita
  4. Tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali, ditutup tahlil
  5. Ayat Kursi
  6. Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
  7. Doa memohon pertolongan untuk berdzikir dan beribadah
  8. Doa-doa penutup sesuai hajat

Urutan di atas adalah pengamalan yang umum di tengah masyarakat. Para ulama berbeda pendapat tentang beberapa rinciannya, seperti cara mengeraskan suara atau berdoa bersama, jadi ikutilah tuntunan guru atau mazhab yang biasa Anda ikuti.

1. Istighfar (3 kali)

Dibaca 3 kali

أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ

Astaghfirullah

Artinya: Aku memohon ampun kepada Allah.

Sumber: HR. Muslim dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu. Beliau mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ ketika selesai sholat beristighfar tiga kali, lalu membaca doa berikutnya.

2. Allahumma antas salam

اللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Allahumma antas salam wa minkas salam, tabarakta ya dzal jalali wal ikram.

Artinya: Ya Allah, Engkau Maha Pemberi keselamatan, dari-Mu keselamatan, Mahasuci Engkau wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.

Sumber: HR. Muslim.

3. Tahlil dan doa la mani’a

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. اللّٰهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ

La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir. Allahumma la mani’a lima a’thaita, wa la mu’thiya lima mana’ta, wa la yanfa’u dzal jaddi minkal jadd.

Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau halangi, dan kekayaan serta kedudukan seseorang tidak berguna baginya di hadapan-Mu.

Sumber: HR. Bukhari dan Muslim dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anhu.

4. Tasbih, tahmid, dan takbir

Bacalah tiga dzikir ini berurutan, masing-masing 33 kali.

Tasbih, dibaca 33 kali

سُبْحَانَ اللّٰهِ

Subhanallah, artinya: Mahasuci Allah.

Tahmid, dibaca 33 kali

الْحَمْدُ لِلّٰهِ

Alhamdulillah, artinya: Segala puji bagi Allah.

Takbir, dibaca 33 kali

اللّٰهُ أَكْبَرُ

Allahu akbar, artinya: Allah Maha Besar.

Setelah itu, genapkan menjadi seratus dengan membaca satu kali:

لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir.

Keutamaan: Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa orang yang mengamalkannya akan diampuni kesalahan-kesalahannya meskipun banyaknya seperti buih di lautan.

Sumber: HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Ada riwayat lain yang menyebut takbir 34 kali, sehingga totalnya tetap seratus. Keduanya dikenal dalam amalan kaum muslimin.

5. Ayat Kursi

اللّٰهُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Allahu la ilaha illa huwal hayyul qayyum, la ta’khudzuhu sinatuw wa la naum, lahu ma fis samawati wa ma fil ardh, man dzal ladzi yasyfa’u ‘indahu illa bi idznih, ya’lamu ma baina aidihim wa ma khalfahum, wa la yuhithuna bi syai’im min ‘ilmihi illa bima syaa’, wasi’a kursiyyuhus samawati wal ardh, wa la ya’uduhu hifzhuhuma, wa huwal ‘aliyyul ‘azhim.

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar. (QS. Al-Baqarah: 255)

Keutamaan: Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa siapa yang membacanya setiap selesai sholat fardhu, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian. Hadits ini diriwayatkan An-Nasa’i dan dinilai sahih oleh sejumlah ulama.

6. Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Tiga surah ini dianjurkan dibaca setelah sholat. Rasulullah ﷺ memerintahkan Uqbah bin Amir untuk membaca al-mu’awwidzat setiap selesai sholat (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i). Sebagian ulama menganjurkan membacanya masing-masing tiga kali setelah sholat Subuh dan Magrib.

Surah Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ، اللّٰهُ الصَّمَدُ، لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

Qul huwallahu ahad. Allahush shamad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad.

Artinya: Katakanlah, Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.

Surah Al-Falaq

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ، وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ، وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Qul a’udzu birabbil falaq. Min syarri ma khalaq. Wa min syarri ghasiqin idza waqab. Wa min syarrin naffatsati fil ‘uqad. Wa min syarri hasidin idza hasad.

Artinya: Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.

Surah An-Nas

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ، مَلِكِ النَّاسِ، إِلٰهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ، الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ، مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Qul a’udzu birabbin nas. Malikin nas. Ilahin nas. Min syarril waswasil khannas. Alladzi yuwaswisu fi shudurin nas. Minal jinnati wan nas.

Artinya: Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan bisikan setan yang bersembunyi, yang membisikkan kejahatan ke dalam dada manusia, dari golongan jin dan manusia.

7. Doa memohon pertolongan untuk berdzikir dan beribadah

اللّٰهُمَّ أَعِنِّي عَلَىٰ ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik.

Artinya: Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu.

Sumber: HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah ﷺ berpesan agar doa ini tidak ditinggalkan setiap selesai sholat.

8. Doa-doa penutup sesuai hajat

Setelah dzikir di atas, Anda dapat berdoa dengan bahasa sendiri atau memilih doa-doa berikut yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits.

Doa kebaikan dunia dan akhirat (sapu jagat)

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar.

Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka. (QS. Al-Baqarah: 201)

Doa untuk kedua orang tua

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

Rabbirhamhuma kama rabbayani shaghira.

Artinya: Ya Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil. (QS. Al-Isra: 24)

Doa memohon keteguhan hati

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَىٰ دِينِكَ

Ya muqallibal qulub, tsabbit qalbi ‘ala dinik.

Artinya: Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.

Sumber: HR. At-Tirmidzi dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.

Doa tambahan setelah sholat Subuh

اللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًا

Allahumma inni as’aluka ‘ilman nafi’a, wa rizqan thayyiba, wa ‘amalan mutaqabbala.

Artinya: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amal yang diterima.

Sumber: diriwayatkan Ibnu Majah dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha. Para ulama berbeda dalam menilai derajat riwayat ini, sehingga sebagian mengamalkannya sebagai doa yang baik dan sebagian lagi tidak menganggapnya sebagai sunnah khusus.

Tips agar dzikir setelah sholat tidak terlewat

  • Duduklah tenang sejenak setelah salam, jangan langsung berdiri meninggalkan tempat sholat.
  • Hafalkan satu dzikir dulu, misalnya istighfar dan Allahumma antas salam, lalu tambah sedikit demi sedikit.
  • Gunakan jari tangan atau tasbih untuk menghitung 33 kali.
  • Bila waktu sempit atau sedang bermakmum dan imam bergegas, ambil yang paling ringan, seperti istighfar dan doa singkat.
  • Ajak keluarga membaca bersama agar menjadi kebiasaan di rumah.

Penutup

Dzikir setelah sholat hanya memerlukan beberapa menit, tetapi pahalanya besar dan menjaga hati tetap dekat dengan Allah. Jadikan sebagai kebiasaan setiap selesai sholat fardhu, mulai dari bacaan yang paling Anda kuasai.

Baca juga