QS. Asy-Syu'ara' Ayat 76

Para Penyair · Surat ke-26 · 227 ayat

76

اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمُ الْاَقْدَمُوْنَ ۙ

Antum wa ābā'ukumul-aqdamūn(a).

Kamu dan nenek moyangmu terdahulu?

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 76

Dalam ayat ini, beliau menegaskan bahwa mereka atau para leluhurnya adalah manusia-manusia yang tidak mau mempergunakan pikiran. Sebab ternyata patung-patung yang dipuja itu tidak dapat mendengar, apalagi memahami apa yang diminta kepadanya. Lebih dari itu, patung-patung itu tidak bisa mendatangkan manfaat atau menolak bahaya. Fungsinya semata-mata barang ciptaan manusia belaka yang tidak seyogyanya dijadikan sebagai sesembahan.

Tentang Surat Asy-Syu'ara'

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.