QS. Asy-Syu'ara' Ayat 75

Para Penyair · Surat ke-26 · 227 ayat

75

قَالَ اَفَرَءَيْتُمْ مَّا كُنْتُمْ تَعْبُدُوْنَ ۙ

Qāla afa ra'aitum mā kuntum ta‘budūn(a).

Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu memperhatikan apa yang selalu kamu sembah?

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 75

Jawaban tersebut tidak memuaskan beliau. Perbuatan-perbuatan taklid yang tidak ada dasarnya itu harus diberantas. Cara membasminya dengan jalan menyadarkan pikiran mereka akan kekeliruan mereka dan nenek moyangnya. Ibrahim mengingatkan apakah hal itu tidak pernah terpikirkan dan tidak pernah terlintas dalam ingatan untuk menganalisa dan merenungkan perbuatan yang hanya semata-mata mencontoh itu.

Tentang Surat Asy-Syu'ara'

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.