Mencerahkan khazanah Islam

Advertisement

Jadwal Shalat
Tanggal
17/01/2026
Subuh
04:28
Terbit
05:46
Dhuha
06:15
Dhuhur
12:06
Ashar
15:30
Maghrib
18:19
Isya
19:33

12 Nama-Nama Bulan dalam Kalender Hijriah,Lengkap dan Mudah Diingat

islamipedia.id Kalender Hijriah atau kalender islam merupakan sistem penanggalan yang digunakan umat Islam di seluruh dunia.

Berbeda dengan kalender Masehi yang mengacu pada peredaran matahari (solar), kalender Hijriah mengacu pada peredaran bulan mengelilingi bumi (lunar).

Penentuan awal bulan Hijriah biasanya dimulai dengan terlihatnya hilal, bulan sabit tipis yang tampak sesaat setelah matahari terbenam.

Oleh karena itu, dalam sistem Hijriah, awal hari dimulai sejak terbenamnya matahari, bukan tengah malam seperti yang terjadi pada kalender Masehi.

Satu tahun dalam kalender Hijriah ini terdiri dari 12 bulan, yang masing-masing memiliki makna historis dan kultural.

Berikut adalah penjelasan mengenai nama-nama bulan dalam kalender Hijriah, lengkap dengan maknanya:

Nama-Nama dan Makna Historis Bulan Hijriah

1. Muharram (المحرّم)

Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah.

Nama Muharram berarti “yang diharamkan.” 

Pemberian nama ini tidak lain karena pada zaman dahulu, masyarakat Arab dilarang berperang di bulan ini.

Bulan ini juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, seperti puasa Tasu’a dan Asyura.

2. Safar (صفر)

Safar berarti “kosong”. Pada zaman dahulu, masyarakat Arab sering bepergian untuk berdagang atau berperang, sehingga banyak rumah yang ditinggalkan dalam keadaan kosong. 

3. Rabiul Awal (ربيع الأول)

Bulan ini dikenal sebagai “musim semi pertama”.

Rabiul Awal memiliki makna penting karena merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW pada tanggal 12.

Di bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat dan memperingati Maulid Nabi.

4. Rabiul Akhir (ربيع الآخر)

Dikenal juga sebagai Rabiuts Tsani, bulan ini berarti “musim semi kedua”.

Di masa lalu, bulan ini digunakan masyarakat Arab untuk kembali bertani atau menggembala setelah musim dingin berakhir.

5. Jumadil Awal (جمادى الأولى)

Jumadil berasal dari kata jumud yang berarti beku atau kering. 

Bulan ini menandakan awal musim dingin, ketika air mulai membeku dan tanah mengering.

6. Jumadil Akhir (جمادى الآخرة)

Disebut juga Jumadits Tsani, bulan ini merupakan kelanjutan dari musim dingin.

Kondisi alam yang tandus dan kering di bulan ini mengajarkan nilai keteguhan hati dan semangat dalam menghadapi kesulitan.

7. Rajab (رجب)

Rajab termasuk dalam bulan haram atau bulan suci, di mana umat Islam dilarang berperang.

Bulan ini juga istimewa karena terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj, saat Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat lima waktu.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah.

8. Sya’ban (شعبان)

Sya’ban berarti “berpencar”. Dulu, masyarakat Arab berpencar mencari sumber air.

Bulan ini menjadi waktu yang tepat untuk memperbanyak amal ibadah sebagai persiapan menyambut datangnya Ramadhan.

Momen Nisfu Sya’ban menjadi waktu yang baik untuk muhasabah diri.

9. Ramadhan (رمضان)

Ramadhan adalah bulan kesembilan yang sangat istimewa karena di dalamnya umat Islam diwajibkan berpuasa.

Kata Ramadhan berasal dari “ramadha” yang berarti panas membakar, melambangkan pembakaran dosa-dosa melalui ibadah.

Bulan ini juga dipenuhi dengan ibadah lain seperti tadarus Al-Qur’an dan salat tarawih.

10. Syawal (شوّال)

Bulan ke-10 ini berasal dari kata “syala” yang berarti “meningkat”.

Setelah sebulan penuh berpuasa, umat Islam merayakan Idul Fitri dan diharapkan mengalami peningkatan iman serta takwa.

11. Dzulqa’dah (ذو القعدة)

Dzulqa’dah berarti “bulan duduk”. Bulan ini termasuk dalam bulan haram, di mana masyarakat Arab terdahulu berhenti berperang dan tinggal di rumah.

Ini menjadi momen untuk beristirahat, merenung, dan mempersiapkan diri menyambut Dzulhijjah.

12. Dzulhijjah (ذو الحجة)

Bulan ke-12 ini merupakan bulan puncak ibadah haji.

Umat Islam dari seluruh dunia datang ke Mekkah untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Perayaan Idul Adha juga dilaksanakan di bulan ini sebagai simbol keteladanan Nabi Ibrahim AS.

Kalender Hijriah bukan hanya sistem penanggalan untuk menentukan ibadah penting seperti puasa Ramadhan atau Idul Fitri.

Lebih dari itu, setiap bulannya menyimpan nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang dapat menjadi bahan edukasi dan refleksi.

Dengan memahami arti dan sejarah di balik nama-nama bulan Islam, generasi muda diharapkan dapat lebih menghargai warisan peradaban Islam dan semangat hijrah yang menjadi dasar dimulainya penanggalan Hijriah.

(MG/Sabbih Fadhillah)

Bagikan tentang "12 Nama-Nama Bulan dalam Kalender Hijriah,Lengkap dan Mudah Diingat"

Facebook
X.com
WhatsApp
Telegram

#HaditsPilihan

Telah menceritakan kepada kami <i>Utsman bin Abu Syaibah</i> dri <i>Zaid bin Al Hubab</i> dari <i>Muthi' bin Rasyid</i> dari <i>Taubah Al-'Anbari</i> bahwasanya dia pernah mendengar <i>Anas bin Malik</i> berkata; Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah minum susu, lalu beliau tidak berkumur-kumur dan tidak berwudhu keamudian beliau shalat. Zaid berkata; Syu'bah menunjukkan kepadaku tentang syaikh ini.

HR. Abu Daud