Ibadah

Tata Cara Shalat Hajat 2 Rakaat, Niat, Doa Arab, Latin, dan Artinya

Tata Cara Shalat Hajat 2 Rakaat, Niat, Doa Arab, Latin, dan Artinya

Shalat hajat merupakan shalat sunah yang dikerjakan ketika seorang Muslim memiliki keperluan tertentu atau sedang memohon pertolongan Allah SWT dalam menghadapi suatu persoalan. Ibadah ini menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus memanjatkan doa agar diberikan jalan keluar terbaik.

Shalat hajat dapat dikerjakan sebanyak dua rakaat. Pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan shalat sunah lainnya, tetapi terdapat bacaan niat dan doa yang dianjurkan setelah shalat.

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menjelaskan anjuran shalat hajat bagi seseorang yang sedang mengalami kesulitan atau memiliki keperluan yang berkaitan dengan kemaslahatan agama maupun dunia.

Lantas, bagaimana tata cara shalat hajat dua rakaat, bacaan niat, dan doa yang dibaca setelahnya? Berikut panduan lengkapnya.

1. Membaca Niat Shalat Hajat

Langkah pertama adalah membaca niat shalat hajat. Niat pada dasarnya dilakukan di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram. Adapun bacaan niat yang lazim digunakan adalah sebagai berikut.

Bacaan Arab:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى

Latin:

Ushallî sunnatal ḫâjati rak‘ataini adâ’an lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

“Aku menyengaja shalat sunah hajat dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

2. Membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Pendek

Setelah membaca niat dan melaksanakan takbiratul ihram, kerjakan shalat sebagaimana shalat sunah pada umumnya.

Pada setiap rakaat, bacalah Surah Al-Fatihah, kemudian dilanjutkan dengan surah dari Al-Qur’an yang dihafal. Sebagian panduan shalat hajat menganjurkan membaca Surah Al-Ikhlas atau Ayat Kursi, tetapi bacaan tersebut bukan satu-satunya pilihan yang harus dilakukan.

Selanjutnya, sempurnakan gerakan shalat, mulai dari rukuk, iktidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga rakaat kedua. Akhiri shalat dengan tasyahud akhir dan salam.

3. Membaca Doa Setelah Shalat Hajat

Setelah selesai melaksanakan shalat hajat, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak zikir, membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Salah satu doa yang dicantumkan dalam kitab Nihayatuz Zain adalah sebagai berikut.

Bacaan Arab:

سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ الْعِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالْمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ ذِي الْعِزِّ وَالْكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَّوْلِ، أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ الْعِزِّ مِنْ عَرْشِكَ، وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ، وَبِاسْمِكَ الْأَعْظَمِ، وَجَدِّكَ الْأَعْلَى، وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ الْعَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ، أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

Latin:

Subḫânal-ladzî labisal-‘izza wa qâla bihî. Subḫânal-ladzî ta‘aththafa bil-majdi wa takarrama bihî. Subḫâna dzil-‘izzi wal-karami, subḫâna dzith-thauli. As’aluka bimu‘âqidil-‘izzi min ‘arsyika, wa muntahar-raḫmati min kitâbika, wa bismikal-a‘dzami, wa jaddikal-a‘lâ, wa kalimâtikat-tâmmâtil-‘âmmâtil-latî lâ yujâwizuhunna birrun wa lâ fâjirun, an tushalliya ‘alâ sayyidinâ Muḫammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ Muḫammadin.

Artinya:

“Mahasuci Zat yang memiliki keagungan dan menampakkannya. Mahasuci Zat yang memiliki kemuliaan dan memuliakan dengan kemuliaan itu. Mahasuci Pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Pemilik karunia. Aku memohon kepada-Mu dengan ikatan-ikatan keagungan dari Arasy-Mu, puncak rahmat dari kitab-Mu, nama-Mu yang paling agung, kemuliaan-Mu yang paling tinggi, serta kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan menyeluruh, yang tidak dapat dilampaui oleh orang yang berbuat baik maupun orang yang durhaka, agar Engkau melimpahkan shalawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga junjungan kami Nabi Muhammad.”

4. Membaca Doa Rasulullah SAW

Selain doa tersebut, seseorang yang melaksanakan shalat hajat dapat membaca doa yang berisi pujian kepada Allah SWT dan pengakuan atas kebesaran-Nya.

Bacaan Arab:

لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْحَلِيمُ الْكَرِيمُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ، سُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Latin:

Lâ ilâha illallâhul-ḫalîmul-karîmu, lâ ilâha illallâhul-‘aliyyul-‘azhîmu, subḫânallâhi rabbil-‘arsyil-‘azhîmi, wal-ḫamdulillâhi rabbil-‘âlamîna.

Artinya:

“Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Penyantun lagi Maha Pemurah. Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Mahasuci Allah, Tuhan pemilik Arasy yang agung. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.”

5. Membaca Doa Memohon Ampunan dan Dikabulkannya Hajat

Selanjutnya, seseorang dapat membaca doa permohonan kepada Allah SWT agar memperoleh rahmat, ampunan, kebaikan, dan perlindungan dari dosa.

Bacaan Arab:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مُوجِبَاتِ رَحْمَتِكَ، وَعَزَائِمَ مَغْفِرَتِكَ، وَالْغَنِيمَةَ مِنْ كُلِّ بِرٍّ، وَالسَّلَامَةَ مِنْ كُلِّ إِثْمٍ، لَا تَدَعْ لِي ذَنْبًا إِلَّا غَفَرْتَهُ، وَلَا هَمًّا إِلَّا فَرَّجْتَهُ، وَلَا حَاجَةً هِيَ لَكَ رِضًا إِلَّا قَضَيْتَهَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Latin:

Allâhumma innî as’aluka mûjibâti raḫmatika, wa ‘azâ’ima maghfiratika, wal-ghanîmata min kulli birrin, was-salâmata min kulli itsmin. Lâ tada‘ lî dzanban illâ ghafartahu, wa lâ hamman illâ farrajtahu, wa lâ ḫâjatan hiya laka ridhan illâ qadhaitahâ, yâ arḫamar-râḫimîn.

Artinya:

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu hal-hal yang mendatangkan rahmat-Mu, keteguhan dalam memperoleh ampunan-Mu, keberuntungan dalam setiap kebaikan, serta keselamatan dari setiap dosa. Janganlah Engkau biarkan satu dosa pun padaku kecuali Engkau mengampuninya. Janganlah Engkau biarkan satu kesusahan pun kecuali Engkau melapangkannya. Dan janganlah Engkau biarkan suatu keperluan yang Engkau ridai kecuali Engkau memenuhinya, wahai Zat Yang Maha Pengasih di antara para pengasih.”

6. Memanjatkan Doa Sesuai Hajat

Setelah membaca doa-doa tersebut, lanjutkan dengan memohon kepada Allah SWT sesuai keperluan masing-masing. Sampaikan permohonan dengan penuh kerendahan hati, keyakinan, dan harapan agar Allah memberikan jalan keluar terbaik.

Hajat yang dipanjatkan dapat berkaitan dengan urusan keluarga, pekerjaan, pendidikan, kesehatan, maupun persoalan kehidupan lainnya. Seorang Muslim juga hendaknya tetap berusaha melalui cara-cara yang baik dan tidak bertentangan dengan syariat.

Perlu dipahami bahwa terkabulnya doa merupakan kehendak Allah SWT. Karena itu, jangan berputus asa apabila permohonan belum terwujud sesuai harapan. Teruslah berdo

Baca juga