Bacaan Yasin dan tahlil merupakan amalan yang dilakukan oleh sebagian umat Islam, terutama dalam tradisi masyarakat Nahdlatul Ulama (NU). Kegiatan ini kerap dilaksanakan pada malam Jumat, setelah salat Magrib, maupun dalam acara doa bersama untuk mendoakan keluarga dan kerabat yang telah meninggal dunia.
Pelaksanaannya dapat dilakukan secara berjamaah maupun sendiri. Susunan bacaan Yasin dan tahlil bisa berbeda menurut tradisi setempat. Berikut salah satu susunan yang umum digunakan, dilengkapi bacaan Arab, transliterasi Latin, dan terjemahan.
Urutan Bacaan Yasin dan Tahlil
1. Membaca Pengantar Al-Fatihah
Pembacaan biasanya diawali dengan menghadiahkan doa kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga dan sahabat beliau, para nabi dan rasul, orang-orang saleh, para ulama, serta keluarga dan kaum muslimin yang telah meninggal dunia.
Catatan: Redaksi pengantar tawasul dapat berbeda menurut tradisi yang diikuti. Pastikan teks Arab yang digunakan telah diperiksa sebelum diterbitkan.
2. Membaca Surah Al-Fatihah
Surah Al-Fatihah dibaca sebagai pembuka rangkaian doa dan bacaan.
3. Membaca Surah Yasin
Surah Yasin terdiri atas 83 ayat. Bacalah surah ini dengan tartil dan memperhatikan kaidah tajwid.
4. Membaca Surah Al-Ikhlas
Surah Al-Ikhlas lazim dibaca tiga kali dalam sebagian susunan tahlil.
5. Membaca Tahlil dan Takbir
Arab:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
Latin: Lā ilāha illallāhu, wallāhu akbar.
Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Allah Mahabesar.
6. Membaca Surah Al-Falaq
Surah Al-Falaq dibaca sebagai permohonan perlindungan kepada Allah SWT.
7. Membaca Tahlil dan Takbir
Bacalah kembali kalimat tahlil dan takbir sesuai susunan yang diikuti.
8. Membaca Surah An-Nas
Surah An-Nas berisi permohonan perlindungan kepada Allah dari kejahatan bisikan setan.
9. Membaca Tahlil dan Takbir
Rangkaian dilanjutkan dengan bacaan tahlil dan takbir.
10. Membaca Surah Al-Fatihah
Surah Al-Fatihah kembali dibaca sebagai bagian dari susunan tahlil.
11. Membaca Surah Al-Baqarah Ayat 1–5
Ayat-ayat pembuka Surah Al-Baqarah menjelaskan petunjuk bagi orang-orang bertakwa, yang beriman kepada perkara gaib, mendirikan salat, menginfakkan rezeki, serta meyakini kehidupan akhirat.
Arab:
الٓمّٓ ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ وَالَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكَ وَمَآ اُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْاٰخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ اُولٰۤىِٕكَ عَلٰى هُدًى مِّنْ رَّبِّهِمْ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Artinya: Alif Lam Mim. Kitab Al-Qur’an ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, yaitu mereka yang beriman kepada yang gaib, mendirikan salat, menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka, beriman kepada Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang diturunkan sebelummu, serta meyakini adanya akhirat. Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah orang-orang yang beruntung.
12. Membaca Surah Al-Baqarah Ayat 163
Arab:
وَإِلٰهُكُمْ إِلٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمٰنُ الرَّحِيْمُ
Latin: Wa ilāhukum ilāhun wāḥid, lā ilāha illā huwar-raḥmānur-raḥīm.
Artinya: Tuhanmu adalah Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
13. Membaca Ayat Kursi
Ayat Kursi adalah Surah Al-Baqarah ayat 255. Bacalah ayat ini dengan tartil dan memahami maknanya.
14. Membaca Surah Al-Baqarah Ayat 284–286
Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa segala sesuatu di langit dan bumi adalah milik Allah, menguraikan keimanan Rasul dan orang-orang mukmin, serta memuat doa agar diberikan ampunan, rahmat, dan pertolongan.
Bacaan Arab, transliterasi, dan terjemahan lengkap sebaiknya ditampilkan berdasarkan mushaf Al-Qur’an yang tepercaya agar setiap kata dan tanda baca tepat.
15. Membaca Doa dan Surah Hud Ayat 73
Salah satu doa yang kerap dibaca dalam susunan tertentu adalah:
اِرْحَمْنَا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Latin: Irḥamnā yā arḥamar-rāḥimīn.
Artinya: Sayangilah kami, wahai Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua yang penyayang.
Dalam susunan yang Anda gunakan, doa ini dibaca tiga kali, kemudian dilanjutkan dengan potongan Surah Hud ayat 73:
رَحْمَتُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
Latin: Raḥmatullāhi wa barakātuhū ‘alaikum ahlal-bait, innahū ḥamīdum majīd.
Artinya: Rahmat Allah dan keberkahan-Nya dicurahkan kepada kalian, wahai ahlulbait. Sesungguhnya Dia Maha Terpuji lagi Maha Mulia.
16. Membaca Surah Al-Ahzab Ayat 33
Ayat ini memuat bagian yang dikenal dalam pembahasan tentang penyucian Ahlulbait.
إِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Latin: Innama yurīdullāhu liyudzhiba ‘ankumur-rijsa ahlal-baiti wa yuṭahhirakum taṭhīrā.
17. Membaca Surah Al-Ahzab Ayat 56
Ayat ini menjelaskan perintah berselawat kepada Nabi Muhammad ﷺ.
إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Latin: Innallāha wa malā’ikatahu yuṣallūna ‘alan-nabiyy. Yā ayyuhalladzīna āmanū ṣallū ‘alaihi wa sallimū taslīmā.
18. Membaca Selawat Nabi
Selawat dibaca sesuai redaksi yang digunakan dalam tradisi setempat. Pastikan tulisan Arab dan transliterasinya diperiksa agar tidak terjadi kesalahan penulisan.
19. Membaca Salam dan Doa untuk Para Sahabat Nabi
Bagian ini berisi doa agar Allah meridai para sahabat Rasulullah ﷺ.
20. Membaca Zikir dari Surah Ali Imran Ayat 173
حَسْبُنَا اللّٰهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ
Latin: Ḥasbunallāhu wa ni‘mal-wakīl.
Artinya: Cukuplah Allah menjadi penolong bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.
Selanjutnya, dapat dibaca potongan Surah Al-Anfal ayat 40:
نِعْمَ الْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ النَّصِيْرُ
Latin: Ni‘mal-maulā wa ni‘man-naṣīr.
Artinya: Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.
21. Membaca Hauqalah
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Latin: Lā ḥaula wa lā quwwata illā billāhil-‘aliyyil-‘aẓīm.
Artinya: Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
22. Membaca Istigfar
Istigfar dibaca untuk memohon ampun kepada Allah SWT. Dalam susunan ini, istigfar dibaca tiga kali.
23. Membaca Kalimat Tahlil
Kalimat tahlil merupakan zikir yang menegaskan keesaan Allah SWT:
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
Latin: Lā ilāha illallāh.
Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah.
24. Membaca Tahlil Berulang Kali
Dalam susunan yang Anda berikan, tahlil dibaca sebanyak 160 kali. Jumlah bacaan dapat mengikuti tradisi setempat dan hendaknya tidak dianggap sebagai ketentuan wajib yang berlaku bagi seluruh umat Islam.
25. Membaca Dua Kalimat Syahadat
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللّٰهِ
Latin: Asyhadu an lā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadar-rasūlullāh.
Artinya: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.
Doa Tahlil
Setelah rangkaian bacaan selesai, acara dapat dilanjutkan dengan doa kepada Allah SWT. Doa berikut merupakan contoh susunan doa yang digunakan dalam sebagian tradisi tahlil. Redaksi dapat berbeda-beda menurut kebiasaan setempat.
أَعُوذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ
Latin: A‘ūdzu billāhi minasy-syaiṭānir-rajīm. Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، حَمْدَ الشَّاكِرِينَ، حَمْدَ النَّاعِمِينَ، حَمْدًا يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيدَهُ
Artinya: Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Segala puji bagi-Nya dengan pujian orang-orang yang bersyukur dan memperoleh nikmat, pujian yang sepadan dengan nikmat-Nya dan mencukupi tambahan karunia-Nya.
Ya Allah, limpahkanlah selawat dan salam kepada junjungan kami Nabi Muhammad ﷺ beserta keluarga beliau.
Ya Allah, terimalah bacaan Al-Qur’an kami, zikir, tasbih, istigfar, dan selawat yang kami panjatkan. Jadikanlah semuanya sebagai amal yang Engkau terima dan limpahkanlah rahmat serta keberkahan kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, sahabat, para nabi dan rasul, orang-orang saleh, para ulama, serta seluruh kaum muslimin.
Ya Allah, ampunilah kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia. Ampunilah kedua orang tua kami, keluarga kami, guru-guru kami, dan orang-orang yang telah berjasa dalam kehidupan kami. Limpahkan rahmat kepada mereka dan berikanlah tempat terbaik di sisi-Mu.
Doa penutup:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Latin: Rabbanā ātinā fid-dunyā ḥasanah, wa fil-ākhirati ḥasanah, wa qinā ‘adzāban-nār.
Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari azab neraka.
Penutup
Demikian susunan bacaan Yasin dan tahlil yang dapat dijadikan panduan dalam kegiatan doa bersama. Bacaan hendaknya dilakukan dengan khusyuk, menjaga adab, serta memperhatikan ketepatan pelafalan ayat-ayat Al-Qur’an.
Perlu diingat bahwa susunan dan jumlah bacaan dalam tradisi tahlil dapat berbeda. Untuk ayat Al-Qur’an, gunakan mushaf tepercaya sebagai rujukan utama. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta melimpahkan rahmat kepada keluarga dan kaum muslimin yang telah mendahului kita.
Wallāhu a‘lam bish-shawāb.




