Ibadah

Panduan Lengkap Sholat Idul Fitri dan Idul Adha

Panduan Lengkap Sholat Idul Fitri dan Idul Adha

Sholat Idul Fitri dan Idul Adha merupakan dua ibadah sunnah muakkadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam setiap tahunnya. Mengetahui tata cara pelaksanaan yang benar sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad ﷺ sangat penting agar ibadah hari raya tersebut bernilai pahala dan sempurna. Artikel ini akan mengupas tuntas segala hal terkait pelaksanaan kedua sholat hari raya tersebut.

Pengertian Sholat Idul Fitri dan Idul Adha

Secara bahasa, kata “id” berasal dari kata ‘aada ya’udu yang berarti kembali, karena hari raya tersebut berulang setiap tahunnya. Sholat Idul Fitri dilaksanakan pada tanggal 1 Syawal setelah umat Islam selesai menunaikan ibadah puasa Ramadhan, sedangkan Sholat Idul Adha dilaksanakan pada tanggal 10 Zulhijah bersamaan dengan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Hukum melaksanakan sholat sunnah dua hari raya ini adalah sunnah muakkadah, yakni sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad ﷺ secara terus-menerus.

Syariat sholat hari raya mulai disyariatkan pada tahun kedua Hijriah, bersamaan disyariatkannya ibadah puasa dan zakat fitrah. Nabi Muhammad ﷺ senantiasa mengerjakannya secara berjamaah di tanah lapang bersama para sahabat, mulai dari laki-laki, perempuan, anak-anak, hingga wanita yang sedang haid dengan posisi memisahkan diri dari tempat sholat. Hal ini menunjukkan bahwa hari raya Islam adalah momen syiar Islam yang agung, mempererat tali silaturahim, serta wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan.

Dalil dan Dasar Hukum

Anjuran untuk melaksanakan sholat hari raya dan berkurban termuat jelas dalam Al-Quran surat Al-Kautsar ayat satu sampai dua. Ayat ini memerintahkan kaum Muslimin untuk mendirikan sholat dan menyembelih hewan kurban sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT setelah merayakan kemenangan di bulan suci.

Innā a‘ṭainākal-kauṡar(a). Faṣalli lirabbika wanḥar.

(1) Sesungguhnya Kami telah memberimu (Nabi Muhammad) nikmat yang banyak. (2) Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah! (QS. Al-Kautsar: 1-2)

Selain dalil dari Al-Quran, terdapat banyak hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim mengenai tata cara pelaksanaan sholat Idul Fitri dan Idul Adha. Di antaranya adalah riwayat dari Ummu Atiyah RA bahwa Nabi Muhammad ﷺ memerintahkan para wanita keluar rumah untuk menghadiri sholat dua hari raya dan mendengarkan khutbah, meskipun mereka sedang haid agar dapat menyaksikan kebaikan dan doa kaum Muslimin.

Syarat dan Rukun Sholat Idul Fitri dan Idul Adha

Sebagaimana sholat sunnah berjamaah lainnya, sholat dua hari raya memiliki beberapa ketentuan dan adab yang perlu diperhatikan oleh setiap jamaah. Syarat sah pelaksanaan sholat Idul Fitri dan Idul Adha meliputi masuknya waktu sholat, yaitu dimulai dari matahari naik setinggi tombak hingga tergelincir, dilakukan secara berjamaah, serta didahului dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT.

  • Dilaksanakan secara berjamaah di lapangan atau masjid apabila berhalangan cuaca.
  • Disunnahkan mandi terlebih dahulu, memakai pakaian terbaik, dan menggunakan wangi-wangian bagi laki-laki.
  • Dianjurkan makan terlebih dahulu sebelum berangkat sholat Idul Fitri, dan menahan diri tidak makan hingga selesai sholat pada hari raya Idul Adha.

Tata Cara Sholat Idul Fitri dan Idul Adha Langkah demi Langkah

Sholat Idul Fitri dan Idul Adha dikerjakan sebanyak dua rakaat tanpa didahului azan dan iqamah, melainkan cukup dengan seruan “ash-shalatu jami’ah”. Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram dan doa istiftah, disunnahkan untuk melakukan takbir sebanyak tujuh kali sebelum membaca surah Al-Fatihah, dengan mengangkat tangan pada setiap takbir dan diselingi dzikir memuji Allah SWT. Pada rakaat kedua, takbir tambahan dilakukan sebanyak lima kali sebelum membaca Al-Fatihah.

  1. Melakukan takbiratul ihram dan membaca doa Iftitah, lalu melafalkan takbir sebanyak tujuh kali pada rakaat pertama di antara takbir disunnahkan membaca dzikir pujian kepada Allah SWT.
  2. Membaca surah Al-Fatihah dilanjutkan dengan bacaan surah pendek dari Al-Quran, lalu ruku, iktidal, dan sujud dua kali seperti sholat biasa.
  3. Bangkit untuk rakaat kedua, lalu melakukan takbir tambahan sebanyak lima kali sebelum membaca surah Al-Fatihah dan surah pendek, kemudian menyempurnakan ruku, sujud, dan salam.

Keutamaan Sholat Idul Fitri dan Idul Adha

Melaksanakan sholat hari raya membawa banyak keutamaan spiritual dan sosial bagi umat Islam. Melalui ibadah ini, kaum Muslimin dapat berkumpul dalam satu tempat untuk mengagungkan nama Allah SWT, mempererat ukhuwah islamiyah, serta saling memaafkan kesalahan antarsesama manusia. Selain itu, mendatangi tempat sholat dengan berjalan kaki dan mengambil jalan yang berbeda saat pulang merupakan sunnah yang mendatangkan limpahan pahala.

Bagi yang ingin memperdalam pemahaman tentang ibadah harian lainnya, Anda dapat membaca panduan Syarat Sah dan Rukun Sholat Beserta Penjelasannya agar ibadah fardhu senantiasa terjaga kualitasnya. Menjaga konsistensi ibadah sunnah dan fardhu adalah wujud ketakwaan hamba kepada Sang Pencipta dalam setiap kesempatan hidup di dunia.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan kerap dijumpai di tengah masyarakat saat pelaksanaan hari raya, seperti terlambat datang sehingga tertinggal seluruh rangkaian takbir tambahan. Apabila makmum mendapati imam sudah menyelesaikan takbir tambahan, maka makmum cukup mengikuti gerakan imam tanpa harus mengganti takbir yang terlewat. Kesalahan lain adalah berbicara di tempat sholat sebelum khutbah selesai atau mengabaikan mendengarkan khutbah Idul Fitri dan Idul Adha.

  • Terlewat takbir tambahan: Cukup ikuti posisi imam saat makmum bergabung tanpa perlu mengqadha takbir yang terlewat.
  • Meninggalkan khutbah: Dianjurkan tetap duduk mendengarkan khutbah sampai selesai untuk mengambil faidah ilmu dan keberkahan hari raya.

Kesimpulan

Sholat Idul Fitri dan Idul Adha adalah syiar Islam yang sangat mulia dan dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah demi merajut kebersamaan umat. Dengan memahami tata cara, syarat, rukun, serta sunnah-sunnahnya secara benar, ibadah hari raya yang kita lakukan akan semakin mendekatkan diri kepada ridha Allah SWT. Mari senantiasa menghidupkan sunnah Nabi Muhammad ﷺ dalam setiap momentum hari raya dengan penuh kesyukuran dan ketulusan hati.

Wallâhu a’lam bish-shawâb.

Rujukan

Baca juga

Lihat Kisah Para Nabi

Kunjungi Kisah Para Nabi