Menjenguk orang sakit merupakan salah satu amal mulia yang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam serta menjadi bagian dari hak seorang Muslim atas Muslim lainnya. Ketika kita meluangkan waktu untuk mendatangi kerabat, tetangga, atau saudara seiman yang sedang diuji dengan penyakit, kehadiran kita tidak hanya memberikan dukungan moral tetapi juga mendatangkan keberkahan yang besar. Nabi Muhammad ﷺ mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa mendoakan kesembuhan bagi mereka yang sedang berbaring lemah, sebab doa dari seorang pengunjung kepada saudaranya yang sakit memiliki kedudukan yang istimewa di sisi Allah Taala.
Kegiatan menjenguk orang sakit juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahim, menumbuhkan rasa empati, serta mengingatkan kita akan nikmat kesehatan yang seringkali dilupakan. Dalam berbagai kesempatan, Rasulullah ﷺ mencontohkan bagaimana bersikap lembut, menenangkan hati orang yang sakit, serta membacakan kalimat-kalimat doa yang penuh dengan permohonan ampunan dan kesembuhan. Melalui amalan ini, seorang Muslim dapat menebarkan kasih sayang sekaligus mendekatkan diri kepada Allah dengan mengharapkan ridha-Nya melalui kepedulian sosial yang tulus.
Bacaan Doa Menjenguk Orang Sakit: Arab, Latin, dan Artinya
لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
La ba’sa thahurun in sya’allahu.
Tidak apa-apa, semoga suci (dihapuskan dosa-dosanya) dengan izin Allah.
Doa di atas merupakan salah satu bacaan yang paling masyhur dan shahih yang biasa diamalkan oleh Nabi Muhammad ﷺ ketika beliau menjenguk sahabatnya yang sedang sakit. Sumber utama doa ini berasal dari hadits riwayat Imam Bukhari dari sahabat Ibnu Abbas RA, di mana Nabi ﷺ masuk menjenguk seorang Badui yang sedang sakit demam lalu mengucapkan kalimat tersebut sebagai bentuk penawar penat dan penenang jiwa bagi si sakit. Selain doa tersebut, terdapat pula beberapa riwayat lain yang menggunakan nama si sakit atau memohon kesembuhan secara lebih spesifik, namun doa pendek ini sangat mudah dihafal dan diamalkan oleh setiap Muslim dalam kumpulan doa doa keseharian arab latin dan terjemah yang sering dipraktikkan sehari-hari.
Kapan dan Bagaimana Membacanya
Waktu utama untuk membaca doa menjenguk orang sakit adalah ketika kita sudah berada di dekat tempat tidur orang yang sakit tersebut, setelah menyapa dan menanyakan kondisinya. Adab menjenguk dalam Islam menganjurkan kita untuk datang dengan niat yang ikhlas karena Allah semata, tidak memperlama kunjungan agar tidak memberatkan si sakit yang butuh istirahat, serta menjaga perkataan agar senantiasa menyejukkan hati. Kita juga dianjurkan untuk mendoakan kebaikan, memegang tangan atau mengusap bagian yang sakit dengan tangan kanan seraya membaca doa, serta memberikan suntikan semangat agar mereka tetap sabar menghadapi ujian tersebut.
Selain memperhatikan waktu dan adab kunjungan, seorang penjenguk juga hendaknya memperhatikan kondisi psikologis orang yang sedang sakit. Jangan sampai pembicaraan yang disampaikan justru membuat mereka merasa terbebani atau sedih. Rasulullah ﷺ selalu memberikan optimisme kepada orang yang beliau jenguk dengan menyatakan bahwa sakit yang diderita merupakan sarana penggugur dosa. Dengan demikian, kunjungan yang kita lakukan benar-benar memberikan dampak positif secara rohani maupun jasmani bagi kesembuhan mereka, sejalan dengan anjuran dalam 7 doa kesembuhan dari penyakit sesuai syariat islam yang bersumber dari petunjuk Rasulullah ﷺ.
Makna dan Penjelasan Doa
Kalimat la ba’sa thahurun in sya’allah memiliki makna yang sangat dalam bagi orang yang sedang menderita sakit. Frasa la ba’sa berarti tidak mengapa atau tidak perlu khawatir secara berlebihan, yang berfungsi untuk menenangkan kecemasan psikologis si sakit akibat rasa sakit yang mendera tubuhnya. Kata thahurun bermakna penyucian, yakni bahwa sakit yang diderita oleh seorang mukmin berfungsi sebagai sarana untuk membersihkan dirinya dari dosa-dosa dan kesalahan yang pernah diperbuat, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, selama dijalani dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
Adapun frasa in sya’allahu menegaskan bahwa segala bentuk kesembuhan dan proses penyucian diri tersebut sepenuhnya berada di bawah kehendak dan kekuasaan Allah Taala. Pemahaman ini menanamkan tauhid yang kuat di dalam hati orang yang sakit maupun yang menjenguknya, bahwa manusia hanya berikhtiar dan berdoa, namun keputusan mutlak ada di tangan Allah. Penjelasan ini menunjukkan betapa Islam memandang musibah sakit bukan sebagai azab semata bagi orang beriman, melainkan sebagai bentuk kasih sayang Allah untuk meninggikan derajat seorang hamba dan menghapuskan catatan keburukannya.
Keutamaan Menjenguk Orang Sakit
- Mendapatkan naungan rahmat dan doa dari malaikat Allah Taala sepanjang perjalanan hingga kembali pulang.
- Disediakan kebun di surga bagi orang yang meluangkan waktu untuk menjenguk saudaranya sesama Muslim karena Allah.
- Menjadi sebab turunnya ketenangan jiwa bagi orang yang sakit sehingga meringankan penderitaan yang dirasakannya.
- Memperkuat ikatan persaudaraan dan kasih sayang di antara sesama anggota masyarakat Muslim.
Doa Lain yang Berkaitan
Selain membaca doa ringkas tersebut, terdapat pula riwayat lain yang dianjurkan untuk dibaca sebanyak tujuh kali di sisi orang yang sakit, yaitu memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb pemilik ‘Arsy yang agung, agar menyembuhkan orang tersebut. Doa tambahan ini diriwayatkan dalam hadits Abu Daud dan Tirmidzi, di mana Rasulullah ﷺ bersabda bahwa barangsiapa menjenguk orang sakit yang belum datang ajalnya lalu membaca doa tersebut sebanyak tujuh kali, maka Allah pasti akan menyembuhkannya dari penyakit tersebut. Membaca doa-doa ini melengkapi ikhtiar spiritual kita dalam memohon pertolongan kepada Allah agar saudara kita segera diberi kesehatan dan dapat kembali beraktivitas seperti sedekat mungkin dengan tuntunan sunnah.
Kesimpulan
Menjenguk orang sakit dan membacakan doa kesembuhan merupakan amalan mulia yang mencerminkan tingginya akhlak dan kepedulian sosial dalam Islam. Dengan memahami bacaan doa yang shahih, memperhatikan adab-adab kunjungannya, serta menghayati makna di baliknya, kita dapat meneladani langsung sunnah Nabi Muhammad ﷺ dalam menebarkan kebaikan. Semoga setiap langkah kita saat menjenguk saudara yang sakit bernilai pahala di sisi Allah dan menjadi sebab kesembuhan bagi mereka.
Wallâhu a’lam bish-shawâb.
Rujukan
- HR. Bukhari
- HR. Muslim
- HR. Abu Daud dan Tirmidzi










