QS. Asy-Syu'ara' Ayat 111

Para Penyair · Surat ke-26 · 227 ayat

111

۞ قَالُوْٓا اَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْاَرْذَلُوْنَ ۗ

Qālū anu'minu laka wattaba‘akal-arżalūn(a).

Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal yang mengikutimu adalah orang-orang hina?”

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 111

Ayat ini menjelaskan sikap kaumnya terhadap seruan Nabi Nuh. Mereka mengatakan bahwa tidak ada alasan bagi mereka untuk mengikuti seruan Nuh karena orang-orang yang cerdik pandai dan berakal di antara mereka tidak ada yang tertarik dengan seruan itu apalagi para pemimpin mereka. Hanya orang-orang yang bodoh dan lemah atau orang-orang yang menginginkan sesuatu yang mau menjadi pengikut Nabi Nuh. Allah berfirman:

Maka berkatalah para pemuka yang kafir dari kaumnya, "Kami tidak melihat engkau, melainkan hanyalah seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang yang mengikuti engkau, melainkan orang yang hina-dina di antara kamu yang lekas percaya. Kami tidak melihat kamu memiliki suatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami menganggap kamu adalah orang pendusta." (Hud/11: 27)

Tentang Surat Asy-Syu'ara'

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.