QS. Asy-Syu'ara' Ayat 110

Para Penyair · Surat ke-26 · 227 ayat

110

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.”

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 110

Pada ayat ini, Nabi Nuh mengulang dan menegaskan kembali perintah Allah agar kaumnya bertakwa dan taat kepada-Nya. Pengulangan ini adalah untuk menegaskan kepada kaumnya bahwa takwa kepada Allah itu merupakan hal yang sangat penting dan wajib dilakukan oleh setiap manusia, sebagai tanda syukur atas nikmat-nikmat yang tidak terhingga yang telah dilimpahkan-Nya kepada mereka. Takwa itu merupakan sumber segala kebaikan dan merupakan kunci pembuka pintu gerbang kesenangan dan kebahagiaan yang ada di akhirat nanti.

Nabi Nuh berusaha sekuat tenaga menyampaikan risalahnya dengan mengemukakan janji dan ancaman Allah bagi orang-orang yang tidak mengikuti seruan rasul. Ia juga mengemukakan bukti-bukti kebenaran risalah yang dibawanya kepada mereka. Namun demikian, kaumnya tetap tidak menerimanya.

Tentang Surat Asy-Syu'ara'

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.