QS. Yusuf Ayat 93

Yusuf · Surat ke-12 · 111 ayat

93

اِذْهَبُوْا بِقَمِيْصِيْ هٰذَا فَاَلْقُوْهُ عَلٰى وَجْهِ اَبِيْ يَأْتِ بَصِيْرًا ۚوَأْتُوْنِيْ بِاَهْلِكُمْ اَجْمَعِيْنَ ࣖ

Iżhabū biqamīṣī hāżā fa alqūhu ‘alā wajhi abī ya'ti baṣīrā(n), wa'tūnī bi'ahlikum ajma‘īn(a).

Pergilah kamu dengan membawa bajuku ini, lalu usapkan ke wajah ayahku, nanti dia akan melihat (kembali); dan bawalah seluruh keluargamu kepadaku.”

Tafsir QS. Yusuf Ayat 93

Setelah Yusuf menjelaskan siapa dirinya kepada saudara-saudaranya, dia lalu menanyakan kepada mereka tentang keadaan ayahnya. Mereka menjawab bahwa beliau tidak bisa melihat lagi. Seketika itu Yusuf memberikan baju gamisnya kepada saudara-saudaranya agar dibawa pulang ke negerinya. Sesampainya di rumah, baju gamis itu agar segera disapukan ke wajah beliau, niscaya dia akan melihat kembali. Yusuf berkata demikian berdasarkan wahyu. Dia juga mengetahui bahwa penyebab tertutupnya penglihatan ayahnya ialah terlalu banyak menangis. Apabila ayahnya mengetahui bahwa baju gamis itu adalah miliknya, yang menandakan bahwa ia masih hidup dan selamat dari aniaya dan cobaan yang dialaminya, tentu ayahnya akan senang dan timbul dalam hatinya perasaan gembira, dan akan melihat kembali seperti sediakala. Hal tersebut merupakan mukjizat bagi Nabi Yusuf. Ia juga meminta kepada saudaranya supaya mendatangkan segenap keluarganya ke Mesir, baik laki-laki, perempuan, maupun anak-anak, yang menurut suatu riwayat, semuanya berjumlah tujuh puluh orang.

Tentang Surat Yusuf

Surat Yusuf ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah karena diturunkan di Mekah sebelum hijrah. Surat ini dinamakan surat Yusuf adalah karena titik berat dari isinya mengenai riwayat Nabi Yusuf a.s. Riwayat tersebut salah satu di antara cerita-cerita ghaib yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad s.a.w. sebagai mukjizat bagi beliau, sedang beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya. Menurut riwayat Al Baihaqi dalam kitab Ad Dalail bahwa segolongan orang Yahudi masuk agama Islam sesudah mereka mendengar cerita Yusuf a.s. ini, karena sesuai dengan cerita-cerita yang mereka ketahui. Dari cerita Yusuf a.s. ini, Nabi Muhammad s.a.w. mengambil pelajaran-pelajaran yang banyak dan merupakan penghibur terhadap beliau dalam menjalankan tugasnya.