وَمَنْ كَفَرَ فَلَا يَحْزُنْكَ كُفْرُهٗۗ اِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ فَنُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ
Wa man kafara falā yaḥzunka kufruh(ū), ilainā marji‘uhum fanunabbi'uhum bimā ‘amilū, innallāha ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).
Siapa yang kufur, maka janganlah kekufurannya itu membuatmu (Nabi Muhammad) sedih. Kepada Kamilah tempat kembali mereka, lalu Kami memberitakan kepadanya apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.
Tafsir QS. Luqman Ayat 23
Ayat ini merupakan hiburan kepada Nabi saw dan para sahabat yang merasa sedih oleh sikap dan tingkah laku orang-orang musyrik kepada mereka. Seakan-akan Allah mengatakan, "Hai Nabi, janganlah engkau bersedih hati lantaran kekafiran mereka. Sebab, tugasmu hanya menyampaikan agama-Ku kepada mereka, bukan untuk menjadikan mereka beriman. Mereka semua akan kembali kepada-Ku pada hari Kiamat, lalu dikabarkan kepada mereka segala yang pernah mereka perbuat selama hidup di dunia. Aku akan mengadakan penilaian yang adil terhadapnya karena Aku mengetahui semua yang terkandung di dalam hati mereka."

