QS. Az-Zukhruf Ayat 62

Perhiasan · Surat ke-43 · 89 ayat

62

وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ الشَّيْطٰنُۚ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Wa lā yaṣuddannakumusy-syaiṭān(u), innahū lakum ‘aduwwum mubīn(un).

Janganlah sekali-kali kamu dipalingkan oleh setan. Sesungguhnya ia merupakan musuh yang nyata bagimu.

Tafsir QS. Az-Zukhruf Ayat 62

Selanjutnya Allah memperingatkan manusia agar tidak terjebak oleh tipu daya setan. Tugas manusia adalah beribadah, yaitu mengabdi kepada Allah dengan mempersembahkan kebaikan kepada seluruh alam. Dalam perjuangannya itu ia akan selalu dihalang-halangi dan dihadang oleh setan. Manusia harus melawannya supaya usaha dan perjuangannya dalam mewujudkan kebaikan tidak sampai dihentikan setan.

Dengan demikian setan juga bekerja keras, untuk menjatuhkan manusia. Karena ia memang musuh sejati manusia. Permusuhan sejati itu terjadi karena setan dendam akibat dilaknat Allah dan diusir dari surga, karena ia tidak mau sujud kepada nenek moyang manusia, yaitu Adam.

Tentang Surat Az-Zukhruf

Surat Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Asy Syuura. Dinamai Az Zukhruf (Perhiasan) diambil dari perkataan Az Zukhruf yang terdapat pada ayat 35 surat ini. Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung kepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, karena Muhammad s.a.w. adalah seorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi. Pangkat rasul dan nabi harus diberikan kepada orang yang kaya. Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat.