QS. Asy-Syura Ayat 28

Musyawarah · Surat ke-42 · 53 ayat

28

وَهُوَ الَّذِيْ يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْۢ بَعْدِ مَا قَنَطُوْا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهٗ ۗوَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيْدُ

Wa huwal-lażī yunazzilul-gaiṡa mim ba‘di mā qanaṭū wa yansyuru raḥmatah(ū), wa huwal-waliyyul-ḥamīd(u).

Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan (Dia pula yang) menyebarkan rahmat-Nya. Dialah Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.

Tafsir QS. Asy-Syura Ayat 28

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menurunkan hujan dari langit, membantu mereka yang telah berputus asa karena air yang diharapkan datang dari langit tak kunjung datang. Dia-lah yang memberi berkah hujan itu dan mendatangkan manfaat yang banyak serta menjadikan tanah subur. Dia-lah yang menguasai urusan hamba-Nya, memberikan mereka maslahat. Dia-lah yang wajib dipuji atas rahmat yang telah dikaruniakan kepada mereka.

Qatadah berkata, "Diriwayatkan bahwa seorang laki-laki berkata kepada 'Umar bin al-Khaththab, "Hujan tidak turun, manusia sudah putus asa wahai Amirul Mukminin." Umar menjawab, "Engkau sekalian akan dikaruniai hujan," lalu beliau membaca ayat ini.

Tentang Surat Asy-Syura

Surat Asy Syuura terdiri atas 53 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat. Dinamai dengan Asy Syuura (musyawarat) diambil dari perkataan Syuura yang terdapat pada ayat 38 surat ini. Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat. Dinamai juga Haa Miim 'Ain Siin Qaaf karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.