QS. Asy-Syura Ayat 25

Musyawarah · Surat ke-42 · 53 ayat

25

وَهُوَ الَّذِيْ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهٖ وَيَعْفُوْا عَنِ السَّيِّاٰتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُوْنَۙ

Wa huwal-lażī yaqbalut-taubata ‘an ‘ibādihī wa ya‘fū ‘anis-sayyi'āti wa ya‘lamu mā taf‘alūn(a).

Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya, memaafkan kesalahan-kesalahan, mengetahui apa yang kamu kerjakan,

Tafsir QS. Asy-Syura Ayat 25

Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang menerima tobat hamba-Nya, memaafkan perbuatan dosa dan kejahatan. Sayyidina 'Ali pernah ditanya tentang tobat. Beliau menjawab, "Tobat itu ada enam syarat."

1. Menyesali perbuatan maksiat yang telah dikerjakan pada masa yang lalu.

2. Mengerjakan ibadah wajib yang telah ditinggalkan.

3. Mengembalikan hak orang yang telah diambilnya secara zalim.

4. Memaksakan diri merasakan pahitnya ketaatan sebagaimana dia merasakan manisnya maksiat.

5. Menundukkan hawa nafsunya dalam ketaatan sebagaimana ia telah memanjakannya dengan berbuat kemaksiatan.

6. Menangis sebagai ganti gelak tawa yang pernah dilakukannya.

Ayat ini ditutup dengan penjelasan bahwa Allah itu Maha Mengampuni segala dosa dan mengetahui segala apa yang dikerjakan hamba-Nya baik berupa kebaikan maupun berupa kejahatan, lalu mereka dibalas dengan pahala dan siksa.

Tentang Surat Asy-Syura

Surat Asy Syuura terdiri atas 53 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat. Dinamai dengan Asy Syuura (musyawarat) diambil dari perkataan Syuura yang terdapat pada ayat 38 surat ini. Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat. Dinamai juga Haa Miim 'Ain Siin Qaaf karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.