QS. Asy-Syura Ayat 22

Musyawarah · Surat ke-42 · 53 ayat

22

تَرَى الظّٰلِمِيْنَ مُشْفِقِيْنَ مِمَّا كَسَبُوْا وَهُوَ وَاقِعٌۢ بِهِمْ ۗوَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فِيْ رَوْضَاتِ الْجَنَّاتِۚ لَهُمْ مَّا يَشَاۤءُوْنَ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُ

Taraẓ-ẓālimīna musyfiqīna mimmā kasabū wa huwa wāqi‘um bihim, wal-lażīna āmanū wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti fī rauḍātil-jannāt(i), lahum mā yasyā'ūna ‘inda rabbihim, żālika huwal-faḍlul-kabīr(u).

Kamu akan melihat orang-orang zalim itu sangat ketakutan karena (kejahatan-kejahatan) yang telah mereka lakukan, sedangkan (azab) menimpa mereka. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh (akan bersenang-senang) di dalam taman-taman surga. Mereka mendapatkan apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.

Tafsir QS. Asy-Syura Ayat 22

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa orang-orang yang zalim itu kelihatan takut, dibayang-bayangi oleh akibat dari berbagai perbuatan jahat yang pernah dilakukannya di dunia, dan siksa yang merupakan balasan dari perbuatan jahatnya yang pasti akan menimpa mereka. Sedangkan orang-orang yang beriman kepada Allah serta taat kepada apa yang diperintahkan dan dilarang-Nya akan dimasukkan ke dalam surga, satu tempat yang penuh dengan taman-taman yang indah, menikmati segala keindahan dan kesenangan yang ada di dalamnya sesuai dengan keinginannya baik yang berupa makanan, minuman, maupun yang berupa pemandangan yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, dan terlintas dalam hati seorang manusia. Semuanya itu adalah suatu kenikmatan besar yang dikaruniakan Allah kepada mereka, yang jauh lebih besar dari kemewahan yang pernah ada di dunia, sebagaimana firman Allah:

Itulah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (al-hadid/57: 21)

Tentang Surat Asy-Syura

Surat Asy Syuura terdiri atas 53 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat. Dinamai dengan Asy Syuura (musyawarat) diambil dari perkataan Syuura yang terdapat pada ayat 38 surat ini. Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat. Dinamai juga Haa Miim 'Ain Siin Qaaf karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.