QS. Asy-Syura Ayat 12

Musyawarah · Surat ke-42 · 53 ayat

12

لَهٗ مَقَالِيْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيَقْدِرُ ۗاِنَّهٗ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Lahū maqālīdus-samāwāti wal-arḍ(i), yabsuṭur-rizqa limay yasyā'u wa yaqdir(u), innahū bikulli syai'in ‘alīm(un).

Milik-Nyalah perbendaharaan langit dan bumi. Dia melapangkan rezeki dan menyempitkan(-nya) bagi siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tafsir QS. Asy-Syura Ayat 12

Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa Dia-lah yang memiliki perbendaharaan langit dan bumi. Baik buruknya sesuatu ada di tangan Dia. Siapa saja yang dianugerahi rahmat, tidak ada seorang pun yang dapat menghalangi-Nya. Sebaliknya, siapa yang tidak diberi rahmat, tidak seorang pun yang dapat mendatangkan kepadanya. Dialah yang melapangkan rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Dia pula yang membatasi rezeki kepada yang dikehendaki-Nya. Semua itu terjadi sesuai dengan hikmat kebijaksanaan-Nya berdasarkan kekuasaan-Nya yang luas dan ilmu-Nya yang meliputi segala sesuatu.

Agama Islam memerintahkan kepada para pemeluknya supaya bekerja dan berusaha mencari nafkah untuk kehidupannya di dunia. Adapun hasilnya sesuai dengan kebijaksanaan Allah, ada yang berhasil memperoleh harta yang banyak sebagai ujian, tetapi ada yang hanya memperoleh rezeki hanya sedikit sebagai cobaan bagi hidupnya. Sebagaimana Abu Bakar al-Jazairi dalam kitab Tafsirnya Aisar at-Tafasir menyatakan:

Allah meluaskan rezeki bagi siapa saja sebagai ujian, dan menyempitkannya sebagai cobaan.

Tentang Surat Asy-Syura

Surat Asy Syuura terdiri atas 53 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat. Dinamai dengan Asy Syuura (musyawarat) diambil dari perkataan Syuura yang terdapat pada ayat 38 surat ini. Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat. Dinamai juga Haa Miim 'Ain Siin Qaaf karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.