QS. Asy-Syura Ayat 10

Musyawarah · Surat ke-42 · 53 ayat

10

وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيْهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗذٰلِكُمُ اللّٰهُ رَبِّيْ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُۖ وَاِلَيْهِ اُنِيْبُ

Wa makhtalaftum fīhi min syai'in faḥukmuhū ilallāh(i), żālikumullāhu rabbī ‘alaihi tawakkaltu wa ilaihi unīb(u).

Apa pun yang kamu perselisihkan, keputusannya (diserahkan) kepada Allah. (Yang memiliki sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan hanya kepada-Nya aku kembali.

Tafsir QS. Asy-Syura Ayat 10

Allah menerangkan bahwa apa saja yang diperselisihkan mengenai urusan agama, keputusannya supaya dikembalikan kepada Allah, artinya hanya Allah yang menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Manusia dalam kehidupan dunia harus mengikuti petunjuk Allah dalam Al-Qur'an dan petunjuk sunah Rasul, sebagaimana firman Allah:

Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. (an-Nisa'/4: 59)

Sedangkan yang memutuskan perselisihan manusia di akhirat nanti sepenuhnya hanya Allah saja, karena semua makhluk tidak ada yang memiliki kekuasaan, dan hanya Allah saja yang berkuasa, sebagaimana firman:

Pemilik hari pembalasan. (al-Fatihah/1: 4)

Dia-lah yang akan menetapkan hukumnya di hari Kiamat, menangani persoalan antara orang-orang yang berselisih. Di sanalah baru dapat diketahui dengan jelas siapa yang benar dan siapa yang salah, siapa yang layak masuk surga dan siapa yang menjadi penghuni neraka.

Yang memiliki sifat-sifat menghidupkan dan mematikan, menetapkan hukum antara dua orang yang berselisih tiada lain hanyalah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, bukanlah tuhan-tuhan selain Allah yang dianggap dan diakui mereka. Kepada-Nyalah manusia bertawakal dan berserah diri agar terhindar dari segala usaha jahat musuh-musuh mereka dan berhasil tidaknya urusan mereka hanya kepada Allah-lah segala sesuatunya dikembalikan, dan kepada-Nya-lah kita bertobat atas segala dosa dan maksiat yang telah kita lakukan. Sebagaimana firman-Nya:

Dan kepada Allah-lah segala perkara dikembalikan. (al-Baqarah/2: 210)

Tentang Surat Asy-Syura

Surat Asy Syuura terdiri atas 53 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Fushshilat. Dinamai dengan Asy Syuura (musyawarat) diambil dari perkataan Syuura yang terdapat pada ayat 38 surat ini. Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarat. Dinamai juga Haa Miim 'Ain Siin Qaaf karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.