QS. Asy-Syu'ara' Ayat 98

Para Penyair · Surat ke-26 · 227 ayat

98

اِذْ نُسَوِّيْكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Iż nusawwīkum birabbil-‘ālamīn(a).

(Yaitu) ketika kami mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan semesta alam.

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 98

Mereka sangat menyesali kenapa menganggap berhala itu sama kekuasaannya dengan Allah, sehingga mereka menyembahnya.

Tentang Surat Asy-Syu'ara'

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.