QS. Asy-Syu'ara' Ayat 53

Para Penyair · Surat ke-26 · 227 ayat

53

فَاَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِى الْمَدَاۤىِٕنِ حٰشِرِيْنَ ۚ

Fa arsala fir‘aunu fil-madā'ini ḥāsyirīn(a).

Lalu, Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya).

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 53

Ayat ini menerangkan bahwa ketika Fir'aun mengetahui bahwa Musa dan Bani Israil telah berangkat, ia lalu menyebarkan beberapa orang pejabatnya ke segenap negeri Mesir. Ia juga mengumpulkan tentaranya untuk menyusul Musa dan Bani Israil, mengembalikan mereka ke Mesir, dan menyiksa mereka dengan siksaan yang berat. Untuk membangkitkan semangat dan membesarkan hati tentaranya, Fir'aun mengemukakan bahwa tugas yang harus mereka lakukan itu mudah untuk dilaksanakan karena Musa dan Bani Israil, jumlahnya sedikit sekali. Oleh karena itu, mereka tidak perlu ragu-ragu. Dengan mudah dan dalam waktu relatif singkat, mereka akan dapat menyusul Musa dan rombongannya serta mengembalikan mereka.

Tentang Surat Asy-Syu'ara'

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.