QS. Asy-Syu'ara' Ayat 52-60

Para Penyair · Surat ke-26 · 227 ayat

52

۞ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰىٓ اَنْ اَسْرِ بِعِبَادِيْٓ اِنَّكُمْ مُّتَّبَعُوْنَ

Wa auḥainā ilā mūsā an asri bi‘ibādī innakum muttaba‘ūn(a).

Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil). Sesungguhnya kamu pasti akan diikuti.”

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 52

Ayat ini menerangkan bahwa Allah mewahyukan kepada Musa supaya pergi bersama Bani Israil meninggalkan Mesir pada malam hari. Allah juga mengabarkan bahwa ketika Fir'aun mendengar berita ini, dia dan tentaranya pasti akan menyusul dan memaksa mereka untuk kembali menjadi budak-budak yang melayani keinginan dan kebutuhan mereka. Kepergian orang-orang Bani Israil akan memberi kerugian besar bagi mereka.

53

فَاَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِى الْمَدَاۤىِٕنِ حٰشِرِيْنَ ۚ

Fa arsala fir‘aunu fil-madā'ini ḥāsyirīn(a).

Lalu, Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota untuk mengumpulkan (bala tentaranya).

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 53

Ayat ini menerangkan bahwa ketika Fir'aun mengetahui bahwa Musa dan Bani Israil telah berangkat, ia lalu menyebarkan beberapa orang pejabatnya ke segenap negeri Mesir. Ia juga mengumpulkan tentaranya untuk menyusul Musa dan Bani Israil, mengembalikan mereka ke Mesir, dan menyiksa mereka dengan siksaan yang berat. Untuk membangkitkan semangat dan membesarkan hati tentaranya, Fir'aun mengemukakan bahwa tugas yang harus mereka lakukan itu mudah untuk dilaksanakan karena Musa dan Bani Israil, jumlahnya sedikit sekali. Oleh karena itu, mereka tidak perlu ragu-ragu. Dengan mudah dan dalam waktu relatif singkat, mereka akan dapat menyusul Musa dan rombongannya serta mengembalikan mereka.

54

اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيْلُوْنَۙ

Inna hā'ulā'i lasyirzimatun qalīlūn(a).

(Fir‘aun berkata,) “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanyalah sekelompok kecil.

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 54

Ayat ini menerangkan bahwa ketika Fir'aun mengetahui bahwa Musa dan Bani Israil telah berangkat, ia lalu menyebarkan beberapa orang pejabatnya ke segenap negeri Mesir. Ia juga mengumpulkan tentaranya untuk menyusul Musa dan Bani Israil, mengembalikan mereka ke Mesir, dan menyiksa mereka dengan siksaan yang berat. Untuk membangkitkan semangat dan membesarkan hati tentaranya, Fir'aun mengemukakan bahwa tugas yang harus mereka lakukan itu mudah untuk dilaksanakan karena Musa dan Bani Israil, jumlahnya sedikit sekali. Oleh karena itu, mereka tidak perlu ragu-ragu. Dengan mudah dan dalam waktu relatif singkat, mereka akan dapat menyusul Musa dan rombongannya serta mengembalikan mereka.

55

وَاِنَّهُمْ لَنَا لَغَاۤىِٕظُوْنَ ۙ

Wa innahum lanā lagā'iẓūn(a).

Sesungguhnya mereka telah membuat kita marah.

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 55

Fir'aun mencari alasan memusuhi Bani Israil dengan mengatakan bahwa mereka adalah musuh yang selalu mengacau sehingga keamanan tidak terjamin. Bani Israil juga dikatakan senantiasa membangkitkan amarah, menganut agama baru, dan meninggalkan agama nenek moyang mereka. Mereka berani meninggalkan Mesir tanpa lebih dahulu minta izin, membawa kabur harta benda yang mereka pinjam dari Fir'aun dan rakyatnya. Fir'aun mengatakan kepada kaumnya untuk selalu hati-hati dan waspada menjaga agar jangan sampai perbuatan mereka berakibat jauh. Mereka mempunyai persenjataan yang cukup dan lengkap untuk mengalahkan Bani Israil.

56

وَاِنَّا لَجَمِيْعٌ حٰذِرُوْنَ ۗ

Wa innā lajamī‘un ḥāżirūn(a).

Sesungguhnya kita semua benar-benar harus selalu waspada.”

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 56

Fir'aun mencari alasan memusuhi Bani Israil dengan mengatakan bahwa mereka adalah musuh yang selalu mengacau sehingga keamanan tidak terjamin. Bani Israil juga dikatakan senantiasa membangkitkan amarah, menganut agama baru, dan meninggalkan agama nenek moyang mereka. Mereka berani meninggalkan Mesir tanpa lebih dahulu minta izin, membawa kabur harta benda yang mereka pinjam dari Fir'aun dan rakyatnya. Fir'aun mengatakan kepada kaumnya untuk selalu hati-hati dan waspada menjaga agar jangan sampai perbuatan mereka berakibat jauh. Mereka mempunyai persenjataan yang cukup dan lengkap untuk mengalahkan Bani Israil.

57

فَاَخْرَجْنٰهُمْ مِّنْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ ۙ

Fa akhrajnāhum min jannātiw wa ‘uyūn(in).

Kami keluarkan mereka (Fir‘aun dan kaumnya) dari (negeri mereka yang mempunyai) taman, mata air,

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 57

Ayat ini menerangkan bahwa Allah akan mengeluarkan Fir'aun dan kaumnya dari kesenangan ke dalam kesusahan dan kebinasaan. Mereka akan meninggalkan rumah yang mewah dan menjulang tinggi, meninggalkan taman-taman yang indah tempat mereka berekreasi sepuas hati. Mereka juga akan meninggalkan sungai-sungai yang mengalir dengan jernih seperti sungai Nil yang menjadi bagian dari kehidupan mereka.

58

وَّكُنُوْزٍ وَّمَقَامٍ كَرِيْمٍ ۙ

Wa kunūziw wa maqāmin karīm(in).

harta kekayaan, dan tempat tinggal yang bagus.

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 58

Allah menerangkan bahwa Fir'aun dan kaumnya akan meninggalkan harta benda, kerajaan, dan kedudukan yang tinggi dan mulia yang tidak ada bandingannya. Ibnu Umar, Ibnu 'Abbas, dan Mujahid menyatakan bahwa yang dimaksud dengan kedudukan yang mulia di sini ialah mimbar-mimbar untuk para pembesar Fir'aun.

Beberapa mufasir berbeda pendapat mengenai kedudukan yang tinggi ini. Ada yang berpendapat itu adalah rumah-rumah yang indah, dan ada yang berpendapat mimbar-mimbar dan mahligai para pembesar Fir'aun. Allah berfirman:

"Betapa banyak taman-taman dan mata air-mata air yang mereka tinggalkan, juga kebun-kebun serta tempat-tempat kediaman yang indah, dan kesenangan-kesenangan yang dapat mereka nikmati di sana." (ad-Dukhan/44: 25-27)

59

كَذٰلِكَۚ وَاَوْرَثْنٰهَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ۗ

Każālik(a), wa auraṡnāhā banī isrā'īl(a).

Demikianlah, dan Kami wariskan semuanya kepada Bani Israil.

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 59

Ayat ini menerangkan bahwa semua taman dan tempat yang indah, sungai, harta kekayaan, dan kedudukan tinggi yang akan ditinggalkan oleh Fir'aun dan kaumnya, akan dianugerahkan kepada Bani Israil di Palestina sesuai dengan janji Allah kepada mereka. Firman Allah:

"Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun." (al-A'raf/7: 137)

60

فَاَتْبَعُوْهُمْ مُّشْرِقِيْنَ

Fa atba‘ūhum musyriqīn(a).

Lalu, (Fir‘aun dan bala tentaranya dapat) menyusul mereka pada waktu matahari terbit.

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 60

Ayat ini menerangkan bahwa Fir'aun beserta segenap aparat pemerintahan dan bala tentaranya, baru bisa ke luar meninggalkan Mesir untuk menyusul Musa dan Bani Israil pada waktu pagi. Mengenai keterlambatan mereka ada dua pendapat:

Pertama: Sebagaimana disebut dalam kitab Perjanjian Lama (Keluaran 11-12), mereka ditimpa musibah maut pada malam keberangkatan Musa dan Bani Israil meninggalkan Mesir. Pada pertengahan malam itu, banyak perawan Mesir mati, baik manusia maupun binatang, sehingga menyebabkan mereka sibuk mengubur jenazah-jenazah itu sampai pagi. Kedua: Karena pada malam itu mereka diliputi kabut yang tebal dan udara yang sangat dingin sampai pagi.

Tentang Surat Asy-Syu'ara'

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.