QS. Asy-Syu'ara' Ayat 216

Para Penyair · Surat ke-26 · 227 ayat

216

فَاِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ ۚ

Fa in ‘aṣauka faqul innī barī'um mimmā ta‘malūn(a).

Jika mereka mendurhakaimu, katakanlah, “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 216

Allah memberi petunjuk kepada Nabi Muhammad dalam melakukan dakwahnya, yaitu jika keluarga dekat, karib kerabat tidak mengindahkan seruannya, hendaklah ia mengatakan kepada mereka bahwa ia berlepas diri dari kedurhakaan dan keingkaran mereka. Allah mengancam sikap dan tindakan mereka itu dengan azab yang sangat pedih sebagai balasan dari perbuatan mereka. Tidak seorang pun yang dapat melepaskan diri dari azab Allah pada hari akhirat. Harta, anak, dan keluarga tidak lagi berguna sedikit pun untuk melepaskan diri dari azab Allah. Hanya orang yang menghadap Allah dengan iman dan amal salehlah yang dapat terhindar dari azab Allah.

Tentang Surat Asy-Syu'ara'

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.