QS. Asy-Syu'ara' Ayat 179

Para Penyair · Surat ke-26 · 227 ayat

179

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 179

Syuaib menyeru penduduk Madyan, seperti yang telah dilakukan oleh para nabi sebelumnya. Ia menerangkan kepada mereka bahwa tugasnya tidaklah untuk mencari harta kekayaan, kekuasaan, atau keuntungan duniawi. Oleh karena itu, ia tidak akan mengambil upah dari mereka untuk seruannya itu. Upahnya akan diberikan Allah yang telah mengutusnya.

Dalam Surah Hud/11 diterangkan pula bahwa Syuaib mengajak kaumnya agar mereka hanya menyembah Allah. Allah berfirman:

Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syuaib. Dia berkata, "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, tidak ada tuhan bagimu selain Dia. (Hud/11: 84).

Tentang Surat Asy-Syu'ara'

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.