Sesungguhnya aku takut bahwa kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.”
Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 135
Nabi Hud menyampaikan kepada mereka bahwa semua yang diperoleh itu merupakan nikmat dari Allah. Ia khawatir nikmat-nikmat yang tak terhingga yang mereka peroleh itu akan dicabut atau dihentikan, sebagai azab dari Allah atas keingkaran dan kesombongan mereka. Apakah mereka tidak takut terjadi yang demikian? Menurut sunah Allah, Dia akan menambah nikmat kepada orang yang mensyukuri nikmat-Nya dan akan mengazab orang yang mengingkarinya.
Tentang Surat Asy-Syu'ara'
Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.