QS. Asy-Syu'ara' Ayat 108

Para Penyair · Surat ke-26 · 227 ayat

108

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ

Fattaqullāha wa aṭī‘ūn(i).

Maka, bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 108

Ayat ini menerangkan isi risalah yang disampaikan Nabi Nuh kepada kaumnya, yaitu agar bertakwa kepada Allah dan hanya menyembah kepada-Nya. Pada ayat 3 Surah Nuh disebutkan tiga hal yang diperintahkan Allah, yaitu agar menyembah hanya kepada Allah, bertakwa kepada-Nya, dan taat kepada Nabi Nuh

Pada ayat-ayat yang lain diterangkan bahwa risalah yang dibawa Nabi Nuh menyebutkan pula hal-hal sebagai berikut:

1. Akibat baik yang akan diperoleh orang-orang yang bertakwa. Allah akan menambah rezeki mereka, dan menurunkan hujan. Kemudian dengan air itu, Allah menyuburkan bumi, dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan.

2. Mengemukakan bukti-bukti keesaan dan kekuasaan Allah, serta menerangkan bukti-bukti kebenaran risalah yang dibawanya. Di antaranya adalah tentang penciptaan manusia dalam beberapa proses kejadian mulai dari setetes mani sampai lahir sebagai manusia. Allah menciptakan langit dan bumi, bulan yang bersinar dan matahari yang bercahaya, menghidupkan dan mematikan manusia, kemudian seluruh manusia akan kembali kepada-Nya.

Tentang Surat Asy-Syu'ara'

Surat ini terdiri dari 227 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan Asy Syu'araa' (kata jamak dari Asy Syaa'ir yang berarti penyair) diambil dari kata Asy Syuaraa' yang terdapat pada ayat 224, yaitu pada bagian terakhir surat ini, di kala Allah s.w.t. secara khusus menyebutkan kedudukan penyair- penyair. Para penyair-penyair itu mempunyai sifat-sifat yang jauh berbeda dengan para rasul-rasul; mereka diikuti oleh orang-orang yang sesat dan mereka suka memutar balikkan lidah dan mereka tidak mempunyai pendirian, perbuatan mereka tidak sesuai dengan apa yang mereka ucapkan. Sifat-sifat yang demikian tidaklah sekali-kali terdapat pada rasul-rasul. Oleh karena demikian tidak patut bila Nabi Muhammad s.a.w. dituduh sebagai penyair, dan Al Quran dituduh sebagai syair, Al Quran adalah wahyu Allah, bukan buatan manusia.