QS. As-Saffat Ayat 75

Barisan-Barisan · Surat ke-37 · 182 ayat

75

وَلَقَدْ نَادٰىنَا نُوْحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيْبُوْنَۖ

Wa laqad nādānā nūḥun falani‘mal-mujībūn(a).

Sungguh, Nuh benar-benar telah berdoa kepada Kami dan sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.

Tafsir QS. As-Saffat Ayat 75

Ayat ini menerangkan bahwa Nabi Nuh berdoa kepada Tuhan supaya memberikan pertolongan kepadanya terhadap ancaman penganiayaan dari kaumnya. Bahkan mereka sudah bermaksud membunuhnya sewaktu dia menyeru mereka kepada agama tauhid.

Meskipun cukup lama Nabi Nuh menyeru kaumnya siang dan malam, secara sembunyi dan terang-terangan, namun hanya sedikit di antara mereka yang beriman. Setiap kali diberi peringatan dan pengajaran, mereka bertambah jauh dari agama dan tambah sengit permusuhannya kepada Nabi Nuh. Hal itu menyebabkan Nabi Nuh sangat kecewa lalu dia berdoa kepada Tuhan agar orang-orang kafir itu segera dibinasakan. Firman Allah:

Dan Nuh berkata, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka hanya akan melahirkan anak-anak yang jahat dan tidak tahu bersyukur. (Nuh/71: 26-27)

Allah mengabulkan doa Nabi Nuh itu. Allah menyebutkan dirinya sebagai Zat yang paling baik dalam mengabulkan doa. Pengabulan itu sangat diharapkan oleh Nabi Nuh pada saat itu karena kaumnya mendustakan dan menentangnya.

Tentang Surat As-Saffat

Surat Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surat Makkiyyah diturunkan sesudah surat Al An'aam. Dinamai dengan Ash Shaaffaat (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan Ash Shaaffaat yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syaitan. Hal ini hendaklah menjadi i'tibar bagi manusia dalam menghambakan dirinya kepada Allah.