QS. Ar-Rum Ayat 47

Romawi · Surat ke-30 · 60 ayat

47

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ رُسُلًا اِلٰى قَوْمِهِمْ فَجَاۤءُوْهُمْ بِالْبَيِّنٰتِ فَانْتَقَمْنَا مِنَ الَّذِيْنَ اَجْرَمُوْاۗ وَكَانَ حَقًّاۖ عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِيْنَ

Wa laqad arsalnā min qablika rusulan ilā qaumihim fajā'ūhum bil-bayyināti fantaqamnā minal-lażīna ajramū, wa kāna ḥaqqan ‘alainā naṣrul-mu'minīn(a).

Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus sebelum engkau (Nabi Muhammad) beberapa orang rasul kepada kaumnya. Mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang durhaka. Merupakan tanggung jawab Kami menolong orang-orang mukmin.

Tafsir QS. Ar-Rum Ayat 47

Bila angin yang dikirim Allah begitu besar manfaatnya bagi manusia, maka begitu juga dengan para rasul yang telah dikirimkan Allah kepada mereka. Mereka tentu membawa manfaat yang lebih besar lagi bagi manusia, karena membawa bukti-bukti nyata dari Allah berupa wahyu-Nya yang berisi ajaran-ajaran. Bila ajaran-ajaran itu dilaksanakan oleh manusia, akan memberikan manfaat yang luar biasa. Namun manusia banyak yang mengingkarinya, sehingga di dunia mereka ditimpa oleh akibat perbuatan jahat mereka sendiri, dan di akhirat Allah memasukkan mereka ke dalam neraka. Sebaliknya terhadap mereka yang beriman, Allah telah mewajibkan diri-Nya untuk menolong dengan menyelamatkan mereka dari kejahatan dan dampak buruk kejahatan orang-orang kafir. Di akhirat Allah akan membalas iman dan perbuatan baik mereka dengan surga.

Tentang Surat Ar-Rum

Surat Ar Ruum terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah diturunkan sesudah ayat Al Insyiqaq. Dinamakan Ar Ruum karena pada permulaan surat ini, yaitu ayat 2, 3 dan 4 terdapat pemberitaan bangsa Rumawi yang pada mulanya dikalahkan oleh bangsa Persia, tetapi setelah beberapa tahun kemudian kerajaan Ruum dapat menuntut balas dan mengalahkan kerajaan Persia kembali. Ini adalah suatu mukjizat Al Quran, yaitu memberitakan hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang. Dan juga suatu isyarat bahwa kaum muslimin yang demikian lemahnya di waktu itu akan menang dan dapat menghancurkan kaum musyrikin. Isyarat ini terbukti pertama kali pada perang Badar.