QS. Ar-Ra'd Ayat 6

Guruh · Surat ke-13 · 43 ayat

6

وَيَسْتَعْجِلُوْنَكَ بِالسَّيِّئَةِ قَبْلَ الْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمُ الْمَثُلٰتُۗ وَاِنَّ رَبَّكَ لَذُوْ مَغْفِرَةٍ لِّلنَّاسِ عَلٰى ظُلْمِهِمْۚ وَاِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيْدُ الْعِقَابِ

Wa yasta‘jilūnaka bis-sayyi'ati qablal-ḥasanati wa qad khalat min qablihimul-maṡulāt(u), wa inna rabbaka lażū magfiratil lin-nāsi ‘alā ẓulmihim, wa inna rabbaka lasyadīdul-‘iqāb(i).

Mereka meminta kepadamu agar keburukan (siksaan) dipercepat sebelum (datangnya) kebaikan, padahal sungguh telah berlalu bermacam-macam contoh (siksaan) sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar memiliki ampunan bagi manusia meskipun mereka zalim. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar keras hukuman-Nya.

Tafsir QS. Ar-Ra'd Ayat 6

Setelah mendustakan Rasul dan mengingkari azab hari kiamat, mereka mengingkari pula azab di dunia yang telah diancamkan oleh Rasulullah kepada mereka. Mereka meminta kepadanya agar siksa yang telah diancamkan kepada mereka disegerakan datangnya. Semestinya mereka memohon kebaikan dan keselamatan dari turunnya azab dan mengharapkan pahala yang dijanjikan oleh Rasulullah di akhirat. Padahal bermacam-macam azab telah ditimpakan Allah kepada umat-umat yang mendustakan para rasul sebelumnya. Di antara mereka ada yang diubah rupa dan sifatnya menjadi seperti kera, ada pula yang dihancurkan dengan gempa bumi, dan sebagainya. Tentang keadaan mereka yang lebih suka menantang turunnya azab daripada meminta kebaikan disebutkan pula dalam firman Allah:

Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, "Ya Allah, jika (Al-Quran) ini benar (wahyu) dari Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih. (al-Anfal/8: 32)

Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai ampunan yang luas terhadap dosa-dosa hamba-Nya yang bertobat dan menutupi kesalahan-kesalahannya pada hari kiamat. Seandainya tidak bersifat Maha Penyantun, tentu Allah akan menyiksa manusia karena kezalimannya. Firman Allah:

Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di bumi ini. (Fathir/35: 45)

Sesungguhnya siksaan Allah sangat pedih terhadap orang yang mengerja-kan kejahatan dan terus bergelimang dalam kesesatan dan dosa. Ada sebagian azab yang disegerakan turunnya di dunia sebagai akibat dari berbagai dosa, seperti terganggunya kesehatan orang-orang yang biasa minum minuman keras, bangkrutnya orang-orang yang suka berjudi padahal sebelumnya kaya, dan seseorang koruptor yang dicopot dari kedudukannya yang tinggi karena terlibat soal korupsi dan manipulasi. Sering sekali ampunan dari Allah itu disebut berdampingan dengan siksaan agar seorang hamba Allah selalu berada di posisi tengah antara khauf dan raja (ketakutan terhadap azab Allah dan harapan memperoleh ampunan-Nya) seperti dalam firman Allah:

Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang. (al-Araf/7: 167)

Tentang Surat Ar-Ra'd

Surat Ar Ra'd ini terdiri atas 43 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan Ar Ra'd yang berarti guruh karena dalam ayat 13 Allah berfirman yang artinya Dan guruh itu bertasbih sambil memuji-Nya, menunjukkan sifat kesucian dan kesempurnaan Allah s.w.t. Dan lagi sesuai dengan sifat Al Quran yang mengandung ancaman dan harapan, maka demikian pulalah halnya bunyi guruh itu menimbulkan kecemasan dan harapan kepada manusia. Isi yang terpenting dari surat ini ialah bahwa bimbingan Allah kepada makhluk-Nya bertalian erat dengan hukum sebab dan akibat. Bagi Allah s.w.t. tidak ada pilih kasih dalam menetapkan hukuman. Balasan atau hukuman adalah akibat dan ketaatan atau keingkaran terhadap hukum Allah.