Wa ya‘budūna min dūnillāhi mā lā yamliku lahum rizqam minas-samāwāti wal-arḍi syai'aw wa lā yastaṭī‘ūn(a).
Mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang sama sekali tidak kuasa memberikan rezeki sedikit pun kepada mereka, baik dari langit maupun dari bumi, dan tidak akan sanggup (berbuat apa pun).
Tafsir QS. An-Nahl Ayat 73
Selanjutnya Allah swt menjelaskan bahwa orang-orang musyrik menyembah patung-patung atau tuhan-tuhan lain selain Allah, padahal tuhan-tuhan mereka itu tidak mampu memberi mereka rezeki dari langit seperti menurunkan hujan, menumbuhkan tanaman, dan sebagainya. Patung-patung itu tidak memiliki kekuatan apa punkarena patung-patung itu adalah benda mati. Patung-patung tidak mungkin memberikan keuntungan apapun, bahkan seandainya dihancurkan, ia tidak dapat berbuat apa-apa.
Tentang Surat An-Nahl
Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan An Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah s.w.t. ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah." Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al Isra' ayat 82). Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.