QS. An-Nahl Ayat 56

Lebah · Surat ke-16 · 128 ayat

56

وَيَجْعَلُوْنَ لِمَا لَا يَعْلَمُوْنَ نَصِيْبًا مِّمَّا رَزَقْنٰهُمْۗ تَاللّٰهِ لَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَفْتَرُوْنَ

Wa yaj‘alūna limā lā ya‘lamūna naṣībam mimmā razaqnāhum, tallāhi latus'alunna ‘ammā kuntum taftarūn(a).

Mereka menyediakan bagian dari rezeki yang telah Kami anugerahkan kepada mereka untuk (berhala-berhala) yang tidak mereka ketahui (kekuasaannya). Demi Allah, kamu pasti akan ditanyai tentang apa yang kamu ada-adakan.

Tafsir QS. An-Nahl Ayat 56

Allah swt menjelaskan bahwa di antara perbuatan orang-orang musyrik ialah menyediakan sesaji kepada berhala-berhala mereka, padahal sesaji-sesaji yang disediakan itu merupakan nikmat Allah yang diberikan kepada mereka. Berbagai sesaji yang diberikan kepada berhala-berhala itu merupakan hasil pertanian atau binatang-binatang ternak mereka. Mereka berbuat demikian dengan maksud agar berhala-berhala itu dapat menolong mereka. Padahal mereka tidak mengetahui sedikit pun bahwa berhala-berhala itu tidak mampu memberi manfaat dan menghindarkan mereka dari bahaya yang akan menimpa. Perbuatan mereka ini adalah perbuatan syirik, yaitu mempertuhankan yang lain di samping Allah.

Allah swt berfirman:

Dan mereka menyediakan sebagian hasil tanaman dan hewan (bagian) untuk Allah sambil berkata menurut persangkaan mereka, "Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami." Bagian yang untuk berhala-berhala mereka tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka. Sangat buruk ketetapan mereka itu. (al-An'am/6: 136)

Kemudian Allah mengancam mereka dengan ancaman yang keras. Allah bersumpah dengan nama-Nya, bahwa Ia benar-benar akan meminta pertanggungjawaban mereka atas perbuatan mereka mengada-adakan tuhan selain Allah. Kemudian mereka akan disiksa sesuai dengan keingkaran dan perbuatan mereka itu.

Allah swt berfirman:

Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, (al-hijr/15: 92)

Di akhir ayat, Allah swt meminta pertanggungjawaban mereka terhadap apa yang mereka ada-adakan, memberikan pengertian bahwa Allah mencela mereka terhadap perkataan ataupun perbuatan yang mereka ada-adakan itu.

Tentang Surat An-Nahl

Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan An Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah s.w.t. ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah." Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al Isra' ayat 82). Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.