QS. An-Nahl Ayat 38

Lebah · Surat ke-16 · 128 ayat

38

وَاَقْسَمُوْا بِاللّٰهِ جَهْدَ اَيْمَانِهِمْۙ لَا يَبْعَثُ اللّٰهُ مَنْ يَّمُوْتُۗ بَلٰى وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَۙ

Wa aqsamū billāhi jahda aimānihim, lā yab‘aṡullāhu may yamūt(u), balā wa‘dan ‘alaihi ḥaqqaw wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya‘lamūn(a).

Mereka sungguh-sungguh bersumpah dengan (nama) Allah, “Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.” Bukan demikian (justru Allah pasti akan membangkitkannya). (Yang demikian ini) adalah janji yang pasti Dia penuhi, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,

Tafsir QS. An-Nahl Ayat 38

Allah swt menjelaskan kepada Nabi Muhammad saw bahwa mereka itu bersumpah dengan nama Allah dengan sikap yang bersungguh-sungguh bahwa mereka tetap berkeras hati tidak mau percaya akan terjadinya hari kebangkitan setelah kehidupan dunia ini. Pembangkangan mereka terhadap hari kebangkitan adalah akibat dari keingkaran mereka terhadap seruan rasul. Mereka berpendapat bahwa kematian itu tiada lain hanyalah kehancuran dan kemusnahan, maka bagaimana mungkin terjadi kebangkitan setelah tubuh hancur-lebur dan tulang-belulang menjadi lapuk. Mengembali-kan barang yang sudah hancur kepada bentuknya semula adalah mustahil.

Allah swt mengoreksi keyakinan mereka yang salah itu dan menegaskan bahwa yang demikian itu tidak benar. Keyakinan yang benar ialah membangkitkan seluruh manusia yang telah mati adalah janji yang telah ditetapkan Allah dan pasti terjadi. Karena kebanyakan dari mereka tidak mengerti sifat-sifat Allah yang mempunyai kekuasaan yang tidak terbatas, mereka tidak meyakini terjadinya hari kebangkitan dimana pada saat ini semua makhluk yang telah hancur lebur akan dibangkitkan kembali dari alam kuburnya. Mereka akan dihidupkan kembali untuk mempertanggung-jawabkan amal perbuatan mereka di dunia.

Tentang Surat An-Nahl

Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan An Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah s.w.t. ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah." Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al Isra' ayat 82). Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.