QS. An-Nahl Ayat 111

Lebah · Surat ke-16 · 128 ayat

111

۞ يَوْمَ تَأْتِيْ كُلُّ نَفْسٍ تُجَادِلُ عَنْ نَّفْسِهَا وَتُوَفّٰى كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُوْنَ

Yauma ta'tī kullu nafsin tujādilu ‘an nafsihā wa tuwaffā kullu nafsim mā ‘amilat wa hum lā yuẓlamūn(a).

(Ingatlah) hari (ketika) setiap orang datang untuk membela dirinya dan setiap orang disempurnakan (balasan) apa yang telah ia kerjakan dan mereka tidak dizalimi.

Tafsir QS. An-Nahl Ayat 111

Pada hari perhitungan, setiap orang akan diminta pertanggung-jawabannya atas setiap perbuatan yang dilakukan selama hidup di dunia, baik berupa kebajikan maupun kejahatan. Firman Allah swt:

(Ingatlah) pada hari (ketika) setiap jiwa mendapatkan (balasan) atas kebajikan yang telah dikerjakan dihadapkan kepadanya, (begitu juga balasan) atas kejahatan yang telah dia kerjakan. (Ali 'Imran/3: 30)

Tidak seorang pun pada hari itu yang dapat membela orang lain. Masing-masing memikul bebannya sendiri dan tidak akan memikul dosa orang lain. Firman Allah swt:

Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. (Fathir/35: 18)

Semua perbuatan yang bersifat kebajikan ataupun kejahatan pada hari itu akan mendapat balasan dan tidak ada seorang pun yang dirugikan. Setiap orang sepenuhnya akan memperoleh balasan dari setiap perbuatannya. Yang berbuat kebajikan diberi pahala dengan sempurna atas amal kebajikannya, dan yang berbuat maksiat diberi hukuman dengan sempurna atas perbuatan maksiatnya. Firman Allah swt:

Dan takutlah pada hari (ketika) kamu semua dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap orang diberi balasan yang sempurna sesuai dengan apa yang telah dilakukannya, dan mereka tidak dizalimi (dirugikan). (al-Baqarah/2: 281)

Tentang Surat An-Nahl

Surat ini terdiri atas 128 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Surat ini dinamakan An Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah s.w.t. ayat 68 yang artinya : "Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah." Lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surat (10) Yunus ayat 57 dan surat (17) Al Isra' ayat 82). Surat ini dinamakan pula "An Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah menyebutkan pelbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.