QS. Al-Qalam Ayat 43

Pena · Surat ke-68 · 52 ayat

43

خَاشِعَةً اَبْصَارُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۗوَقَدْ كَانُوْا يُدْعَوْنَ اِلَى السُّجُوْدِ وَهُمْ سٰلِمُوْنَ

Khāsyi‘atan abṣāruhum tarhaquhum żillah(tun), wa qad kānū yud‘auna ilas-sujūdi wa hum sālimun(a).

Pandangan mereka tertunduk dan diliputi kehinaan. Sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat (tetapi mereka enggan).

Tafsir QS. Al-Qalam Ayat 43

Dalam ayat ini diterangkan bahwa orang-orang kafir pada hari Kiamat berada dalam keadaan tidak berdaya sedikit pun. Tidak ada yang memberi mereka pertolongan dan mereka dalam keadaan hina-dina. Mereka hanya dalam keadaan penuh penyesalan, tetapi semua itu tidak berguna lagi.

Ketika hidup di dunia dahulu, mereka dalam keadaan sehat, berkecukupan, berkuasa, dan berpangkat, tetapi mereka tidak mau salat, sujud dan menyembah Allah, serta menyerahkan diri kepada-Nya. Setelah di akhirat, di waktu penyesalan itu tiba, mereka memanggil Tuhan, ingin mengerjakannya untuk menghambakan diri kepada-Nya, akan tetapi mereka tidak sanggup mengerjakannya lagi. Hal itu karena di samping tulang-tulang mereka telah lemah, pintu tobat juga telah ditutup. Hanya orang-orang beriman sajalah yang dapat bersujud di akhirat ketika Allah menampakkan diri-Nya kepada mereka

Tentang Surat Al-Qalam

Surat ini terdiri atas 52 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyah, diturunkan sesudah surat Al Alaq. Nama Al Qalam diambil dari kata Al Qalam yang terdapat pada ayat pertama surat ini yang artinya pena. Surat ini dinamai pula dengan surat Nun (huruf nun).