QS. Al-Kahf Ayat 33

Goa · Surat ke-18 · 110 ayat

33

كِلْتَا الْجَنَّتَيْنِ اٰتَتْ اُكُلَهَا وَلَمْ تَظْلِمْ مِّنْهُ شَيْـًٔاۙ وَّفَجَّرْنَا خِلٰلَهُمَا نَهَرًاۙ

Kiltal-jannataini ātat ukulahā wa lam taẓlim minhu syai'ā(n), wa fajjarnā khilālahumā naharā(n).

Kedua kebun itu menghasilkan buahnya dan tidak berkurang (buahnya) sedikit pun. Kami pun alirkan sungai dengan deras di celah-celah kedua (kebun) itu.

Tafsir QS. Al-Kahf Ayat 33

Dalam ayat ini, Allah swt menerangkan tentang keadaan kedua kebun yang penuh dengan buah-buahan sepanjang tahun itu. Pohon-pohonnya selalu rindang dan lebat. Sedikit pun kedua kebun itu tidak pernah mengalami kemunduran dan kekurangan sepanjang musim. Keduanya selalu memberikan hasil yang membawa kemakmuran kepada pemiliknya. Di tengah-tengah kebun itu mengalir sebuah sungai yang setiap waktu dapat mengairi tanah dan ladang-ladang di sekitarnya. Pengairan yang teratur menyebabkan tanaman selalu subur, dan sungai yang mengalir itu benar-benar menambah keindahannya. Itulah kenikmatan besar yang telah dilimpahkan Allah kepada pemiliknya.

Tentang Surat Al-Kahf

Surat ini terdiri atas 110 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamai Al-Kahfi artinya Gua dan Ashhabul Kahfi yang artinya Penghuni-Penghuni Gua. Kedua nama ini diambil dari cerita yang terdapat dalam surat ini pada ayat 9 sampai dengan 26, tentang beberapa orang pemuda yang tidur dalam gua bertahun-tahun lamanya. Selain cerita tersebut, terdapat pula beberapa buah cerita dalam surat ini, yang kesemuanya mengandung i'tibar dan pelajaran-pelajaran yang amat berguna bagi kehidupan manusia. Banyak hadist-hadist Rasulullah s.a.w. yang menyatakan keutamaan membaca surat ini.