QS. Al-Jasiyah Ayat 27

Berlutut · Surat ke-45 · 37 ayat

27

وَلِلّٰهِ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَيَوْمَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ يَوْمَىِٕذٍ يَّخْسَرُ الْمُبْطِلُوْنَ

Wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍ(i), wa yauma taqūmus-sā‘atu yauma'iżiy yakhsarul-mubṭilūn(a).

Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Pada hari terjadinya kiamat rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan.

Tafsir QS. Al-Jasiyah Ayat 27

Allah menjelaskan bahwa yang memiliki kekuasaan di langit dan di bumi ialah Allah. Tidak ada yang melebihi kekuasaan-Nya yang berlaku sesuai dengan kehendak-Nya. Tidak ada penguasa yang lain selain Dia dan tidak ada tuhan-tuhan lain yang pantas disembah selain-Nya. Kekuasaan-Nya meliputi seluruh alam; alam dunia dan alam akhirat. Allah juga berkuasa pada saat alam dunia berakhir dan mulainya hari akhirat. Pada saat itu manusia akan dibangkitkan dari alam kubur. Semua manusia akan digiring ke Padang Mahsyar untuk menghadapi ke pengadilan. Pada saat itu, perbuatan mereka akan diperiksa secara teliti. Tiap-tiap orang akan menerima catatan perbuatannya selama ia hidup di dunia, yang dibuat secara teliti oleh para malaikat pencatat amal. Pada hari itulah, tampak kemurungan orang-orang kafir yang mendustakan kebenaran ayat-ayat Allah. Kemurungan itu berubah menjadi kesengsaraan dan penderitaan yang amat berat ketika mereka diseret ke neraka Jahanam, disanalah mereka menampakkan penyesalan mereka, tetapi penyesalan itu tidak berguna lagi.

Tentang Surat Al-Jasiyah

Surat Al Jaatsiyah terdiri atas 37 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Ad Dukhaan. Dinamai dengan Al Jaatsiyah (yang berlutut) diambil dari perkataan Jaatsiyah yang terdapat pada ayat 28 surat ini. Ayat tersebut menerangkan tentang keadaan manusia pada hari kiamat, yaitu semua manusia dikumpulkan ke hadapan mahkamah Allah Yang Maha Tinggi yang memberikan keputusan terhadap perbuatan yang telah mereka lakukan di dunia. Pada hari itu semua manusia berlutut di hadapan Allah. Dinamai juga dengan Asy Syari'ah diambil dari perkataan Syari'ah (Syari'at) yang terdapat pada ayat 18 surat ini.