QS. Al-Isra' Ayat 73

Memperjalankan Malam Hari · Surat ke-17 · 111 ayat

73

وَاِنْ كَادُوْا لَيَفْتِنُوْنَكَ عَنِ الَّذِيْٓ اَوْحَيْنَآ اِلَيْكَ لِتَفْتَرِيَ عَلَيْنَا غَيْرَهٗۖ وَاِذًا لَّاتَّخَذُوْكَ خَلِيْلًا

Wa in kādū layaftinūnaka ‘anil-lażī auḥainā ilaika litaftariya ‘alainā gairah(ū), wa iżal lattakhażūka khalīlā(n).

Sesungguhnya mereka hampir memalingkan engkau (Nabi Muhammad) dari (apa) yang telah Kami wahyukan kepadamu agar engkau mengada-ada yang lain terhadap Kami. Jika demikian, tentu mereka menjadikan engkau sahabat yang setia.

Tafsir QS. Al-Isra' Ayat 73

Dalam ayat ini dijelaskan usaha yang dilakukan kaum musyrikin Quraisy untuk menipu Nabi Muhammad saw, sehingga beliau hampir saja teperdaya, berpaling dari wahyu yang telah diterimanya dari Allah swt, dan memenuhi permintaan mereka agar mengakui tuhan-tuhan mereka. Karena perlindungan Allah, Nabi tetap bisa teguh pendiriannya dalam menyebarkan dakwah, walaupun tekanan dari orang-orang Quraisy semakin hebat.

Allah mengingatkan Rasul-Nya, kalau ia mengikuti apa yang mereka kehendaki, mereka tentu akan mengambilnya sebagai sahabat atau mengangkatnya menjadi pemimpin. Mereka juga akan menyatakan di hadapan manusia bahwa Nabi saw telah menyetujui dan mengakui agama mereka. Dengan demikian, Nabi saw akan terjauh dari petunjuk dan bimbingan Allah swt.

Tentang Surat Al-Isra'

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan dengan Al Israa' yang berarti memperjalankan di malam hari, berhubung peristiwa Israa' Nabi Muhammad s.a.w. di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini. Penuturan cerita Israa' pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad s.a.w. beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar. Surat ini dinamakan pula dengan Bani Israil artinya keturunan Israil berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah s.w.t. Dihubungkannya kisah Israa' dengan riwayat Bani Israil pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.