QS. Al-Isra' Ayat 45

Memperjalankan Malam Hari · Surat ke-17 · 111 ayat

45

وَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْاٰنَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِيْنَ لَا يُؤْمِنُوْنَ بِالْاٰخِرَةِ حِجَابًا مَّسْتُوْرًاۙ

Wa iżā qara'tal-qur'āna ja‘alnā bainaka wa bainal-lażīna lā yu'minūna bil-ākhirati ḥijābam mastūrā(n).

Apabila engkau (Nabi Muhammad) membaca Al-Qur’an, Kami adakan suatu tabir yang tertutup antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman pada kehidupan akhirat.

Tafsir QS. Al-Isra' Ayat 45

Allah swt menjelaskan bahwa apabila Rasulullah saw membacakan Al-Qur'an kepada kaum musyrikin dengan maksud agar terbuka hati mereka untuk menerima kebenaran yang terkandung di dalamnya, maka Allah swt membuat dinding yang tidak tampak yang menutupi antara Rasulullah dan kaum musyrikin yang tidak beriman kepada hari akhirat.

Dinding yang menutupi dan tidak tampak itu ialah sesuatu yang menghalangi hati kaum musyrikin untuk memahami kandungan Al-Qur'an, sehingga tidak dapat mengambil manfaat dan petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalamnya. Hal itu adalah sebagai akibat dari keingkaran mereka kepada hari kebangkitan dan hari pembalasan, serta akibat dari noda-noda kemusyrikan yang telah menyelubungi jiwa mereka.

Tentang Surat Al-Isra'

Surat ini terdiri atas 111 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah. Dinamakan dengan Al Israa' yang berarti memperjalankan di malam hari, berhubung peristiwa Israa' Nabi Muhammad s.a.w. di Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis dicantumkan pada ayat pertama dalam surat ini. Penuturan cerita Israa' pada permulaan surat ini, mengandung isyarat bahwa Nabi Muhammad s.a.w. beserta umatnya kemudian hari akan mencapai martabat yang tinggi dan akan menjadi umat yang besar. Surat ini dinamakan pula dengan Bani Israil artinya keturunan Israil berhubung dengan permulaan surat ini, yakni pada ayat kedua sampai dengan ayat kedelapan dan kemudian dekat akhir surat yakni pada ayat 101 sampai dengan ayat 104, Allah menyebutkan tentang Bani Israil yang setelah menjadi bangsa yang kuat lagi besar lalu menjadi bangsa yang terhina karena menyimpang dari ajaran Allah s.w.t. Dihubungkannya kisah Israa' dengan riwayat Bani Israil pada surat ini, memberikan peringatan bahwa umat Islam akan mengalami keruntuhan, sebagaimana halnya Bani Israil, apabila mereka juga meninggalkan ajaran-ajaran agamanya.